
"Eeh ayo kita juga ikut ke lapangan" kata Sonia mengajak Riska dan Yuli.
"Oke, ayo kita ke sana. Udah gak sabar gue, pengen liat wajah pangeran gue" kata Yuli dengan semangat.
Sementara Riska terlihat biasa-biasa, ia sama sekali tidak tertarik dengan mahasiswa baru yang katanya tampan itu. Entah setampan apa mahasiswa itu sampai-sampai membuat kedua sahabatnya selalu memujinya.
"Gak ah gue males. Kalian aja yang pergi ke sana, gue nunggu di sini aja" kata Riska yang tidak ingin ikut ke lapangan karena di sana pasti akan banyak orang.
"Eeh gak boleh, pokoknya lo harus ikut sama kita" kata Sonia dan langsung menarik Riska dengan paksa menuju lapangan dengan di ikuti Yuli dibelakangnya.
Dengan ogah-ogahan Riska mengikuti Sonia dan Yuli menuju lapangan kampus. Sesampainya di sana terlihat sudah banyak mahasiswi yang mulai berkerumun. Mereka sangat riuh membicarakan mahasiswa baru yang katanya tampan itu.
Sebenarnya Riska sangat malas berada di sana, Tapi demi kedua sahabatnya ia harus rela berada di sana.
"Lihat guys, itu dia di sana" kata Yuli menunjuk salah satu pemuda tampan yang tengah di kerumuni para mahasiswi di tengah lapangan. Sepertinya pemuda itu adalah mahasiswa baru tersebut.
"Aahh... tampannya" lanjutnya terpesona melihat pemuda tampan itu.
Sedangkan Riska tidak begitu jelas melihat wajah mahasiswa baru yang katanya tampan itu karena terhalang oleh banyaknya mahasiswi yang mengelilinginya.
"Udah ah, gue mau pergi aja dari sini" kata Riska ingin menjauh dari sana, tapi dengan cepat Sonia mencegatnya.
"Lo gak boleh pergi. Gue gak mau tahu pokoknya lo harus tetap di sini buat nemenin kita. Ya kan Yul" kata Sonia tidak mau di bantah dan mendapat anggukan dari Yuli.
Riska hanya bisa menghela napas panjang. ia akhirnya memilih untuk mengalah dan mengikuti apa yang di inginkan kedua sahabatnya itu.
Riska memilih diam dan memalingkan wajahnya ke arah lain, merasa bosan berada di sana. Apalagi saat mendengar para mahasiswi dan kedua sahabatnya itu selalu membicarakan pemuda itu.
"Woi woi liat deh guys, tuh cogan mau ke sini" kata Yuli histeris, menepuk-nepuk pundak Sonia yang berada di sebelahnya.
"Kayaknya dia mau nyamperin gue yang cantik cetar membahana ini deh guys, atau jangan-jangan dia mau kenalan lagi sama gue terus dia ngajakin gue buat pacaran" lanjutnya bahagia, saat melihat mahasiswa baru itu berjalan ke arahnya alias ke arah mereka bertiga.
Yuli mulai berimijinasi, membayangkan bagaimana dia menjadi pacar dari pemuda tampan itu. Pasti dia akan menjadi wanita yang paling bahagia, pikirnya.
"Hahaha... Gak usah ngehalu deh Yul, mana mungkin tuh cowok mau kenalan sama lo. Apalagi sampai ngajakin lo pacaran" kata Riska menertawakan Yuli. Sedangkan Yuli mendelik mendengar ucapan Riska.
Riska tidak menyadari jika mahasiswa baru itu benar-benar berjalan ke arah mereka.
"Gak Ca, yang dikatakan Yuli itu benar, tuh cowok kayaknya mau ke sini deh" kata Sonia membenarkan ucapan Yuli.
Mendengar perkataan Sonia, Riska lalu mengarahkan pandangannya ke depan dan betapa terkejutnya ia saat melihat seorang pemuda tampan sudah berada di depannya.
"Hai... kita ketemu lagi" sapa pemuda tampan itu pada Riska.
__ADS_1
Dia merupakan pemuda yang kemarin bertabrakan dengan Riska di supermarket.
Sonia dan Yuli terpana melihat wajah pemuda tampan di depan mereka, bahkan mereka sampai tidak mengedipkan matanya.
Riska memperhatikan wajah pemuda tampan di depannya dengan seksama. Sepertinya ia pernah melihat pemuda ini tapi di mana, pikirnya.
Riska mengingat-ingat wajah pemuda itu dan seketika ingatannya terlintas akan kejadian di supermarket kemarin, di mana ia tidak sengaja menabrak seorang pemuda asing.
"Ah iya, kamu yang kemarin di supermarket itu kan?" Tanya Riska memastikan.
"Rupanya kamu masih ingat denganku" ucap pemuda itu tersenyum sumberingah.
"Ooh ya, kemarin aku belum sempat kenalan sama kamu. Kenalin nama aku Antonio Mahendra, panggil aja aku Toni" kata Toni mengulurkan tangannya pada Riska.
"Iya, aku Riska Josie" kata Riska menyambut uluran tangan Toni dengan tersenyum dan di balas dengan senyum paling menawan khas Toni.
"Ini Sonia sama Yuli" ucap Riska menunjuk Sonia dan Yuli yang masih mematung di sebelahnya untuk di perkenalkan kepada Toni.
"Hai Yuli" kata Yuli tersadar dan langsung menyerubot tangan Toni, padahal sang empunya tangan belum mengulurkannya.
"Aku Sonia" kata Sonia juga langsung mengambil alih tangan Toni dari Yuli.
Toni hanya menganggukkan kepala sambil memperlihatkan senyum menawan miliknya.
"Ahh...Son, lo lihat senyumnya bikin hati gue jadi berdemage" kata Yuli berbisik di telinga Sonia.
"Ooh iya aku hampir lupa" Toni mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya pada Riska.
"Ini punya kamu kan?" Ucapnya dan menyerahkan posel Riska.
Riska melihat ponsel yang ada di tangan Toni dan ternyata benar itu ponselnya yang hilang kemarin.
"Iya benar ini ponsel aku. Kenapa ponsel aku bisa ada sama kamu?" Tanya Riska mengambil ponsel miliknya.
"Sepertinya kemarin ponsel itu tidak sengaja terjatuh" Jawab Toni.
"Iya mungkin kemarin aku gak sengaja jatuhin ponselnya. Pantesan aja aku cari-cari ponselnya gak ada. Makasih ya udah balikin posel aku" ucap Riska tersenyum.
Untung lah poselnya telah di kembalikan Toni, jadi Riska tidak perlu repot-repot untuk kembali ke supermarket itu lagi. Padahal setelah selesai kuliah ia berencana akan kembali ke supermarket kemarin untuk mencari ponselnya yang hilang.
"Iya sama-sama" balas Toni seraya tersenyum manis.
***
__ADS_1
Sementara itu di parkiran sekolah SMA.
"Gue duluan ya Ar" kata Baim.
"Iya, hati-hati bro" Jawab Arta.
Baim mengacungkan jempol tangannya pada Arta dan kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Arta sendirian di parkiran sekolah.
Hari ini Arta harus menjemput orang tuanya di rumah sakit. Ia berencana mengajak Riska untuk berangkat bersama ke rumah sakit.
Arta memilih menunggu Riska di depan kampus. Tetapi sudah lebih dari 1 jam Arta menunggu Riska, tapi gadis itu tidak juga menunjukkan batang hidungnya. Karena Riska tidak juga muncul, akhirnya Arta memutuskan untuk pergi ke rumah sakit lebih dulu.
***
"Oh ya Ca, emang sebelumnya lo itu pernah ketemu ya sama Toni?" Tanya Yuli saat ini mereka bertiga kembali duduk di bangku taman kampus.
Yuli yang tadi memperhatikan percakapan antara Riska dan Toni di buat penasaran. Sepertinya Riska dan Toni pernah bertemu sebelumnya.
"Iya, kemarin gue ketemu dia di supermarket. Saat itu gue gak sengaja nabrak tuh cowok" jawab Riska menceritakan penyebab pertemuannya dengan Toni.
"Terus terus gimana perasaan lo saat nabrak tuh cowok? Deg degan gak?" Tanya Sonia antusias.
"Eemm...gimana ya? " kata Riska nampak berpikir. "Biasa aja sih?" katanya lagi.
"Ck biasa gimana, pasti lo terpesona kan sama ketampanan Toni" kata Sonia.
"Jujur menurut gue dia lumayan sih" kata Riska karena menurutnya Toni memang cukup tampan.
"Gue bilang juga apa, Toni itu tampan" ucap Yuli.
"Iya deh iya. Toni emang tampan" Jawab Riska.
Entah kenapa sejak tadi Riska merasa gelisah, seperti ada yang mengganjal di pikirannya. Ia seperti melupakan sesuatu tapi apa, Riska tidak menemukan jawabannya.
"Guys sepertinya gue ngelupain sesuatu deh" ucap Riska mencoba mengingat-ingat apa yang telah di lupakannya.
Riska lupa jika hari ini dia harus menjemput Denis dan Vivita di rumah sakit.
"Lupa! Emang lo lupaian apa? Coba lo inget-inget dulu deh Ca" kata Sonia.
Dan seketika Riska menepuk jidatnya saat teringat akan perkataan Arta kemarin. Yang mengatakan jika hari ini Denis akan pulang dari rumah sakit, dan memintanya untuk ikut menjemput mereka.
"Astaga guys, gue lupa kalau hari ini Papa Denis pulang dari rumah sakit. Gue duluan ya guys" kata Riska dan langsung ngacir meninggalkan Sonia dan Yuli tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
Halo para Readers jangan lupa untuk
tinggalkan like👍 dan komennya💬 ya.❤