Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 54 (Berbelanja di mall)


__ADS_3

Di mall terbesar di kota itu, terlihat sepasang remaja tengah bergandengan tangan dengan mesra. Mereka berjalan-jalan mengelilingi mall, menghabiskan waktu bersama. Sesekali mereka membeli sesuatu yang terlihat lucu.


"Beb aku pengen boneka itu" tunjuk Rissa pada boneka beruang besar berwarna biru yang terpajang di salah satu etalase toko khusus boneka.


Arta menggaggukkan kepalanya dengan segera mereka memasuki toko tersebut dan membeli boneka beruang biru yang di inginkan Rissa. Setelah membeli boneka beruang itu pasangan remaja itu kemudian melanjutkan jalan-jalan mereka.


Rissa terlihat sangat bahagia karna Arta selalu membelikan apapun yang ia inginkan. Gadis itu terus bergelayut manja di pergelangan tangan Arta.


Sementara itu Arta terus menatap jam di tangannya, remaja itu takut terlambat pergi ke acara grand opening cafe terbarunya yang akan buka pada hari ini.


Sebenarnya hari ini Arta sangat sibuk, ia harus mengurus grand opening untuk cabang cafe terbarunya. Tapi karna Rissa terus merengek memintanya untuk menemaninya jalan-jalan membuat Arta harus terpaksa meminta bantuan Baim untuk menghandle acara itu selagi ia menemani kekasihnya itu jalan-jalan.


Masih ingat kan jika Arta sangat mencintai Rissa. Remaja yang cinta buta kepada Rissa itu tidak bisa menolak permintaan kekasihnya. Apapun yang Rissa inginkan pasti akan Arta kabulkan selama ia bisa memberikannya. Bahkan saking cintanya mungkin nyawa Arta pun akan ia berikan kepada Rissa. Ck ck baru remaja saja sudah bucin akut, pikir author.


"Apa masih ada yang ingin kamu beli?" Tanya Arta.


Rissa menatap semua belanjaan di tangannya yang cukup banyak.


"Kayaknya gak ada lagi deh, ini udah banyak" jawab Rissa nampak bahagia saat memamerkan banyaknya paper bag di tangannya. Semua barang itu di belikan oleh kekasihnya Arta.


Arta membalas dengan anggukan kepala, ia ikut bahagia melihat kekasih hatinya tersenyum bahagia. Apapun akan Arta lakukan agar ia bisa selalu melihat Rissa tersenyum bahagia.


Pasangan remaja itu lantas memutuskan untuk pulang. Arta akan mengantar Rissa pulang ke rumahnya lebih dulu baru setelah itu ia akan pergi untuk menghadiri acara grand opening cafe terbarunya.


Arta dan Rissa ke luar mall dengan bergandengan tangan mesra. Sesekali mereka Arta menggoda Rissa dengan rayuan mautnya membuat sang kekasih tersipu dan itu sangat menggemaskan di mata Arta. Benar-benar pasangan muda yang sangat manis. Siapun pasti akan sangat iri saat melihat mereka bercanda bersama.


Tapi tanpa Arta dan Rissa sadari sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka. Gadis itu tersenyum sinis saat melihat keromantisan pasangan remaja itu.


"Mau beli apa lagi nih?" Tanya Sonia pada kedua sahabatnya Riska dan Yuli.

__ADS_1


Ya saat ini tiga sahabat itu juga sedang berada di mall, mereka tengah berlanja, bahkan tangan ketiganya sudah penuh dengan barang belanjaan, sepertinya mereka habis memborong toko.


"Punya gue udah lengkap, keperluan gue udah ke beli semua" jawab Riska memeriksa semua belanjaannya.


"Kalo lu Yuli?" Tanya Sonia.


"Punya gue masih belum, gue lupa beli barang yang paling penting" ucap Yuli memeriksa barang belanjaannya.


"Ya sudah langsung beli aja, abis itu kita makan. Gue udah laper banget nih" ucap Sonia yang sudah kelaparan karna terlalu lama berkeliling mall.


Mereka bertiga lalu menuju sebuah toko khusus pakaian dalam. Riska dan Sonia mengikuti Yuli yang sudah lebih dulu masuk ke dalam sana.


"Lo masuk aja Sonia, Gue tunggu di luar" ucap Riska pada Sonia.


Pasalnya Riska tahu jika mereka menemani Yuli beli cd pasti sahabat absurdnya itu selalu bikin ulah dan pasti akan membuat orang yang ada di sampingnya malu.


Seperti saat ini saja, Yuli sedang asik mencoba beberapa ****** ***** di tempatnya tanpa memawanya ke ruang ganti membuat orang-orang di sekitarnya menatapnya dengan tatapan aneh. Mungkin mereka pikir gadis agak sedikit kurang.


"Gak deh Ca, gue juga mending nunggu di luar aja" kata Sonia meringis.


Gadis itu juga memilih menunggu Yuli di luar. Ia takut menjadi pusat perhatian orang-orang di sana jika ikut bersama Yuli membeli cd.


Riska dan Sonia akhirnya memutuskan untuk menunggu Yuli di luar toko. Cukup lama mereka menunggu, akhirnya sahabat mereka itu keluar dengan membawa beberapa paper bag di tangannya.


"Cuma beli cd doang lama amat Yuli" kata Riska kesal karna terlalu lama menunggu.


"Iya ngapain aja sih lo di dalam? Sampai keram nih kaki gue nunggu lo beli cd" kata Sonia juga.


"Iya deh Sorry gue lama. Biasa lah ada kendala tadi, tuh penjaga toko susah banget buat di tawar makanya gue tadi lama. Untung gue punya rayuan maut buat dapat banyak diskon jadi, beli satu dapat tiga" ucap Yuli membanggakan dirinya.

__ADS_1


Riska dan Sonia hanya bisa melongo, Pantas tadi sang kasir wanita terlihat kesal saat melayani Yuli, ternyata gadis itu sedang mencoba menawar barang belanjaannya. Padahal jelas-jelas cd itu sedang diskon besar-besaran di mana beli satu maka akan gratis satu. Barang yang sudah diskon saja masih ingin Yuli tawar. Astaga benar-benar bukan main nih cewek satu, pikir Riska dan Sonia.


Riska dan Sonia hanya geleng-geleng kepala, ternyata Yuli lama karna sibuk menawar harga cdnya. Untung saja tadi mereka tidak ikut masuk ke dalam bersama gadis itu jika tidak mereka pasti tidak akan punya muka untuk kembali ke toko itu lagi karna ulah Yuli.


"Kenapa lo berdua tadi gak ikut masuk, kalian gak ingin beli cd juga?" Tanya Yuli.


"Gak Yul kami masih punya banyak stok cd di rumah" ucap Sonia.


"Cih mana ada musim hujan begini masih banyak stokan cd, palingan stokan cd kalian tinggal yang bolong semua" celetuk Yuli terkikik.


Gadis itu sangat suka sekali membuat Sonia marah. Apalagi saat melihat mulut Sonia yang manyun seperti saat ini, membuat Yuli makin tertawa saja.


"Mana Ada begitu" jawab Sonia kesal.


Enak saja stokan cdnya di bilang pada bolong semua. Emang Sonia semiskin itu apa sampai hanya ada stokan cd bolong di lemarinya. Sonia adalah anak dari seorang pengusaha real estate yang sukses di kota itu. Apalagi Sonia adalah anak perempuan satu-satunya pasti ia sangat di sayang oleh orang tuanya. Apapun yang inginkan Sonia pasti di kabulkan orangtuanya.


Jadi mana mungkin Sonia punya cd yang pada bolong di lemarinya. Jangankan di lemarinya ada cd yang bolong, baju yang sudah gadis itu pakai saja tidak pernah ia pakai dua kali, alias setelah di pakai langsung di buang. Sultan banget kan.


"Ngaku aja Sonia, gue gak papa kok. Sebagai sahabat yang baik gue pasti akan jaga rahasia lo yang satu itu" ucap Yuli cekikikan.


Belum sempat Sonia membalas ucapan Yuli, suara merdu Riska keluar lebih dulu, membuatnya mendengus kesal.


"Stop debat tentang cd cd an. Kita jadi makan gak nih? gue udah laper" kata Riska menengahi perdebatan itu, sebelum membuatnya malu.


Mungkin jika yang mereka debatkan tentang ekonomi dunia atau pun politik dunia tidak akan jadi masalah untuk Riska. Tapi yang mereka debatkan saat ini adalah tentang cd yang bolong, bagaimana tidak membuat malu coba, bisa turun harga diri Riska jika perdebatan itu di biarkan berlanjut. Apalagi kedua sahabatnya berdebat dengan suara yang cukup nyaring membuat mereka seketika jadi pusat perhatian orang-orang di mall itu.


"Gue juga laper" ucap Sonia si tukang makan "oh ya, gimana kalau kita makan di cafe yang di rekommended sepupu gue aja, katanya tuh cafe bagus banget dan baru buka hari ini" usul Sonia.


"Terserah kalian aja deh" jawab Riska pasrah.

__ADS_1


Sementara itu Yuli hanya mengikut kedua sahabatnya saja.


Setelah ketiganya sepakat, akhirnya mereka memutuskan untuk makan di kafe yang katanya baru buka itu.


__ADS_2