
Tak butuh waktu lama, Riska dan kedua sahabatnya sampai di cafe yang katanya baru buka itu karna memang jarak antara mall dan cafe yang tidak begitu hanya sekitar 10 menit dari mall.
"Gila! nama cafenya aja Cahaya Ilahi, pasti nih pemilik kafe udah dapet hidayah dari Allah" ucap Yuli geleng-geleng kepala, merasa takjub saat melihat tulisan nama cafe yang tertampang indah di atas depan pintu masuk.
Ketiga gadis cantik itu pun kemudian memasuki kafe itu.
Nama kafenya sedikit unik memang, tapi sepertinya sang pemilik kafe sengaja memberikan nama itu untuk menarik perhatian orang-orang agar mampir ke cafe.
Tidak seperti namanya yang terkesan religius, ternyata cafe Cahaya Ilahi ini sangat lah intagramable di mana dalamnya sangat banyak spot-spot foto menarik untuk berfoto dan tentu saja sangat bagus untuk di upload di medsos.
Suasana cafe hari ini cukup ramai, di mana hampir semua meja penuh. Sebagian dari pengunjung cafe adalah para anak muda yang sedang nongkrong bersama dengan teman-temannya. Mungkin karna cafe ini baru saja di buka, jadi banyak orang yang penasaran akan kafe ini.
Beruntung tiga sahabat itu mendapatkan meja, mereka bertiga duduk di meja dekat kaca yang menghadap langsung ke arah luar.
Ketiga gadis lalu memesan makan dan minuman yang ada di cafe itu.
Cahaya Ilahi cafe adalah cafe kekinian di mana cafe ini memadukan dua konsep yaitu cafe indoor dan outdoor yang berada di atap cafe.
Kafe cahaya ilahi ini sengaja di desain khusus untuk menarik perhatian para generasi milenial seperti sekarang, dengan di dalamnya terdapat banyak spot-spot foto menarik dan instagramable.
Cafe Cahaya Ilahi juga menyediakan wi-fi gratis untuk para pengujung cafe. Tidak hanya itu cafe cahaya ilahi juga mempunyai banyak makan dan minuman kekinian yang lagi viral, semua itu di lakukan untuk menarik perhatian para pengunjung agar mampir ke cafe.
Harga makan dan minuman yang di tawarkan di cafe Cahaya Ilahi ini juga cukup terjangkau, sangat pas di kantong anak-anak kost maupun anak muda perataun yang ingin makan di cafe.
__ADS_1
Sembari menunggu pesanan mereka datang, kertiga sahabat itu menyempatkan diri untuk berfoto ria di cafe itu dan menguploadnya di media sosial mereka masing-masing.
Tak menunggu lama makanan pesanan ketiga gadis itu pun datang. Tanpa basa-basi lagi mereka bertiga pun lantas langsung menyantapnya.
"Cafenya bagus ya, kekinian lagi. Pantas aja mejanya penuh semua sama pelanggan" ucap Yuli.
"Iya nama cafenya juga cocok banget sama suasana cafe yang terang benderang, berkilauan banget" timpal Sonia yang memperhatikan seluruh sudut cafe yang penuh dengan lampu-lampu LED yang sangat terang dan berwarna warni, benar-benar cafe yang sangat indah.
Saat mereka tengah asik makan-makan, tepat di sudut ruangan tanpa sengaja mata Riska kembali menangkap sepasang kekasih remaja yang tadi di lihatnya di mall.
Pasangan kekasih remaja itu terlihat sangat romantis, mereka terlihat bahagia dengan saling suap-menyuapi satu sama lain. Bahkan sesekali mereka juga terlihat tertawa, entah apa yang mereka tertawakan Riska pun tidak tahu.
Riska hanya memutar ke dua bola matanya malas melihat itu semua, menurutnya dua pasangan remaja itu sangatlah alay, romantis-romantisan di tempat umum, remaja jaman sekarang memang tidak tahu tempat jika sudah pacaran, serasa dunia milik berdua yang lain mah ngontrak.
Ya pasangan remaja itu adalah Arta dan Rissa yang juga tengah menghabiskan waktu kencan mereka di cafe itu. Tadi sepulang dari mall dua remaja itu memutuskan untuk mampir ke cafe cahaya ilahi.
Riska sama sekali tidak peduli dengan yang di lakukan Arta dan gadis yang mungkin adalah pacarnya itu. Terserah mereka mau melakukan apa karna menurutnya itu bukan lah urusannya, jadi untuk apa peduli.
"Kaya kenal tuh bocah" ucap Yuli yang tak sengaja melihat Arta dan Rissa yang duduk berdua di meja pojok cafe.
Sonia pun ikut menatap ke arah pandang Yuli dan terlihat lah Arta bersama dengan seorang gadis seumurannya.
"Itu kan Arta, dia lagi sama siapa?" Heran Sonia melihat gadis cantik yang bergelayut manja pada Arta.
__ADS_1
"Itu laki lo lagi sama siapa Ca?" tunjuk Sonia yang melihat Arta bersama dengan seorang gadis cantik.
Mereka terlihat seperti pasangan remaja yang tengah pacaran.
Riska hanya mengangkat kedua bahunya"palingan juga itu pacarnya" jawab Riska cuek.
"Pacar" jawab Sonia dan Yuli saling pandang.
"Iya, kemarin kan gue udah bilang ke kalian kalau Arta itu punya pacar" kata Riska lagi dan kembali memasukkan makanan ke mulutnya dengan santai.
"Iya sih. Tapi Ca, dalam sebuah pernikahan, pasangan suami istri itu di larang memiliki hubungan dengan pria dan wanita selain suami atau istri mereka sendiri. Jika mereka memiliki hubungan selain dengan suami atau istri mereka, itu namanya perselingkuhan" tutur Sonia.
"Bener banget itu Son" timpal Yuli yang sangat setuju dengan ucapan Sonia.
"Dan sekarang Ca, kenapa lo sesantuy ini? Apa lo gak ngerasa sakit hati gitu, liat suami lo selingkuh di depan mata lo sendiri?" Tanya Sonia heran.
"Nggak, gue biasa aja" jawab Riska lagi.
Sonia dan Yuli hanya bisa menggelengkan kepala. Sepertinya mereka berdua harus ekstra lebih berusaha untuk bisa menyadarkan sahabat mereka yang satu ini jika apa yang Riska lakukan itu sangat lah salah.
Sebenarnya Sonia dan Yuli ingin membuka hati dan pikiran Riska, jika pernikahan itu bukanlah sesuatu yang harus Arta dan Riska permainkan. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral yang tidak boleh di permainkan. Menikah berarti membuat komitmen bukan membuat kesepakatan di atas kertas.
Bagaimana pun apa yang Arta lakukan saat ini adalah sebuah perselingkuhan. Dan tidak seharusnya sebagai seorang istri Riska bersikap cuek dan tidak peduli saat melihat suami sendiri selingkuh.
__ADS_1
Like dan komen 💙