
"Ya iya lah gue kecewa, gue kan jadi gak bisa dengarin cerita Ica. Gimana pengalaman pertamanya sama Arta saat melakukan adegan panas mereka" kata Yuli. Matanya menerawang jauh membayangkan adegan panas Arta dan Riska.
Hooouuu...
sorak Riska dan Sonia melemparkan gumpalan tisu kotor bekas mereka ke arah Yuli.
"Dasar gesrek lo Yuli" kata Riska.
"Eih jorok tau, emang gue tempat sampah apa sampai lo berdua buang tisu bekas ke gue" kata Yuli kesal.
"Iya, noh otak lo yang sampah! Penuh sama pikiran yang unfaedah" balas Sonia.
Yuli pun hanya mendengus kesal mendengar perkataan Sonia.
"Tapi kenapa lo sama Arta belum make love Ca? Padahal Kalian udah nikah, seharusnya kalian berdua sudah melakukannya?" Lanjut Sonia juga menatap Riska penuh Tanya.
Ck ternyata sahabatnya yang satu ini sama.
"Mana mungkin gue sama Arta melakukan itu, kami gak saling cinta. Gue juga udah mutusin buat nganggap Arta sebagai adik gue sendiri. Jadi gue sama dia sepakat untuk tidur terpisah" jelas Riska.
"Whattt...!!! lo serius?" Pekik Sonia dan Yuli berbarengan karena terkejut mendengar penjelasan Riska.
Mendengar teriakan Sonia dan Yuli membuat orang-orang langsung menatap ke arah mereka dengan heran. Mereka bertiga kini menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.
"Ssttt suara kalian bisa di kecilin dikit gak sih?" kata Riska kesal.
"Sorry sorry" kata Sonia mengatupkan kedua tangannya.
Sementara Yuli mengucapkan kata maaf tanpa bersuara dan mengangkat jarinya membentuk huruf V.
Orang-orang pun kembali ke urusan mereka masing-masing.
"Kalau gue jadi lo nih Ca, udah gue embat tuh si Arta" kata Yuli.
"Itu sih maunya elo" ucap Sonia sambil menoyor kepala Yuli.
Membuat Yuli langsung mendelik tajam.
"Dan asal kalian tahu gue sama Arta juga udah sepakat buat rahasiain pernikahan kami. Jadi gue harap kalian berdua juga bisa merahasiakan pernikahakan kami ini" ucap Riska.
__ADS_1
Saat itu pernikahan mereka memang tidak di sebar luaskan. Mereka hanya mengundang para petinggi perusahaan serta para sahabat dan kerabat terdekat saja, termasuk Sonia dan Yuli yang memang sahabat terdekat Riska.
Riska tidak mengundang teman-teman kuliahnya yang lain karena acara tersebut hanya untuk ijab kabul dan tidak mengadakan pesta yang mewah. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun teman kuliah Riska yang tahu jika dia sudah menikah selain kedua sahabatnya Sonia dan Yuli tentunya.
Sonia dan Yuli tambah terkejut mendengar ucapan Riska. Mereka berdua tidak habis pikir bagaimana bisa Arta dan Riska membuat kesepakatan seperti itu. Ini pernikahan apa permainan? Ya ampun, begitu mudahnya bagi mereka mempermainkan suatu hubungan yang sakral. Apakah mereka tidak akan takut dengan karma.
Padahal jika di pikir kembali, Arta dan Riska ini adalah pasangan suami istri. Jadi, sudah seharusnya mereka menjalani pernikahan mereka seperti pasangan pada umumnya yang melakukan make love pada malam pertama mereka.
Tapi yang Arta dan Riska lakukan saat malam pertama malah membuat kesepakatan di pernikahan mereka. Astaga, mereka benar-benar pasangan yang luar biasa.
"Lo serius Ca? Lo gak lagi bohongin kita kan?" Kata Yuli meragukan perkataan Riska.
"Iya lah gue serius. Apa pernah gue bohongin kalian berdua?" Riska.
Riska memang selalu terbuka dan bercerita tentang segala masalah apapun yang di hadapinya pada kedua sahabatnya itu.
Begitupun Sonia dan Yuli yang juga selalu bercerita kepada Riska tentang masalah apapun yang mereka alami, baik masalah asmara maupun keluarga. Maka dari itu tidak ada rahasia di antara mereka bertiga sehingga hubungan persahabatan mereka sangat erat dan bertahan sampai sekarang. Karena bagi mereka bertiga kunci dari sebuah persahabatan adalah saling terbuka dan percaya satu sama lain, agar mereka dapat menghadapi masalah itu secara bersama-sama.
"Iya sih, lo gak pernah bohong sama kita. Tapi masalahnya kenapa pernikahan kalian juga harus di rahasiakan?" Tanya Sonia dan diangguki oleh Yuli, tanda setuju dengan pertanyaan yang di lontarkan Sonia kepada.
"Ya itu... karena Arta yang minta agar pernikahan kami di rahasiakan. Arta bilang dia sudah punya pacar. Jadi dia tidak ingin pacarnya tahu jika dia sudah menikah" kata Riska sedikit kesal.
"Lo cemburu Ca, melihat Arta udah punya pacar" Tanya Sonia yang melihat wajah Riska tampak kesal saat mengatakan hal itu.
"Kalian tau gak apa yang dia bilang ke gue kemarin?" Tanya Riska. Sonia dan Yuli langsung menggelengkan kepala mereka tidak tahu. *Ya jelas lah Sonia dan Yuli tidak tahu yang membuat kesepakatan kan hanya Arta dan Riska, jadi mana mungkin mereka berdua tahu. Hadehhh...*
Riska pun menceritakan semua kesepakatan yang di ajukan Arta kemarin. Ia sedikit kesal mengingat perkataan Arta kala itu.
Hahahaha.....
Tawa Sonia dan Yuli langsung pecah kala mendengar cerita Riska. Mereka tertawa terbahak-bahak, bahkan Yuli sampai mengeluarkan air matanya dan memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.
"Di saat Gue lagi kesel gini, lo berdua malah ketawain gue. Dasar sahabat gak punya akhlak" gerutu Riska dengan bibir yang mengerucut.
"Maaf Ca, soalnya lucu banget. Bagaimana mungkin bocah seperti Arta kepikiran buat kesepakatan seperti itu sama lo" kata Yuli masih dengan tawanya.
"Ya mana gue tahu. Makanya gue ngerasa tersindir banget pas dia ngucapin kata-kata itu" kata Riska masih kesal.
"Terus lo setuju aja gitu sama kesepakatan yang Arta buat" Tanya Sonia setelah meredakan tawanya.
__ADS_1
"Gue sih setuju-setuju aja sama semua kesepakatan itu, secara kan gue juga bisa bebas tanpa ada yang ngatur dan juga malu dong kalau orang-orang sampai tahu, gue nikah sama bocah yang masih ingusan macam dia" kata Riska.
"Iya ingusan, tapi kan tampan" celetuk Yuli.
Riska berdecak kesal, sahabatnya itu terlalu memuja ketampanan Arta.
"Lo kayaknya udah gila Ca" kata Sonia.
"Iya bener apa kata Nia, lo sama Arta udah gila. Bagaimana bisa kalian buat kesepakatan pernikahan kaya gitu" ucap Yuli geleng-geleng kepala.
"Kalian itu gak akan ngerti sama perasaan kami karena kalian berdua tidak berada di posisi gue sama Arta" kata Riska.
Riska sadar mungkin dia dan Arta adalah pasangan suami istri paling aneh di dunia karena membuat sebuah kesepakatan di pernikahan mereka.
Tapi mau bagaimana lagi pernikahan mereka terjadi karena keterpaksaan bukan karna cinta, sehingga membuat mereka berdua menjalaninya dengan berat hati. Ingin sekali mereka mengakhiri hubungan ini. Tapi jika mengingat kembali orang tua mereka membuat mereka kembali sedih. Tidak, pernikahan ini tidak boleh berakhir, orang tua mereka pasti akan kecewa melihat anak mengalami kegagalan dalam berumah tangga.
Demi kebahagian kedua orang tua mereka, mereka akan berusaha berjuang mempertahankan pernikahan ini, walaupun harus mengorbankan perasaan mereka.
Akhirnya Sonia dan Yuli hanya terdiam mendengar perkataan Riska. Mungkin Riska Benar, mereka berdua tidak berada di posisi Arta dan Riska. Jadi mereka tidak tahu bagaimana perasaan pasangan muda itu. Jika saja mereka yang berada di posisi itu, mungkin mereka juga akan melakukan hal sama seperti apa yang Arta dan Riska lakukan.
Mereka bertiga lalu melanjutkan menyantap bakso mereka masing-masing hingga habis.
"Alhamdulillah. Akhirnya, gue kenyang juga" ucap Sonia setelah menghabiskan baksonya.
"Ya iya lah lo kenyang, mana ada orang yang gak kenyang setelah makan 3 mangkok bakso sekaligus" kata Riska sambil memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Sonia.
Sementara Sonia hanya cengengesan tak menentu salah tingkah dengan sifatnya yang suka makan.
Tadi setelah Sonia menghabiskan semangkok bakso yang di pesankan oleh Yuli. Dia kembali memesan 2 mangkok bakso pada Bang Jon. Dan Bang Jon dengan senang hati membuatkan pesanan bakso untuk Sonia.
"Pantesan aja badan lo kagak kecil-kecil, tapi malah tambah besar kaya gentong" ejek Yuli sambil tertawa di ikuti oleh Riska yang juga tertawa.
Sonia mendengus kesal melihat Riska dan Yuli yang menertawakan dirinya.
"Oke, mulai sekarang gue akan diet. Gue pastikan kalian berdua nanti bakal pangling saat liat gue jadi cantik dan seksi" ucap Sonia songong.
.
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA BUAT LIKE DAN KOMENNYA YA😘