Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 53 (Cinta pertama Riska)


__ADS_3

Ceramah panjang kali lebar kali tinggi kali luas plus di tambah dengan keliling, Arta dengarkan dengan seksama. Matanya sampai mengantuk saking lamanya ceramah Vivita.


Setelah Vivita mengakhiri panggilan, Arta bisa bernapas lega. Remaja itu lalu mengambil kunci mobilnya untuk mencari Riska.


Jam sudah menunjukkan tengah malam dan di luar cuaca sedang hujan. Jika bukan karna Vivita yang menyuruhnya untuk mencari Riska, Arta pasti tidak akan mau mencari gadis itu.


"Merepotkan sekali" gumam Arta sambil memakai jaket hitamnya karna malam ini sedang hujan jadi pasti akan dingin.


Bagi Arta mau Riska pulang atau tidak itu tidak jadi masalah untuknya. Menurutnya gadis yang telah menjadi istrinya itu sudah besar dan dewasa jadi untuk apa di khawatirkan. Mungkin saja saat Riska sedang sibuk bersama pacarnya sehingga gadis itu untuk lupa pulang. Sungguh pikiran Arta sangat buruk terhadap Riska.


Sebenarnya Arta tidak peduli dengan Riska yang pulang atau tidak. Tapi karna sang ratu telah bertitah menyuruhnya mencari Riska dengan terpaksa ia harus menurutinya walaupun ia tidak tahu harus mencari Riska kemana. Karna saat ini ponsel Riska tidak bisa di hubungi jadi Arta tidak tahu Riska ada di mana.


Tingg...


Pintu lift terbuka Arta sampai di lobi apartemen. Tapi baru beberapa langkah berjalan keluar life dari kejauhan ia melihat sebuah mobil hitam berhenti di depan gedung apartemennya saat ini.


Setelah mobil berhenti tak berapa lama keluar dari mobil itu seorang gadis cantik yang akan di cari Arta dari dan di ikuti oleh seorang laki-laki yang juga ikut keluar.


Melihat itu Arta hanya tersenyum miring, benar dugaannya ternyata Riska tengah sibuk pacaran sampai gadis itu lupa pulang.


Melihat Riska yang pulang bersama dengan seorang laki-laki membuat Arta merasa marah, bukan marah karna cemburu tapi marah karna di saat Maminya sangat khawatir dengan keadaan Riska, gadis itu malah sibuk pacaran.

__ADS_1


Ck Arta heran kenapa Vivita sangat menyayangi Riska? Jika di lihatnya menantu kesayangan Vivita itu sepertinya bukan lah gadis yang baik. Buktinya Riska masih saja sibuk pacaran padahal hari sudah menunjukkan tengah malam. Mana ada gadis baik-baik yang pulang tengah malam apalagi pulang dengan di antar oleh seorang laki-laki, pikir Arta.


Arta kembali ke apartemen, percuma dia berniat baik ingin mencari Riska. Ternyata menantunya kesayangan orang tuanya itu sedang sibuk pacaran.


"Terima kasih Kak Nico udah nganterin aku pulang. kalau bukan karna kak Nico mungkin aku gak bisa pulang" ucap Riska tulus.


Nico mengangguk "Sama-sama Ca, untuk mobil kamu tidak perlu khawatir aku sudah menyuruh orangku untuk membawanya ke bengkel" ucap Nico.


"Inget saat sampai di apartemen langsung mandi nanti kamu sakit" lanjut Nico, mengelus rambut Riska. Laki-laki asisten Martin itu sudah menganggap Riska seperti adiknya sendiri.


Riska hanya tersenyum manis"Iya kak" jawabnya.


Nico pun kembali masuk ke mobilnya dan mengemudikan mobilnya meninggalkan Riska yang masih berdiri menatap kepergian Nico sampai mobil yang di kendarai Laki-laki yang di cintainya itu menghilang dari pandangannya.


Wajar saja jika Riska menyukai Nico karna tidak hanya tampan Laki-laki itu juga sangat baik bahkan Nico memperlakukannya dengan sangat manis yang mana membuat Riska kadang suka baper sendiri.


Sebenarnya kadang Riska sendiri suka bingung, jika memang Nico tidak mencintainya dan hanya mengganggapnya seorang adik, tapi mengapa laki-laki itu selalu bersikap manis yang menyebabkan dirinya serasa di cintai laki-laki itu.


Riska sadar cintanya pada Nico salah karna ia bukanlah lagi seorang gadis yang bisa bebas menyukai laki-laki mana saja, dirinya sudah berstatus sebagai istri dari laki-laki yang telah menjadi suaminya. Jadi sebagai seorang istri seharusnya Riska tidak boleh mencintai laki-laki lain selain suaminya, tapi perasaan juga tidak bisa di paksakan, hati Riska telah berlabuh pada Nico, laki-laki tampan dan nan baik hati.


Sangat sulit bagi Riska untuk melupakan Nico karna Nico sendiri merupakan cinta pertama Riska. Jadi, gadis itu memilih mencintai Nico dalam diam karna ia tahu sebesar apapun cintanya pada Nico, laki-laki itu tidak akan membalas cintanya.

__ADS_1


Entah apa alasan di balik Nico menolak cintanya, padahal Riska sudah termasuk gadis yang sangat sempurna. Hampir semua hal di inginkan para gadis ada padanya. Riska memiliki Wajah yang cantik, tubuh yang indah dan juga berasal dari keluarga yang sangat kaya, apalagi yang kurang dari dirinya semuanya ada padanya.


Tapi mungkin Nico memanglah bukan jodoh Riska, membuatnya terpaksa harus melupakan cintanya untuk Nico walapun itu amat berat untuk Riska.


Sesampainya Riska di apartemen ternyata keadaan sudah sangat sepi.


"Sepertinya boing sudah tidur" gumam Riska.


Mengingat ini sudah tengah malam, Riska pikir pasti Arta sudah tertidur.


Gadis cantik itu lalu menuju kamarnya, tubuhnya sudah mulai menggigil kedinginan karna hujan-hujanan tengah malam.


Riska bergegas menuju kamar mandi, ia harus segera membersihkan diri sebelum ia sakit. Setelah membersihkan diri Riska pun lantas tidur.


Sementara itu di kamar Arta, mata remaja itu masih terbuka segar tidak ada rasa mengantuk sama sekali padahal waktu sudah menunjukkan tengah malam. Entah apa yang sedang dipikirkan Arta, matanya terus terbuka tidak mau terpejam. Cukup lama Arta seperti itu, hingga akhirnya lambat laun mata remaja itu menutup dengan sendirinya.


Jangan lupa untuk memberikan:


- Like


- Komen

__ADS_1


- Rate


- Dan tambahkan ke favorite.


__ADS_2