Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 09 (Cerita yang mengantung)


__ADS_3

"Oke gue akan cerita sama lo, tapi lo harus janji jaga rahasia gue. Gue gak mau sampai orang lain tahu" kata Arta. Rasanya tidak nyaman juga menyembunyikan sesuatu dari sahabatnya itu. la memutuskan untuk menceritakan tentang pernikahannya kepada Baim.


"Lo kayak gak kenal gue aja Ar. Tenang aja, gue pasti jaga rahasia lo kok" Baim menyakinkan Arta.


"Oke gue percaya. Sebenarnya gue..." kata Arta menggantung nampak ragu. Apa ini pilihan yang tepat menceritakan rahasianya kepada Baim, tapi Baim adalah sahabatnya.


"Gue apa?" Tanya Baim penasaran.


"Sebenarnya gue..." kata-katanya kembali mengantung karena kedatangan Rissa.


"Hai! Beb lagi ngomongin apa sih? Kok serius banget" tanya Rissa, yang tiba-tiba datang dan langsung bergelayut manja di tangan Arta, membuat kata-kata yang tadi akan keluarkan Arta tertahan kembali.


"Gak kok, kita gak lagi ngomongin apa-apa, iya kan Im" kata Arta berbohong, ia memberi kode ke Baim agar diam.


"Sepertinya gue gak bisa cerita sekarang ke Baim soal pernikahan gue sama kak Riska" batin Arta.


Arta mengurungkan niatnya untuk bercerita ke Baim. Saat ini Rissa sedang berada di dekatnya. Ia tidak ingin Rissa tahu jika dirinya sudah menikah.


"Iya" jawab Baim kesal kala melihat kode yang di berikan Arta.


Baim kesal dengan kedatangan Rissa dan kedua antek-anteknya yang mengacaukan acaranya dengan Arta. Apalagi di sana ada Yemi sahabat dari pacar Arta yang selalu mencari perhatian padanya.


Baim sangat membenci Rissa. Sebenarnya selama ini ia menentang hubungan Arta dengan Rissa. Alasan yang membuat Baim membenci Rissa adalah ia pernah melihat Rissa jalan bersama dengan pria lain. Hal itu ia ceritakan kepada Arta, tapi bodohnya sahabatnya itu tidak mempercayainya dan menganggapnya hanya berbohong.


"Dasar para penghuni Rawa, menggangu saja. Itu Arta kenapa ceritanya pake di gantung-gantung segala sih, gue kan jadi penasaran. Untung saja bukan hubungan yang dia gantung, kan sakit kalo sampai kena gantung" kata Baim mendumel dalam hatinya.


Baim memang menjuluki Rissa dan teman-temannya dengan sebutan penghuni Rawa yang berarti ratu sandiwara.


"Hai ayang Baim" sapa Yemi manja pada Baim seraya merangkul tangan Baim.


"Ayang-ayang, pala lo tuh peyang. Sana jauh-jauh" kata Baim sambil menghempaskan tangan Yemi.


"Eiih kok ayang Baim kasar banget sih sama Yemi" kata Yemi cemberut.


"Biarin gak peduli gue" balas Baim kesal.


Sementara Novi hanya diam melihat drama mereka.


"Kamu udah pesen makanan Beb?" Tanya Rissa.


Ya saat ini mereka semua memang sedang berada di kantin sekolah karena sedang jam istrahat.


"Belum, kamu aja yang pesen aku masih kenyang" jawab Arta.


"Ya udah deh aku pesen dulu, kamu tunggu sini ya" kata Rissa dan Arta pun hanya menganggukan kepalanya.


"Sa sekalian ya pesenen punya gue" kata Novi.

__ADS_1


"Gue juga ya Sa" kata Yemi.


"Iya" balas Rissa. Dia pun kemudian pergi untuk memesan makanan.


***


"Ar sepertinya hari ini kita harus ke kafe kita di jalan Y untuk memeriksa keuangan di sana" kata Baim.


Kini mereka berdua sedang berada di parkiran sekolah karena tadi beberapa saat lalu bel pulang sudah berbunyi.


"Oke kita ke sana" jawab Arta.


Mereka berdua lalu menuju kafe X di jalan Y dengan Baim yang menyetir mobil.


"Oh iya gue lupa nanya sama lo. Lo tadi mau cerita apa?" Tanya Baim sambil menoleh ke arah Arta kemudian kembali ke jalan. Ia Masih penasaran dengan cerita Arta yang tadi sempat menggantung saat di kantin.


"Cerita yang mana?" Tanya Arta bingung.


Arta melupakan cerita yang tadi sempat ia gantung karena kedatangan Rissa dan kedua antek-anteknya.


"Itu cerita yang sempat lo gantung waktu di kantin tadi" ucap Baim mengingatkan Arta.


"Ooh... itu, tapi lo bisa jaga rahasiakan" kata Arta kembali ketika mengingat kejadiaan di kantin tadi.


"Ya elah Ar, gue kan udah bilang sama lo kalau gue bakal jaga rahasia lo. Lo tenang aja, rahasia lo aman sama gue" kata Baim meyakinkan Arta.


"Oohh... jadi lo udah nikah" kata Baim mengangguk anggukkan kepalanya belum sadar dengan ucapan Arta.


"Whaattt...lo udah nikah!!!" teriak Baim terkejut, setelah sadar dengan apa yang di ucapkan Arta dan dengan refleks menginjak rem mobil.


Ciittt...


Bruukkk...kepala Arta terkena dasbord mobil.


"Baim...!!! lo mau bikin gue mati ya" teriak Arta kesal.


"Sorry sorry bro, gue gak sengaja. Abisnya gue kaget banget" sesal Baim, ia benar-benar tidak berniat untuk mencelakai Arta tapi pengakuan sahabatnya barusan membuatnya benar-benar sangat terkejut.


"Tuh kan memar jidat gue" kata Arta sambil melihat jidatnya di depan cermin.


"Gue minta maaf Ar, gue benar-banar gak sengaja" kata Baim lagi.


Arta hanya mendengus kesal.


"Lo beneran udah married Ar? Sama siapa? Lo married sama Rissa?" Cecar Baim kepada Arta.


Baim benar-benar tidak menyangka Arta sudah menikah. Ia pikir Arta menikah dengan Rissa karena hanya Rissa lah wanita yang saat ini sedang menjalin hubungan dengan Arta.

__ADS_1


Belum sempat Arta menjawab pertanyaannya, Baim kembali bersuara.


"Ck ck gue gak nyangka Ar ternyata lo bisa kaya gitu juga, gue pikir selama ini lo itu tulus sama Rissa dan gak mungkin lo rusak dia tapi ternyata" kata Baim geleng-geleng kepala. "Lo apain tuh anak orang sampai lo harus nikahin dia?" kata Baim lagi.


Buukkk...


"Aawww... Njir sakit woy" pekik Baim seraya mengusap-usap kepalanya yang kena toyor Arta.


"Makanya kalau ngomong jangan sembarangan. Mana mungkin gue berani mengerusak anak orang" kesal Arta, bisa-bisanya Baim berpikiran buruk tentang dirinya. Mana mungkin ia berani macam-macam dengan Rissa karena bagi Arta seorang laki-laki yang baik harus menjaga kehormatan wanita bukan malah merusaknya.


"Dan satu lagi gue gak married sama Sasa" jawab Arta.


Sasa adalah panggilan sayang yang diberikan Arta untuk Rissa.


"Hah terus lo married sama siapa dong kalau bukan sama Rissa. Lo punya selingkuhan Ar? Gue pikir selama ini lo benar-benar sayang sama Rissa"" tanya Baim lagi, heran karena Arta tidak menikah dengan Rissa. Jika Arta tidak menikah dengan Rissa berarti selama ini Arta punya selingkuhan di luar sana.


"Ya enggak lah. Mana munggkin gue punya selingkuhan, gue kan sayang banget sama Sasa" jawab Arta cepat.


Arta memang sangat sayang dengan Rissa. Saat ini hanya ada Rissa di hatinya. Rissa adalah satu-satunya perempuan yang telah ngisi seluruh hatinya.


"Terus lo nikah sama siapa?" Tanya Baim lagi bingung. Siapakah wanita yang Arta nikahi jika bukan Rissa.


"Makanya dengerin gue dulu jangan lo potong kalau gue lagi ngomong" kata Arta sedikit kesal karena Baim selalu bertanya, tanpa sempat ia memberikan penjelasan.


"Oke gue akan dengerin lo. Lo boleh cerita sekarang" jawab Baim.


Baim kemudian memfokuskan pendengarannya, agar ia dapat menangkap semua cerita Arta.


"Sebenarnya gue nikah sama Kak Riska, karena gue..." kata Arta terpotong lagi, karena Baim kembali melayangkan pertanyaan.


"Whaatt... lo serius Ar. Lo nikah sama Kak Riska. Mahasiswi di universitas depan sekolah kita itu kan? Bukannya lo bilang dia di jodohin sama abang lo?" Kata Baim tanpa sadar kembali memotong ucapan Arta, karena yang Baim tahu Ryo lah yang akan menikah dengan Riska.


Melihat Baim kembali memotong ucapannya, membuatnya jengkel. Ingin rasanya Arta menyumpal mulut Baim dengan sepatunya karena terus memotong ucapannya.


"Iya, makanya gue bilang dengerin gue dulu" geram Arta, kesal ucapannya terpotong lagi.


"Oke-oke gue diam sekarang" kata Baim sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


"Iya, gue terpaksa nikah dengan Kak Riska untuk menyelamatkan nama baik keluarga gue karena bang Ryo kabur dari pernikahan" kata Arta dengan lesu. Ia tidak tahu alasan mengapa Ryo melarikan diri di hari pernikahannya kemarin. Mengakibatkan ia harus menjadi korban atas perbuatan Ryo. Ia terpaksa menikahi Riska untuk menyelamatkan nama baik keluarganya.


"Gila lo Ar bisa nikah sama cewe secantik Kak Riska. Kalau gue sih jadi lo gue bersyukur banget bisa married dengan cewek secantik Kak Riska" Tanya Baim sambil geleng-geleng kepala tidak percaya. Ia merasa Arta adalah pria sangat beruntung karena bisa menikah dengan wanita secantik Riska.


HAI PARA REATERS ( READERS TERSAYANG) JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN KOMENNYA YA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA


DAN JANGAN LUPA JUGA UNTUK FOLLOW AUTHOR


TERIMAKASIH😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2