
Setelah lomba berpasangan berakhir, kini puncak acara lomba pun di mulai. Para Ibu-ibu telah berkumpul di lapangan membentuk beberapa tim yang telah mereka pilih sendiri.
Kelompok ibu-ibu itu akan melakukan lomba panjat pinang, sebuah lomba yang wajib di lakukan saat perayaan 17 an.
Di lomba kali ini ada yang sedikit berbeda, jika biasanya lomba panjat pinang di lakukan oleh kaum laki-laki tapi kali ini tidak. Yang akan menjadi peserta lomba panjat pinang kali ini adalah para ibu-ibu. Itu semua karna para panitia ingin membuat sesuatu yang berbeda dari lomba-lomba sebelumnya, mereka memutuskan mengubah kebiasaan itu dan menjadikan para ibu-ibu rumah tangga sebagai pesertanya.
Kini seluruh tim ibu-ibu telah berada di bawah pohon pinang yang akan di naiki oleh masing-masing tim. Pohon dengan bentuk sangat lurus itu berdiri dengan tegak, di atasnya telah di gantung berbagai macam hadiah untuk para tim yang berhasil memanjat sampai ke atas. Tak lupa pohon itu juga telah di beri oli bekas, bertujuan untuk memberi tantangan bagi peserta tim agar mereka kesulitan memanjat dan menambah keseruan pada lomba itu.
Semua ibu-ibu itu telah siap untuk bersaing di lomba ini. Tak terkecuali Riska bersama timnya, para ibu-ibu no secret. Tim yang di ketuai oleh Bu Erna itu sangat siap untuk menaklukkan pohon pinang yang tengah berdiri tegak menantang di hadapan mereka. Mereka yakin pasti mereka bisa naik sampai ke atas dan membawa pulang semua hadiah-hadiah itu.
"Tim no secret pasti menang, kalian pasti bisa" teriak Arta nyaring paling di antara supporter yang lain.
Arta melambai-lambaikan tangannya ke arah tim kebanggaannya itu, memberikan semangat kepada mereka.
Para ibu-ibu no secret langsung membalas lambaian Arta, mereka sangat senang mendapat dukungan penuh dari remaja tampan tersebut.
Tapi berbeda dengan Riska, ia sama sekali tidak memperdulikan Arta. Gadis cantik itu malah terlihat kesal dengan tingkah Arta yang seperti itu. Wajahnya bahkan memerah malu, bukan malu-malu kucing karna melihat wajah tampan Arta tapi malu karena melihat wajah Arta yang masih menggunakan make up barbie. Sepertinya Arta lupa menghapus make up di wajahnya.
Riska memalingkan wajahnya pura-pura tidak kenal dengan Arta.
__ADS_1
"Mommy.... semangat Mommy" teriak Arta lagi memberi support kepada Bu Erna.
Bu Erna tersenyum bahagia mendengar teriakkan Arta untuk dirinya. Ia sangat bangga dengan calon menantunya itu. Tidak sia-sia Bu Erna memaksa Arta untuk menjadi Supporter tim mereka, ternyata dia sangat berguna.
Sementara itu tim ibu-ibu julid juga telah bersiap. Mereka menatap sinis ke arah tim no secret. Mereka bertekad kali ini pasti mereka bisa mengalahkan tim no secret musuh bebuyutannya itu.
Peluit berbunyi, lomba pun di mulai. Tim ibu-ibu itu langsung memanjat pohon pinang di depan mereka. Mereka saling bahu membahu membentuk menara manusia agar bisa sampai ke atas.
Semakin ke sini acara lomba semakin seru dan meriah. Permukan pohon pinang yang licin karna di beri oli membuat para ibu-ibu itu kesulitan untuk memanjat. Mereka terus-menerus merosot jatuh saat hendak sampai ke puncak. Dan sampai saat ini belum ada satupun tim yang berhasil memanjat sampai ke puncak.
Karna terus gagal naik dan terjatuh, tim no secret mengatur ulang strategi mereka. Mereka memutuskan untuk bertukar posisi, yang tadinya berposisi di atas kini beralih menjadi di bawah. Mereka berharap pertukaran posisi ini bisa membantu mereka untuk bisa naik sampai ke puncak dan mengambil semua hadiah itu.
Setelah merubah posisi mereka, tim no secret pun kembali mencoba memanjat pohon tinggi lurus itu.
Riska meringis saat salah satu anggota timnya menginjak bahunya untuk naik. Setelah ibu itu berhasil naik, kini giliran Bu Tika yang akan naik.
Riska melotot saat wanita bertubuh tambun itu mencoba naik ke atas lewat tubunya. Bayangkan saja, badan Bu Tika yang besar menginjak badan kecil Riska yang berada di bawah.
Saat ini Riska sangat menderita berada di posisi paling bawah. Menahan para-para ibu-ibu berdadan besar itu bukanlah perkara mudah. Keadannya kini benar-benar nelangsa. Ia harus rela tubuhnya di injak oleh seluruh anggota timnya.
__ADS_1
Seketika Riska menjadi sangat kesal, ia merutuki perubahan posisi ini. Ia menyesal mengapa harus mendapat posisi paling bawah. Jika saja Riska tahu akan tersiksa begini, ia tidak akan sudi untuk bertukar posisi.
Apalagi saat semua timnya mulai naik ke atas, Riska bahkan kesulitan untuk berdiri tegak. Ia terpaksa harus memeluk erat pohon pinang seperti kekasihnya agar tubunya tidak oleng dan jatuh.
Bu Tika berjongkok di bahu Riska agar mempermudah salah satu ibu-ibu yang akan naik ke atas bahunya. Saat ibu itu akan naik ke atas tubuhnya, Bu Tika mencoba menahan tubuh ibu itu. Dengan sekuat tenaga Bu Tika mencoba berdiri, ia mengerahkan seluruh kekuatannya tapi naas, tanpa sengaja Bu Tika mengejan gas mematikannya.
Brruuutttt....
.
.
.
Novel ini belum di kontrak, harap para pembaca menambahkan ke favorite karna takutnya setelah mendapat kontarak judulnya akan berubah dan kemungkinan kalian akan kesulitan untuk menemukan judul baru dari novel ini.
Atau kalian bisa memfollow Author untuk terus bisa mengikuti kelanjutan cerita dari novel ini.
Caranya, kalian Follow Author kemudian klik profilnya maka akan muncul novel-novel karya Author.
__ADS_1