
Arta memperhatikan seluruh sudut kamar Riska. Ia baru sadar ternyata saat ini kamar Riska sangat berantakan. Baju-baju berhamburan di mana-mana. Barang-barang pun berserakan tidak berada pada tempatnya.
"Ya ampun, kamarnya berantakan sekali" gumam Arta pelan takut membangunkan sang empunya kamar.
Tidak ingin terkena jebakan Bat Man untuk yang kedua kalinya. Arta melangkah dengan hati-hati. Dengan pelan ia berjalan menuju tempat tidur Riska. Dilihatnya Riska sedang tertidur dengan lelap, bahkan mulutnya sedikit terbuka. Melihat itu, Arta menyunggingkan senyumnya, ternyata Riska sangat lucu saat tertidur, pikir Arta.
Pelan-pelan di bukanya selimut yang menutupi kaki Riska sehingga terlihat lah salah satu kaki gadis itu yang nampak bengkak.
"Ck, kenapa dia ceroboh sekali? Bahkan kakinya sampai bengkak begini" gumam Arta pelan hanya di dengar dirinya sendiri.
Arta segera mengambil air hangat untuk mengompres kaki Riska yang bengkak.
Dengan hati-hati ia meletakkan handuk kecil di kaki Riska setelah sebelumnya handuk itu ia rendam di air hangat.
Setelah mengompres kaki Riska, Arta juga memberikan salep untuk mengurangi rasa nyeri di kaki gadis itu. Beruntung, gadis itu sama sekali tidak terganggu dengan perlakuan Arta tersebut.
Setelah mengobati kaki Riska, Arta kembali ke kamarnya dan melanjutkan kembali tidurnya.
Flashback end
Sesampainya di sekolah, Arta langsung memarkirkan mobilnya di samping mobil Baim.
Terlihat Baim sedang menyandarkan tubuhnya di kap depan mobilnya. Sepertinya dia sudah menunggu kedatangan Arta.
"Udah lama Bro?" Tanya Arta, setelah turun dari mobil dan menghampiri Baim.
"Gak kok, gue juga baru aja nyampe" jawab Baim.
Mereka berdua kemudian berjalan menuju kelas.
Sepanjang melewati koridor sekolah, tatapan para siswi selalu tertuju pada mereka berdua. Arta dan Baim selalu menjadi pusat perhatian. Para gadis itu sangat kagum dengan ketampanan yang di miliki Arta dan Baim.
Wajah tampan mereka seakan membuat mata para Siswi itu terhipnotis. Tak henti-hentinya siswi-siswi itu saling berbisik memuji ketampanan mereka berdua. Tetapi ada juga yang hanya curi-curi pandang.
Saking sukanya pada Arta bahkan ada siswi yang sampai mengungkapkan perasaannya secara langsung, tidak peduli dengan status Arta yang sudah memiliki pacar. Mendapat perlakuan seperti itu, kadang membuat Arta merasa tidak nyaman. Ia takut Rissa kekasihnya akan cemburu kepadanya.
Tapi beda halnya dengan Baim, sahabatnya itu terlihat biasa-biasa saja dengah tingkah para siswi-siswi itu bahkan dia terlihat senang menjadi pusat perhatian di sekolah.
Saat tengah asik menjadi pusat perhatian, tiba-tiba saja datang tiga orang siswa laki-laki yang menghadang langkah Arta dan Baim.
"Liat deh, ada anak sok keren di sekolah kita" kata salah satu siswa itu menatap Arta dengan tersenyum sinis. Dia adalah Angga ketua geng tersebut.
Arta hanya diam saat mendengar perkataan Angga. ia sudah terbiasa dengan sifat Angga yang selalu mencari masalah dengannya.
__ADS_1
"Kalo punya lambe itu di jaga ya. Bilang aja kalian iri kan sama kami berdua karna kami lebih populer dari kalian. Kalau iri bilang bos" ucap Baim marah. Ia tidak suka melihat Angga dan gengnya.
Angga mencibir mendengar ucapan Baim.
"Cih, iri sama lo berdua. Sorry Gak ada tuh di kamus gue" kata Angga sombong.
"Udah Man, kita kasih pelajaran aja mereka" kata Budi yang berada di sebelah Angga.
"Iya, hajar aja. Biar mereka tahu siapa kita dan siapa yang paling berkuasa di sekolah ini" kata caesar juga semakin memprovokasi Angga.
Sekolah itu memang milik keluarga Angga. Oleh karena itu, Angga selalu sok berkuasa dan merasa menjadi jagoan di sana. Ia akan membully dan menghajar siswa yang menurutnya mengancam kedudukan dan juga kepopulerannya di sekolah itu termasuk Arta.
Arta tetap diam dengan ekspresi datarnya, ia tidak ingin meladeni Angga. Menurutnya itu hanya akan membuang-buang waktu saja.
"Oohh... jadi kalian mau ngajakin kita berantem. Oke, siapa takut" kata Baim juga menantang.
Baim kesal dengan Angga dan kedua temannya itu, mereka tidak pernah bosan mengganggunya dan Arta. Apalagi mereka bertiga selalu merasa paling berkuasa di sekolah itu. Ini tidak bisa di biarkan, Angga harus di beri pelajaran, jika tidak dia akan semakin menjadi-jadi.
Melihat akan segera terjadi keributan. Arta langsung menghentikan Baim yang sudah mengambil ancang-ancang, siap untuk melawan Angga dan kedua temannya.
"Udah lah Im, biarian aja. Ngapain kita ladenin mereka mending kita pergi aja dari sini" kata Arta dan menarik tangan Baim menjauhi Angga dan gengnya.
Arta mencari jalur aman dan memilih mengalah. Ia malas jika harus berurusan dengan guru BK, apalagi hanya untuk masalah sepele seperti ini.
Melihat Arta dan Baim yang pergi begitu saja, membuat Angga marah.
"Awas kalian berdua. Lo liat aja Arta, apa yang bakal gue lakuin sama lo nanti" kata Angga tersenyum miring.
Kemudian Angga juga pergi dari sana di ikuti ke dua antek-anteknya Budi dan caesar.
Kini Arta dan Baim sudah sudah berada di dalam kelas.
"Kenapa lo malah narik gue sih Ar? Seharusnya lo biarin gue buat hajar tuh geng Abjad. Biar mereka pada kapok dan gak ganggu kita lagi" kata Baim kesal karena Arta tiba-tiba menariknya pergi sebelum ia sempat memberi pelajaran pada Angga si anak songong itu.
Baim menjuluki Angga dan kedua temannya dengan geng Abjad. Hal itu karna nama mereka bertiga yang tepat berawalan huruf ABC. A untuk Angga, B untuk Budi dan C untuk Caesar. Sangat pas sekali di juluki geng Abjad.
"Gue males aja berurusan sama mereka, ntar masalahnya tambah panjang lagi. Jadi, lebih baik gak usah kita ladenin, lama-lama mereka juga akan bosan sendiri" Kata Arta kepada Baim.
Mendengar itu Baim mendengus kesal. Arta selalu saja mengalah pada Angga. Jika terus di biarkan seperti ini, Angga akan terus menggangu mereka.
***
Di kampus terlihat Riska dan kedua sahabatnya sedang duduk santai di bangku taman sambil menikmati minuman dingin.
__ADS_1
"Aahhh...segernya" kata sonia. Ketika merasakan segarnya es jeruk melewati kerongkongannya yang kering bagaikan musim kemarau.
"Iya bener banget. Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan" kata Yuli, menyebutkan arti dari salah satu ayat suci Al-Qur'an yang terdapat dalam Surah Ar-Rahman.
"Eeh kalian udah pada tahu gak? Katanya hari ini mahasiswa baru itu bakal masuk kampus loh" kata Sonia, si gadis yang selalu tahu tentang berita terhot yang beredar di kampus mereka.
Entah Sonia dapat dari mana berita-berita itu, tapi berita yang ia sampaikan selalu valid, tidak pernah meleset. Mungkin Sonia punya banyak jaringan, sehingga sangat mudah baginya untuk mencari informasi-informasi itu.
"Yang bener Nia? Aahhh... akhirnya gue bisa lihat pangeran gue lagi" kata Yuli kegirangan.
Riska hanya diam mendengar berita tentang mahasiswa baru itu. Ia tidak terlalu berminat dengan pembahasan itu. Menurutnya itu tidak penting sama sekali.
"Iya Yul, yang gue denger dari anak-anak sih gitu" jawab Sonia.
"Memangnya ada mahasiawa baru ya?" Tanya Riska.
Seketika Sonia berdecak, sahabatnya yang satu ini selalu saja terkesan kurang peduli dengan berita-berita terbaru di sekitarnya, padahal sebelumnya Sonia telah memberitahukan berita tentang anak baru itu di grup chat mereka.
"Ck ca, lo lupa ya? Kemarin kan gue udah bilang di grup chat kita kalau bakal ada mahasiswa baru di kampus ini" kata sonia mengingatkan Riska tentang obrolan mereka di grup chat waktu itu.
"Masa sih?" Ucap Riska.
"Aduh Nia, Lo ini gimana sih? Ica mana peduli sama hal begituan" ucap Yuli.
"Bener juga ya Yul. Mana Ica peduli sama yang kaya gitu" kata Sonia.
Sonia dan Yuli kemudian terkikik geli mengejek Riska, membuat Riska mendengus kesal.
Di saat Sonia dan Yuli asik mengejek Riska, tiba-tiba terdengar suara riuh dari arah lapangan kampus. Para mahasiswi di sana langsung berlarian menunuju lapangan kampus.
"Eeh tunggu-tunggu, kok kalian pada lari-larian ke lapangan? Emang di sana ada apaan?" Tanya Sonia, menghentikan salah satu Mahasiswi yang sedang berlari menuju lapangan.
"Mahasiswa baru yang ganteng itu udah masuk kampus. Sekarang dia ada di lapangan" jawab mahasiswi tersebut.
"Ooh gitu, thanks ya infonya" kata Sonia.
"Eemm iya, sama-sama" balas mahasiswa tersebut. Kemudian langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa buat like dan komennya ya😘