Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 30 (Poor Arta)


__ADS_3

"Hai anak lembek!" Sapa salah seorang anak di antara mereka.


Jika dilihat dari seragam yang mereka kenakan sepertinya mereka satu sekolah dengan Arta.


Sedangkan Arta hanya diam menatap empat orang di depannya tanpa menjawab sapaan mereka.


"Tumben lo Bek sendirian, teman cewek lo pada kemana?" Ejek salah seorang di antara mereka lagi.


Arta masih diam, perasaannya berubah tidak enak dengan kehadiran empat anak di depannya. Arta mulai waspada dengan


"Palingan juga pada main barbie. Lo gak ikut main Bek?" Ejek mereka lagi dan menertawakan Arta.


Arta mulai waspada, sedikit pun dia tidak berniat merespon ucapan mereka. Dia memilih diam tidak ingin mengundang masalah.


"Liat deh tas sama sepatunya, semuanya warna pink" katanya lagi dan kembali tertawa.


"Iya, tapi... tas sama sepatu lo boleh juga. Buat kita aja ya" kata salah satu dari 4 anak itu dan langsung merebut tas Arta.


Dengan sigap Arta mempertahankan tas miliknya agar tidak di ambil empat anak nakal itu.


"Pergi kalian, jangan ganggu aku" geram Arta marah dan menghempaskan tangan mereka yang memegang tas kesayangannya.


"Hei hei ternyata dia berani juga" kata mereka.


Dua orang dari mereka langsung memegang tubuh Arta, sementara dua lainnya merebut tas Arta dengan paksa. Arta meronta ingin melepaskan diri, tapi kalah kuat dengan orang yang memegangnya.


Mereka mengeluarkan semua isi tas Arta dan menghambur-hamburkannya di tanah.


"Jangan, aku bilang jangan. Kembalikan tasku" geram Arta melihat isi tasnya berhamburan di mana-mana.


Arta tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak mampu melawan karena kalah jumlah dari mereka.

__ADS_1


Tidak hanya sampai di situ, mereka bahkan menginjak-injak tasnya, membuat Arta menangis tanpa bisa melakukan perlawanan.


Hiks... hiks... hiks...


"Hahaha... Rasakan ini" ucap salah satu dari mereka sambil terus menginjak-injak tas Arta.


"Dasar anak lembek, makanya jadi laki-laki itu jangan lembek" kata mereka lagi.


Mereka semua tertawa, merasa puas dengan apa yang telah mereka lakukan kepada Arta si anak lembek.


Arta masih terus menangis, ia berharap sopirnya segera datang dan menolongnya.


"Hei... Berhenti. Apa yang kalian lakukan padanya" Teriak seorang gadis kecil yang tiba-tiba datang dan langsung menghampiri mereka semua.


Membuat mereka semua menatap ke arah gadis itu.


"Lepaskan dia. Pergi kalian jangan menggangunya" ucapnya lagi yang tadi melihat anak-anak itu mengganggu salah satu anak di antara mereka.


"Siapa bilang perempuan gak boleh ikut campur urusan laki-laki. Kalau laki-lakinya kaya kalian aku harus ikut campur, kalau perlu aku akan menghajar kalian semua karena berani telah membuli teman sendiri" ucapnya menantang.


"Ck cewek lemah kaya lo mana mampu melawan kami, apalagi kami ada 4 orang. Mending lo pulang deh sebelum kami lo nangis" ejek mereka dan tertawa.


Membuat gadis kecil itu menggeram karena di sebut lemah. Sepertinya ia harus memberi pelajaran pada ke empat anak nakal itu.


"Dasar anak kurang ajar, perlu di hajar kayaknya baru mau diam" ucapnya geram dan langsung memukul dua anak laki-laki yang sedang memegang Arta.


Kedua anak itu pun langsung terjatuh ke tanah karena terkena pukulan dari gadis kecil itu. Ah walaupun dia seorang cewek ternyata pukulannya kuat juga.


"Pergi kalian sebelum aku benar-benar menghajar habis kalian semua" ucapnya dan langsung menghampiri Arta.


"Kamu gak papa kan?" Tanyanya.

__ADS_1


Arta menganggukkan kepalanya.


"Iya Kak, aku gak papa kok" jawab Arta


Gadis kecil itu lalu membantu Arta mengumpulkan isi tasnya yang berhamburan di tanah.


Buukkk...


Salah satu anak laki-laki mendorong tubuh gadis kecil itu dan langsung tersungkur ke tanah, mengakibatkan siku tangannya mengeluarkan darah berdarah.


"Kakak" Teriak Arta dan langsung membantunya berdiri.


"Sikumu berdarah" kata Arta, wajahnya jelas menampakkan khawatiran.


"Kami sudah bilang jangan ikut campur dengan urusan kami" kata mereka.


"Beraninya kalian" geram gadis itu.


Gadis kecil itu benar-benar marah, tanpa memperdulikan sakit di tangannya dia langsung menghajar ke empat anak laki-laki itu dengan membabi buta.


"Dasar anak nakal, kalian harus di beri pelajaran" marahnya dan terus memukuli ke empat anak itu tanpa ampun, seperti orang kesurupan.


Membuat ke empat anak laki-laki itu babak belur. Mereka semua langsung lari terbirit-birit meninggalkan Arta dan gadis itu.


Sementara itu Arta melongo takjub. Ia sedikit syok melihat kejadian di depannya. Seorang gadis kecil bisa menghajar habis empat orang anak laki-laki sekaligus.


"Apa kamu tidak baik-baik saja? Sikumu terus mengeluarkan darah" kata Arta takut-takut.


Arta bergidik ngeri mengingat kejadian tadi, di mana gadis di hadapannya ini mengamuk dan memukuli habis anak-anak yang mengganggunya.


Tapi sesaat kemudian Arta meringis melihat keadaan gadis itu. Rambutnya acak-acakan seperti orang gila dengan hidung yang berdarah dan tersenyum menatapnya. Ya gadis itu tadi sempat terkena pukulan dari salah satu anak nakal tersebut.

__ADS_1


"Iya kamu tenang saja, aku tidak apa-apa" jawabnya dengan tersenyum seraya menampilkan barisan giginya yang rapi.


__ADS_2