
"Maaf, permisi Bu" ucap seorang remaja tampan yang tiba-tiba datang dan ingin masuk ke dalam apartemen tapi terhalang oleh dua ibu-ibu yang berada tepat di depan pintu membuatnya tidak bisa masuk ke dalam.
Ya dia adalah Arta yang baru saja menyelesaikan rutinitas paginya di hari libur, joging pagi untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat.
Arta terlihat sangat keren dengan baju olahraga yang pas menempel di tubuh bidangnya, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat proporsional. Apalagi saat buliran keringat menetes di wajah tampannya membuatnya terlihat sangat seksi. Wanita manapun pasti tidak akan sanggup untuk tidak melihatnya.
Arta mengusak-usak rambutnya yang basar karna keringat. Ah sial, tanpa sadar Arta membuat tiga wanita beda rupa dan usia itu melongo karna ulahnya. Astaga Arta benar-benar sangat keren, pesona yang di milikinya sungguh luar biasa.
Arta mengernyit bingung melihat tiga wanita di depannya yang diam tak bergerak bagai patung. Bagaimana ia bisa masuk ke dalam apartemen jika ketiga wanita itu masih menghalanginya? Padahal ia sangat lelah dan ingin segera mandi, membersihkan tubuhnya yang lengket karna keringat setelah berolahraga tadi.
Eheemmm...
Riska berdehem menyadarkan dua ibu-ibu di depannya yang masih setia menatap Arta.
"Cih dasar ibu-ibu gak tahu diri, lihat yang bening dikit udah ngeces. Ingat umur Bu" batin Riska.
Ck Riska tidak sadar jika dirinya tadi juga ikut menikmati ketampanan Arta.
"Kamu Arta kan, adeknya Riska?" Tanya Bu Erna pada bocah tampan di depannya. Ia yakin jika bocah tampan itu adalah Arta adek dari Riska, calon menantunya nanti.
"Perkenalkan nama saya Erna" lanjut Bu Erna mengulurkan tangannya ke arah Arta.
__ADS_1
"Eh iya Bu, saya Arta Amandinta" jawab Arta kikuk menyambut uluran tangan Bu Erna, dari mana ibu-ibu ini tahu jika ia adalah Arta dan juga apa tadi adeknya Riska. Kenapa mereka menganggapnya sebagai adek dari Riska? Tapi baguslah jika mereka menganggapnya begitu, berarti ibu-ibu itu tidak tahu jika ia dan Riska adalah pasangan suami istri.
"Perkenalkan juga nama saya Tika" ucap Bu Tika langsung mengambil alih tangan Arta dari Bu Erna.
Riska hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua ibu-ibu itu.
"Arta Amandinta" jawab Arta tersenyum.
Ah Bu Tika di buat melayang oleh pesona Arta. Bisa di pastikan mungkin Bu Erna tidak akan mencuci tangannya selama seminggu, takut bekas tangan lembut Arta akan hilang di tangannya.
"Ya Tuhan, tampanya camanku" puji Bu Erna pada bocah laki-laki di depannya saat ini yang sudah mempunyai istri tapi sayangnya ia tidak tahu.
Arta menautkan kedua alisnya saat mendengar ibu Erna menyebutnya dengan calon mantu. Maksudnya apa, pikirnya.
Tapi Arta tidak ambil pusing dengan itu semua, yang ia inginkan saat ini adalah segera masuk ke apartemen dan mandi.
"Maaf Bu Erna, Bu Tika saya ingin masuk ke dalam" ucap Arta yang ingin segera masuk ke apartemen tapi masih di halangi tiga wanita beda rupa dan usia.
Bagaimana Arta masuk jika mereka bertiga masih berdiri di depan pintu?.
"Jangan panggil aku Ibu tapi panggil aku Mommy. M O M M Y" kata Bu Erna mengeja kata Mommy di akhir.
__ADS_1
Membuat Riska memutar kedua bola matanya malas" dasar Ibu-ibu no secret" batinnya.
Sepertinya Bu Erna benar-benar akan menjadikan Arta sebagai menantunya. Buktinya secara terang-terang dia menyuruh Arta untuk memanggilnya dengan sebutan Mommy.
Jika saja Bu Tika juga punya anak perempuan sudah pasti ia juga akan menargetkan Arta menjadi menantunya. Tapi sayangnya kedua anak Bu Tika adalah laki-laki membuatnya tidak bisa menjodohkanya dengan Arta.
Sementara Arta tersenyum kikuk, apa maksud Bu Erna pikirnya? Menyuruhnya untuk memanggilnya Mommy. Tapi tak apalah bagi Arta, terserah Bu Erna saja yang penting sekarang ia bisa masuk ke apartemen.
"Eem iya Mommy, bolehkah sekarang Arta masuk Mom" ucap Arta yang tak betah lagi berlama-lama di luar.
"Tentu saja camanku sayang silahkan" jawab Bu Erna dan kedua ibu-ibu paruh baya itu lalu membuka jalan agar Arta bisa masuk.
"Camanku nanti jangan lupa ke taman bawah ya untuk dukung Mommymu ini" kata Bu Erna.
Sementara itu hanya tersenyum mengangguk lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam apartemen.
Akhirnya dengan segala dan bujuk rayu, Bu Erna dan Bu Tika berhasil membuat Riska bergabung di tim mereka. Semua bukan tanpa alasan kenapa kedua ibu-ibu itu bersikeras membawa Riska masuk ke tim mereka.
Alasannya adalah tim mereka kekurangan satu satu orang untuk melawan tim ibu-ibu julid musuh bebuyutan para ibu-ibu no secret di perlombaan nanti. Oleh karens itu Bu Erna dan Bu Tika memaksa Riska untuk bergabung dengan tim mereka agar bisa melawan tim ibu-ibu julid.
Awalnya Riska Menolak untuk bergabung di tim ghibah itu, takut dosa. Karna Riska mengira tim itu adalah tim untuk mengghibah orang lain. Tapi setelah mendapat penjelasan dari Bu Erna dan Bu Tika yang mengatakan jika tim itu bukanlah tim untuk menghibah melainkan tim untuk acara perlombaan 17 an hari ini. Dan usaha mereka tidak sia-sia Riska setuju bergabung di tim mereka.
__ADS_1