Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 47 (Hanya mimpi)


__ADS_3

Di sebuah jalan tol yang sepi terlihat dua buah mobil saling kejar-kejaran.


Sebuah mobil sedan mewah melaju dengan kecepatan penuh, menghindari mobil jeep yang tengah mengejarnya di belakang.


Cuaca yang hujan membuat jalanan tampak sepi sehingga tak seorang pun yang melihat kejadian itu.


Tiga orang manusia yang berada di mobil mewah itu nampak ketakutan. Mereka sangat panik karna mobil jeep di belakang terus mengejar mobil mereka.


"Bagaimana ini Mas? Kenapa mereka terus mengejar kita? Sebenarnya siapa mereka?" Tanya sang istri pada suaminya yang tengah fokus menyetir mobil.


Tubuhnya bergetar ketakutan, ia terus memeluk erat sang buah hatinya yang tengah menangis ketakutan sama seperti dirinya.


"Tenanglah sayang. Percayalah tidak akan terjadi apa-apa pada kita" jawab sang suaminya menenangkan, padahal ia juga sangat khawatir dengan keselamatan anak dan istrinya.


Tapi sebagai seorang suami dan ayah ia harus menjadi kuat demi keluarga tercintanya.


Mobil melaju semakin cepat bahkan kini mobil jeep itu telah berada di samping mobil sedan dan memepet mobil mewah itu.


Ciiittt.... braakk....


Benturan keras terjadi antara mobil sedan dan mobil jeep.


Penumpang wanita di mobil sedan berteriak histeris, bahkan kini ia sudah menangis.


"Bunda Ana takut" ucap gadis kecil di pangkuan sang bunda, tubuhnya bergetar saking takutnya dengan kejadian tadi. Gadis kecil itu menangis sesegukan seraya memeluk erat sang Bunda.


"Tenanglah sayang, Bunda akan melindungimu" ucap sang Bunda seraya mengelus sayang pucuk kepala sang buah hati berharap bisa mengurangi sedikit ketakutan gadis kecil itu.


Wanita itu cuma bisa berharap semoga mereka segera sampai di rumah agar semua ini cepat berakhir.

__ADS_1


"Pegangan yang erat" teriak sang suami.


Aaaaa.... braakk...


Mobil jeep menabrak mobil sedan membuat mobil itu oleng ke pinggir jalan. Beruntung sang suami bisa mengendalikan mobil itu dengan baik sehingga dapat menghindari terjadinya kecelakaan.


Setelah di rasa mobil sedan kembali stabil, mobil jeep itu kembali menghimpit mobil mewah di sampingnya. Sepertinya mereka sengaja ingin membuat penumpang mobil sedan itu celaka.


Dengan gesit sang suami menghindari himpitan itu dengan menambah kecepatan laju mobilnya, di saat mobil melaju dengan sangat kencang tiba-tiba saja datang mobil lain dari arah yang berlawanan.


"Mas awasss...." teriak istrinya.


Sang suami terkejut dan langsung membanting stir demi menghindari kecelakaan tersebut.


Seluruh penumpang mobil itu berteriak histeris, mobil yang mereka tumpangi oleng dan terjun bebas ke jurang.


Riska berteriak histeris dan terbangun dari tidurnya. Napasnya terengah-engah, bulir keringat dingin membasahi pelipisnya.


"Aahhh... ternyata cuma mimpi" ucap Riska mengusap wajahnya kasar. Jantungnya masih berdegub kencang seakan mimpi tadi benar-benar nyata.


Riska menatap jam di atas nakas, ternyata ini sudah pagi. Gadis itu lalu bergegas ke kamar mandi, hari ini ia harus kuliah.


Selesai mandi, Riska kemudian berpakaian dan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Pagi ini Riska memasak nasi goreng, selesai memasak gadis itu lalu menghidangkan 2 piring nasi goreng ke meja makan, tak lupa ia juga menyiapkan segelas susu coklat kesukaan Arta.


"Selesai..." ucap Riska menepuk-nepuk tangannya.


Tak berapa lama Arta datang dengan pakaian seragam sekolah lengkap, siap untuk pergi sekolah.

__ADS_1


"Ciee... sekarang si cantik udah jadi tampan" goda Riska kala melihat penampilan Arta yang sudah rapi dan tampan.


Arta mendelik tajam menatap Riska, sementara yang di tatap malah tergelak.


"Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya Arta mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin mendengar Riska meledeknya.


Jika mengingat kejadian kemarin, Arta merasa sangat malu, Ia menyesal ikut lomba itu. Semua penghuni apartemen ini pasti sudah melihat wajah barbienya. Apalagi kemarin seharian full Arta kesana kemari dengan wajah cantiknya itu. Ah sial, Arta serasa tidak punya muka lagi untuk berhadapan dengan mereka.


"Cieee.... si cantik mulai perhatian" ledek Riska lagi. Ia sangat senang menggoda Arta, apalagi saat melihat wajah remaja tampan itu berubah kesal, Riska sangat menyukainya.


Jika biasanya Arta yang menggoda Riska kini gantian jadi Riska yang menggoda Arta.


Arta melotot mendengar Riska kembali menggodanya.


"Kak Riska aku serius..." pekik Arta kesal.


Ternyata gadis itu juga hobi menggoda orang lain.


Riska terkekeh melihat kekesalan Arta, ternyata bocah ingusan itu sangat menggemaskan saat marah.


"Sepertinya yang kau lihat, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir aku sudah sangat sehat, bahkan saking sehatnya aku mungkin bisa berangkat ke kampus dengan berlari" kata Riska lebay.


Mana mungkin Riska berangkat ke kampus dengan berlari bisa lepas kaki cantiknya itu.


Arta menggukkan kepalanya"Eemm baguslah kalau begitu" jawab Arta.


Arta cukup khawatir dengan keadaan Riska, kemarin saat ia meninggalkan Riska, gadis itu masih terlihat pucat. Tapi sekarang sepertinya Arta percaya jika Riska sudah baik-baik saja, melihat bagaimana semangatnya gadis itu saat menggodanya tadi.


Selesai sarapan Arta dan Riska berangkat ke sekolah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2