Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 56


__ADS_3

Sebuah pernikahan harus di landasi dengan komitmen dan saling percaya satu sama lain, saling mendukung, menghargai dan saling terbuka antara suami dan istri. Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang harus di lakukan untuk mempertahankan sebuah pernikahan selain itu semua.


Membiarkan suami selingkuh itu amatlah salah, itu sangat tidak baik untuk ketahanan hubungan berumah tangga.


Walaupun Sonia dan Yuli belum berpengalaman dalam berumah tangg dan belum pernah menikah, tapi mereka berdua tahu jika yang Riska dan Arta lakukan saat ini adalah salah.


Sebagai sahabat yang baik Sonia dan Yuli mereka ingin menyadarkan sepasang suami istri aneh itu jika yang mereka lakukan saat ini tidaklah benar.


"Yakin lo Ca biasa aja liat suami lo sama cewek lain lengket kaya gitu, mana tuh cewek cantik banget lagi" ucap Yuli mencoba mengompori Riska, ia ingin melihat reaksi Riska, apakah sahabatnya itu akan cemburu saat melihat Arta bersama dengan gadis lain.


Tapi sayang ternyata Riska sama sekali tidak cemburu dengan itu. Gadis menganggukkan kepalanya dengan mantap yang menandakan jika dirinya sama sekali tidak cemburu melihat Arta bersama dengan gadis lain. Ya memang tidak bisa di pungkiri jika Rissa memiliki wajah yang cantik. Tapi tentu saja wajah cantik Rissa tidak sebanding dengan kecantikkan Riska yang alami.


"Tapi kalau gue boleh jujur nih Ca, di liat dari kondisi lo sekarang, lo itu persis banget kaya istri-istri yang tersakiti yang biasa nyokap gue tonton di televisi, judulnya itu kalau gak salah, suamiku selingkuh di depan mataku sendiri tapi aku sudah tidak peduli" kata Yuli terkikik di ikuti Sonia yang mana membuat Riska langsung manyun.


Enak saja dirinya di samakan seperti para istri-istri tersakiti yang biasa nongol di channel ikan terbang, meskipun kenyataannya memang begitu.


Jika di lihat dari kondisi saat ini Riska memang lah seperti istri yang tengah di selingkuhi suaminya sendiri. Tapi sayang gadis itu tidak memperdulikannya.


Riska tidak menanggapi ocehan Yuli, ia hanya diam dan kembali melanjutkan menghabiskan makanannya agar ia bisa segera pulang ke rumah.

__ADS_1


Bohong jika Riska tidak merasakan apa-apa saat melihat Arta bersama dengan gadis lain. Ya ia memang tidak cemburu saat melihat Arta bersama dengan gadis lain. Sebagai seorang istri pastilah Riska merasa jika saat ini harga dirinya serasa di rendahkan.


Seharusnya jika memang Arta ingin jalan bersama dengan gadis lain jangan di tempat umum seperti ini agar tidak bertemu dengannya dan membuat harga dirinya sebagai seorang istri turun seketika. Apalagi saat ini ia sedang bersama dengan kedua sahabatnya, membuatnya seperti istri yang tidak di hargai di depan para sahabatnya, walaupun kenyataannya memang begitu.


"Gue udah selesai nih, pulang yuk!" Ajak Riska.


"Buru-buru amat Ca, kita kan belum selesai makan" jawab Sonia.


"Gue ada urusan, gue harus pergi ke kantor sekarang" jawab Riska melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Kalian kalau masih mau nongkrong di sini gak papa, gue duluan ya" lanjut Riska dan langsung berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


"Lah tuh anak main pergi-pergi aja. Heran banget gue sama dia, hobi banget ninggalin sahabat sendiri" ucap Sonia dan langsung menghabiskan makanannya lalu menyusul Riska yang telah ke luar dari cafe.


Setelah makanannya habis Yuli juga segera menyusul Riska dan Sonia sudah lebih dulu keluar dari cafe.


Tapi belum sempat Yuli melangkah keluar dari cafe, seorang pelayan laki-laki cafe itu memanggilnya dan menghampirinya.


"Mba, tunggu Mba" teriak pelayan laki-laki yang terlihat masih remaja itu menarik tangan Yuli.

__ADS_1


"Iya kenapa Mas?" ucap Yuli melepaskan tangan pelayan itu, saat ini ia sedang terburu-buru menyusul Riska dan Sonia sebelum ia di tinggalkan kedua sahabatnya.


"Emm itu anu Mba, ada yang tertinggal" jawab pelayan itu gugup.


Pelayan itu takut mengatakan jika Yuli dan kedua temannya tadi belum membayar makanan mereka.


Pelayan remaja laki-laki itu takut terkena amarah dan membuat masalah dengan horang kaya karna jika di lihat dari pakaian yang di pakai Yuli dan kedua temannya tadi mereka terlihat seperti bukanlah dari kalangan bawah.


"Anu anu apa sih Mas? Yang jelas dong kalau ngomong saya buru-buru nih" kata Yuli menaikan satu oktaf suaranya karna memang saat ini ia sedang buru-buru karna Riska dan Sonia sudah tidak kelihatan lagi.


Kepala Yuli celingak-celinguk mencari keberadaan Riska dan Sonia yang sudah tidak terlihat lagi oleh indra penglihatannya.


"Ada apa ini?" Tanya seorang remaja laki-laki yang tiba-tiba datang, ia adalah sang pemilik cafe tersebut.


Tadi saat tengah berkeliling cafe, ia tidak sengaja melihat ada sebuah keributan di cafenya dan ia pun lantas menghampiri asal keributan itu, ia takut terjadi masalah di acara grand opening cafe terbarunya hari ini.


"Eemm itu anu kak, Mba ini belum bayar makanannya" ucap pelayan laki-laki itu takut-takut, pasalnya saat ini ia sedang berhadapan dengan sang empunya cafe, jika ia sedikit saja melakukan kesalahan kemungkinan besar ia bisa di pecat.


Gleekkk...

__ADS_1


Yuli menelan kasar salivanya mendengar penuturan sang pelayan cafe.


Like dan komen 💜


__ADS_2