Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 07 (Omlet)


__ADS_3

Riska terperanjat kaget saat tangannya tiba-tiba di tarik seseorang, hampir saat ia berteriak. Tapi setelah mengetahui jika Ryo yang menarik tangannya ia terdiam.


Kini mereka sudah berada di tempat yang agak sepi di rumah tersebut.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo" kata Ryo to the point.


"Iya ngomong aja" jawab Riska.


"Kenapa lo gak nolak perjodohan ini? Apa lo sengaja mau jadi istri gue?" Tanya Ryo langsung.


Mendengar pertanyaan Ryo, Riska hanya menghela napas panjang.


"Gue tidak menolak perjodohan ini karena gue gak bisa nolak keinginan Mama dan Papa gue. Mereka ingin kita menikah Yo" jawab Riska. Sebenarnya ia tidak punya perasaan apapun terhadap Ryo. Tapi karena kedua orang tuanya menginginkan ia untuk menikah dengan Ryo, dengan terpaksa Riska menyetujuinya. Karena tidak mungkin ia menolak keinginan kedua orang tua angkatnya yang telah membesarkannya dengan sangat baik.


"Itu pasti cuma akal-akalan lo kan supaya lo bisa nikah sama Gue? Jangan-jangan lo suka ya sama gue, sehingga lo setuju dengan perjodohan ini, iya?" kata Ryo menuduh Riska.


Riska tersenyum remeh mendengar tuduhan Ryo.


"Lo jangan kebanyakan ngehalu deh Yo. Gue suka sama Lo itu sama sekali gak benar" kata Riska membantah tuduhan Ryo.


"Pokoknya lo harus batalin perjodohan ini karena gue gak mau nikah sama lo" ucap Ryo tegas, ia harus membuat Riska membatalkan perjodohan ini.


Riska memutar kedua bola matanya malas.


"Siapa juga yang mau nikah sama Lo" batin Riska.


"Maaf gue gak bisa batalin perjodohan ini karena gue gak mau lihat Nyokap dan Bokap gue kecewa" kata Riska jujur.


Riska sangat menyangi kedua orang tuanya. Mereka telah membesarkan Riska dengan penuh kasih sayang. Jadi apapun yang di inginkan kedua orang tuanya ia akan menurutinya. Walaupun ia harus mengorbankan perasaannya sendiri.


"Oke. Kalau lo gak mau batalin perjodohan ini, gue yang akan melakukannya karena gue gak akan membiarkan pernikahan ini terjadi" ucap Ryo mengancam.


"Terserah lo deh. Gue gak peduli" kata Riska berlalu meninggalkan Ryo seorang diri. Ia tidak peduli dengan ancaman Ryo.


"Arrggghhh.... Siall!!!" teriak Ryo kesal meninju udara.

__ADS_1


Flashback End


Riska tersadar dari lamunannya karena perutnya tiba-tiba berbunyi minta di isi. Ia pun segera bangun dan mandi. Selesai mandi dan berpakaian, Riska pergi ke dapur untuk membuat makanan.


Sementara di kamar Arta, setelah melihat-lihat isi kamarnya ia langsung tertidur.


Riska membuka kulkas untuk mencari sesuatu yang bisa ia masak.


"Masak apa ya? Eemmm omlet aja deh lebih gampang dan cepat" kata Riska berbicara sendiri.


Riska pun mulai memasaknya, ia sibuk berperang dengan peralatan dapurnya.


Sementara di kamar, Arta terbangun karena mencium aroma masakan dan perutnya pun juga sudah terasa lapar. Arta segera bangun dari tempat tidurnya dan melangkah menuju dapur.


Di dapur, Arta melihat Riska yang sibuk memasak. Ia lalu menuju kulkas dan mengambil minuman dingin serta buah pisang, kemudian duduk di kursi meja makan sembari memperhatikan Riska yang tengah sibuk memasak.


Riska yang merasa sedang diperhatikan langsung menoleh ke arah meja makan. Terlihat Arta dengan rambut yang acak-acakan dan muka bantalnya sedang memakan buah pisang menjadikan dia terlihat sangat tampan.


"Ternyata dia sangat tampan. Eeh apa-apan ini sadar Ca dia itu hanya bocah" batin Riska.


"Lagi buat apa?" tanya Arta.


"Boleh deh, aku juga mau satu" kata Arta. Kemudian menghabiskan buah pisang yang di makannya dan melemparkan kulit pisang itu sembarangan ke tempat sampah yang berada di dekat kaki Riska. Sudah menjadi kebiasaan Arta jika sehabis memakan buah pisang ia akan langsung melemparkan kulitnya sembarangan ke tempat sampah.


Tak menunggu lama omlet pun matang, Riska segera berjalan menuju meja makan dengan kedua tangan yang memegang piring omlet.


"Ini omletnya, selamat menikmati" kata Riska meletakkan piring berisi omlet di hadapan Arta.


Arta memperhatikan omlet buatan Riska yang terlihat cukup enak. Ia lalu memasukkan omlet itu ke mulutnya dan tak di duga ternyata omlet buatan Riska sangat enak. Rasanya sangat berbeda dari omlet yang biasa ia makan.


"Bagaimana rasanya, enak kan?" tanya Riska sembari memperhatikan Arta yang tengah memakan omlet buatannya.


Saat ini mereka berdua sudah duduk di meja makan.


"Gak! Biasa aja" sangkal Arta padahal omletnya sangat enak, tapi dia gengsi untuk mengatakannya kepada Riska.

__ADS_1


Riska yang mendengar rasa omlet buatannya biasa saja hanya mendengus kesal. Akhirnya ia juga ikut memakan omlet tersebut.


"Biasa bagaimana? orang omletnya enak gini kok" kata Riska.


Setelah menghabiskan makanannya, Arta kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya karena besok pagi ia harus pergi ke sekolah. Sedangkan Riska setelah makan ia langsung mencuci piring bekas makan mereka.


"Cih, dia bilang rasanya biasa aja, tapi piring bekas makanya bersih tidak bersisa gini" gerutu Riska sambil mencuci piring.


Setelah mencuci piring Riska juga kembali ke kamarnya.


***


Pagi ini Riska tidak masuk kuliah karena ia masih cuti sampai besok. Jadi, untuk mengisi waktu luangnya hari ini ia berencana menjenguk Denis di rumah sakit kemudian pergi ke kantor Papanya.


Riska duduk di kursi meja makan dengan selembar Roti tawar yang telah di olesinya dengan selai coklat. Tak berapa lama Arta datang dan langsung duduk di kursi meja makannya.


"Mau sarapan apa?" Tanya Riska kepada Arta.


Walaupun pernikahan mereka terjadi karena keterpaksaan tetapi Riska paham akan statusnya sebagai istri Arta. Jadi ia akan tetap menghormati dan melayani Arta sebisanya. Bukan hanya itu ia juga sudah berjanji kepada Mami Vivita untuk menjaga Arta dengan baik.


"Aku tidak ingin sarapan, aku hanya ingin minum susu coklat saja" jawab Arta.


Arta memang sangat menyukai susu coklat. Sudah menjadi kebiasaannya untuk minum susu coklat setiap pagi sebelum ia berangkat ke sekolah.


"Baiklah tunggu sebentar aku akan membuatkannya untukmu" kata Riska dan langsung berdiri dari tempat duduknya membuatkan susu coklat untuk Arta.


Setelah selesai membuat susu coklat, Riska kembali ke kursinya dan melanjutkan sarapannya yang tertunda. Begitupun dengan Arta, ia juga langsung meminum susu coklat yang telah di buatkan Riska untuknya.


"Apa hari ini kamu akan pergi ke sekolah?" Tanya Riska di sela-sela makannya.


"Iya, hari ini aku akan berangkat ke sekolah, memangnya kenapa?" kata Arta setelah meminum susunya.


"Tidak apa-apa. Apa mau aku antar? Sekalian aku juga mau ke kantor Papa" tawar Riska, yang tahu jika Arta tidak membawa mobilnya. Karena kemarin saat mereka pulang ke apartemen, mereka menggunakan mobil Riska.


"Tidak perlu. Aku sudah meminta salah satu temanku untuk menjemputku" kata Arta kemudian menghabiskan susu coklatnya yang tinggal sedikit.

__ADS_1


Sebelumnya Arta memang sudah menghubungi seorang temannya untuk menjemputnya pagi ini.


Jangan lupa untuk like dan komen Ya😂💚


__ADS_2