
Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, hujan turun dengan sangat lebat. Kilat-kilat menyambar di atas langit di susul dengan suara petir yang menggelegar, sepertinya cuaca malam ini sangat buruk.
Riska baru saja keluar dari bengkel Zaki. Gadis itu melajukan mobilnya menerobos lebatnya hujan. Lantunan suara musik mengiringi perjalanannya yang dingin malam ini. Sesekali gadis itu bersenandung mengikuti lirik lagu guna mengilangkan kebosanan.
"Eh eh kenapa nih?" Ucap Riska panik saat mobilnya terasa aneh, ugal-ugalan dan mesin mobil yang tiba-tiba mati.
Riska pun kembali menghidupkan mobilnya, tapi miris mobil itu tidak mau menyala.
"Sial!!! Mogok" Umpat Riska memukul stir mobil, kesal.
Beruntung Riska sempat menepikan mobilnya ke pinggir jalan, jadi tidak menghalangi para pengendara lain yang mungkin akan lewat.
Riska mengambil ponselnya berniat menghubungi Zaki atau pun kedua sahabatnya agar bisa membantunya. Walaupun kedua sahabatnya itu tidak bisa memperbaiki mobil tapi setidaknya mereka bisa menjemput Riska agar dia bisa pulang tepat waktu ke rumah mengingat hari sudah malam.
Baru saja Riska membuka ponselnya.
Dup
Ponsel itu mati, menampilkan layar yang hitam.
"Kamprettt... baterainya habis" umpatnya kesal.
Riska benar-bebar kesal, kenapa mobilnya harus mogok sekarang? Kenapa tidak saat di bengkel Zaki tadi saja, jadi kan bisa langsung di perbaiki. Mana bengkel Zaki sudah jauh lagi, apartemennya juga masih jauh di depan, mungkin sekitar 5 sampai 6 km lagi dari tempatnya saat ini.
__ADS_1
Kalau begini keadaannya bagaimana Riska bisa pulang ke rumah. Mobilnya mogok, baterai ponsel habis tidak bisa menghubungi sahabatnya untuk meminta bantuan, jalanan sepi tidak ada siapapun lewat. Apalagi malam ini hujan turun dengan sangat lebat dan dingin, lengkap lah sudah penderitaannya saat ini.
Riska menyandarkan tubuhnya di kursi mobil, memejamkan matanya pasrah dengan nasibnya saat ini.
"Ya Allah cobaan apalagi yang Engkau berikan kepada hamba" ucapnya dramatis, menengadahkan tangannya ke atas, seakan teraniaya dengan takdir hidupnya.
Riska kemudian memutuskan untuk melihat kondisi mobilnya yang mogok. Meskipun dia tidak mengerti soal mobil tapi setidaknya dia berusaha memperbaikinya, dari pada dia harus berdiam diri tidak melakukan apa-apa. Ya walaupun mustahil mobilnya akan kembali menyala, tapi bisa saja keajaiban datang, tidak ada yang tahu kan, pikirnya.
Gadis cantik itu keluar dari mobil, dinginnya air hujan langsung menyentuh kulitnya, seketika tubuh Riska terasa dingin. Tidak peduli dengan pakaiannya yang basah terkena air hujan, Riska membuka kap depan mobilnya dan asap pun langsung mengepul keluar dari sana.
"Uhuk.. uhuk... uhuk... astaga mobil gue kenapa?" ucap Riska panik saat kepulan asap keluar dari mobilnya.
Setelah asap menghilang, Riska menatap bingung deretan kabel di mesin mobilnya. Tidak tahu, apa yang harus di lakukannya.
"Mana yang rusak? Bagaimana cara benerinnya ya?" gumamanya celingak celinguk kebingungan.
Riska mengabas-ngibaskan tangannya kemudian meniupnya, berusaha mengilangkan rasa panas dan nyeri yang dirasakannya.
Gadis itu memperhatikan sekelilingnya, mencari seseorang yang mungkin bisa membantunya. Tapi sayang, malam ini sepertinya Dewi Fortuna benar-benar tidak berpihak padanya, di tempatnya berada saat ini sangat sepi tidak ada seorang pun di sana. Mungkin saat ini orang-orang malas keluar rumah karna cuaca yang hujan.
Lama Riska berdiri hujan-hujanan berharap ada seseorang yang datang dan membantunya. Tubuhnya sudah menggigil kedinginan akibat pakaiannya yang basah karna air hujan.
Ah malam ini nasib Riska benar-benar sial. Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berharap ada akan ada pangeran yang datang dan membantunya. Di saat tengah meratapi nasibnya yang malang, tiba-tiba sebuah mobil hitam melintas.
__ADS_1
Tinn... tinn...
Mobil mewah itu berhenti, Riska yang terkejut lantas membalikkan tubuhnya, terlihat seorang laki-laki tampan keluar dari mobil itu dengan tangan yang memegang payung, kemudian dia menghampiri Riska.
"Kenapa hujan-hujanan? Nanti kamu sakit" ucapnya memayungi tubuh Riska yang basah. Kini mereka berdua tengah berbagi payung yang sama.
"Mobilnya mogok, Kak Nico bisa bantuin aku benarin mobilnya gak? Soalnya aku mau pulang" ucap Riska meminta bantuan.
Beruntung lelaki tampan itu adalah Nicholas abraham asisten Martin Papanya, jadi Riska bisa meminta bantuan.
Laki-laki itu mengangguk"coba aku liat dulu" ucapnya.
Kemudian dia menyerahkan payung yang di pegangnya kepada Riska, bermaksud gadis itu bisa menggantikannya memegang payung agar dia bisa lebih mudah melihat kondisi mobil Riska yang mogok.
Riska yang mengerti pun langsung mengambil alih payung itu dan memayungi tubuh mereka berdua agar tidak kehujanan.
Laki-laki itu lalu fokus pada mobil Riska.
Ya tadi Nico baru saja pulang dari menemani Martin makan malam dengan seorang klien perusahaan mereka. Di tengah jalan saat ingin pulang ke rumah, laki-laki itu tidak sengaja melihat Riska hujan-hujanan di pinggir jalan. Dia pun lantas menghentikan mobilnya karna anak dari atasannya itu terlihat sedang ada masalah dengan mobilnya dan dugaannya pun benar ternyata mobil gadis itu sedang mogok.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like dan komennya 😘.