Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 16 (Bau wangi VS Bau busuk)


__ADS_3

"Alahhh, kemarin lo juga gitu bilangnya mau diet, tapi saat liat makanan lo lupa sama program diet lo" Yuli semakin mengejek Sonia.


Lantas saja membuat Sonia memanyunkan bibirnya.


Yuli kembali terkikik geli bersama Riska melihat ekspresi Sonia yang kesal. Sementara Sonia semakin bertambah kesal, kedua sahabatnya menertawakan dirinya.


"Eeh bau apaan nih?" kata Sonia saat mencium bau yang tidak enak menyeruak masuk ke dalam hidungnya dan refleks menutup hidungnya menggunakan tangan.


"Iya baunya busuk banget, kaya bau kentut" sahut Riska ketika mencium bau yang sama dan langsung ikut menutup indra penciumannya itu.


"Masa sih baunya busuk, orang baunya wangi kok" kata Yuli mengendus-endus bau itu dengan hidungnya.


Tadi saat tertawa tanpa sengaja Yuli mengeluarkan gas mematikannya alias kentutnya di karenakan perutnya yang tiba-tiba terasa sakit. Jadi, tanpa memperdulikan dua sahabatnya yang mungkin akan menerima imbas dari perbuatannya, ia langsung saja mengeluarkan semuanya.


Riska dan Sonia pun saling menatap aneh mendengar perkataan Yuli. Mereka berdua sama-sama mencium bau yang sangat busuk berbeda dengan apa dikatakan oleh Yuli.


"Wangi dari mana orang baunya busuk banget gini" kata Riska ingin muntah.


Sementara itu, Sonia menatap curiga ke arah sahabat itu.


"Yuli lo kentut Ya?" Tanya Sonia menatap Yuli dengan intens.


Sedari tadi Sonia sudah curiga dengan tingah sahabat absurdnya itu.


Yuli yang di tanya hanya cengengesan tak menentu. Merasa bersalah pada kedua sahabatnya.


"Hehehe... sorry guys gue kelepasan. Abisnya gue udah gak nahan. Gue ke toilet dulu ya" kata Yuli dan langsung ngacir menuju toilet sebelum terkena amukan Riska dan Sonia.


"Yullliii.....!!!" teriak Riska dan Sonia kesal dengan kelakuan Yuli.


Sahabat mereka yang satu itu, selalu saja membuat mereka geleng-geleng kepala dengan tingkahnya.


Sementara Yuli tetap melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan teriakan dan kemarahan kedua sahabatnya itu.


"Udah gue duga kalau Yuli pelakunya" kata Sonia karena kecurigaannya ternyata benar.


"Kebiasaan emang tuh anak, buang gas sembarangan. Untung cuma ada kita sini, coba aja kalau dia kayak gitu di tengah orang banyak, gue gak bakal ngaku dia sahabat gue" geram Riska yang kesal dengan kelakuan Yuli.


"Dasar sahabat gak punya akhlak" sahut Sonia.


Sementara itu di dalam toilet wanita


"Aahh akhirnya lega juga" kata Yuli kemudian keluar dari bilik toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


Sembari mencuci tangan, Yuli memperhatikan wajahnya di depan cermin yang ada di toilet tersebut sambil menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


"Ya ampun, cantik banget sih lo Yuli. Kaya Amanda Manapa eeh maksudnya Amanda Manopo" pujinya pada diri sendiri di depan cermin seraya tersenyum.


Yuli merasa sangat bangga mempunyai wajah cantik, tapi sayang kecantikannya itu sangat bertolak belakang dengan perilakunya.


"Cantik-cantik gini, kenapa gue masih jadi jomblo ya?" keluhnya pada diri sendiri masih berada di depan cermin.


"Udah ah ngapain gue pikirin. Masa bodoh deh mau jomblo atau enggak yang penting kan gue happy" lanjutnya lagi dengan senyum bahagia.


Kemudian ia keluar dari toilet tersebut sambil bersenandung ria, lagu jaran goyang yang di populerkan oleh Nella kharisma, tak lupa dirinya menggoyang-goyangkan pinggulnya mengikuti irama lagu.


Apa salah dan dosa ku sayang


Cinta suci ku kau buang-buang


Lihat jurus yang kan ku berikan


Jaran goyang... jaran goyang...


Saking asiknya menyanyi dan mengoyan-goyangkan tubuhnya, Yuli tidak sadar jika ada 2 orang laki-laki yang tengah berjalan ke arahnya.


Bruuukkk...


Tabrakan di antara mereka pun terjadi.


Yuli menabrak salah satu laki-laki di depannya dan hampir saja membuatnya terjungkal ke belakang.


Yuli mengelus keningnya yang terasa sakit karena menabrak dada keras laki-laki itu.


Sementara pria di depannya terlihat meringis menahan sakit di dadanya karena di tabrak Yuli.


"Loh kok nyalahin gue sih. Lo tuh yang jalan gak pake mata!" Ucap laki-laki yang di tabrak Yuli, marah.


Pria tersebut adalah Ferry Fernando salah satu mahasiswa di kampus itu. Dia memiliki paras yang cukup tampan dengan tubuh yang juga lumayan tinggi. Sementara laki-laki di sampingnya adalah Abimanyu sahabat Ferry.


"Eeh dimana-mana jalan itu pake kaki bukan pake mata!" ucap Yuli membela diri. Ia menoleh melihat kedua laki-laki di depannya.


"Yah ternyata kalian Si Upin Ipin. Gue kira siapa, yang nabrak gue" lanjut Yuli setelah sadar siapa yang di tabraknya.


Abi dan Ferry memang biasa di juluki Upin dan Ipin penuh pebedaan oleh semua teman-temannya.


Julukan itu mereka dapat karena mereka berdua selalu bersama kemanapun mereka pergi sama seperti Upin Ipin yang juga tidak terpisahkan.


Abi dan Ferry merupakan teman satu SMA Riska dan kedua sahabatnya Mereka pernah berada dalam kelas yang sama saat masih di SMA.


"Makanya kalau jalan itu hati-hati, jangan sambil joget-joget gak jelas. Nabrak kan jadinya" ucap Ferry yang tadi memang sempat melihat Yuli berjoget-joget tidak jelas sebelum menabraknya.

__ADS_1


"Hehehe sorry Fer gue gak sengaja" kata Yuli cengengesan merasa malu karena ketahuan joget-joget tidak jelas.


Ferry hanya menganggukkan kepalanya, ia sudah mengenal gadis itu lama. Baginya melihat Yuli seperti tadi sudah bisa. Gadis itu memang sedikit berbeda, ia mempunyai perilaku yang sangat aneh tidak seperti gadis-gadis lain pada umumnya.


Sementara itu, Abi hanya diam memperhatikan perdebatan Ferry dan Yuli.


Yuli mendongkak, matanya beralih menatap Abi yang berada di samping Ferry.


Abi memiliki badan yang lebih tinggi dari Ferry, membuat Yuli harus mengangkat kepalanya sedikit lebih tinggi untuk melihat wajah laki-laki bertubuh jangkung itu karena tubuhnya yang memang tidak terlalu tinggi.


"Lo kenapa Bi, tumben diem-diem wae dari tadi?" Tanya Yuli ketika melihat Abi yang hanya diam memegangi sebelah pipinya dengan tangan.


"Biasa Yul, lagi sakit gigi dia" kata Ferry menjawab pertanyaan Yuli karena Abi hanya diam dengan wajah murung.


Abimanyu atau biasa di panggil Abi ini mempunyai wajah dan bentuk tubuh yang sangat berbeda dengan Ferry, warna kulitnya lebih coklat dibandingkan Ferry dan tubuhnya pun juga lebih kurus.


Walaupun Ferry dan Abi sangat berbeda termasuk juga beda orang tua. Tapi mereka berdua selalu menjadi sahabat yang saling melengkapi satu sama lain dan juga selalu bersama kemana pun mereka pergi. Oleh karens itu Abi dan Ferry di juluki Upin Ipin penuh perbedaan, sama seperti kartun anak-anak yang biasa tayang di televisi.


"Abi abi dari dulu sampe sekarang, masih aja sakit gigi lo kagak sembuh-sembuh" kata Yuli mengeleng-gelengkan kapalanya.


Abi memang mempunyai riwayat sakit gigi yang cukup akut, bahkan dia sudah menderita sakit gigi sejak masih SD.


"Ya mau gimana lagi Yul, udah nasib dia kaya gitu. Lo yang sabar ya Bi" kata Ferry menepuk bahu sahabat kembarnya itu, memberikan semangat untuk Abi.


Gigi Abi menjadi tambah dangdutan alias nyut-nyutan kala mendengar ocehan Ferry dan Yuli yang sama sekali tidak membatunya itu.


"Lo berdua mending diam deh! Tambah sakit nih gigi gue denger ocehan kalian yang sama sekali gak ada manfaatnya" kata Abi kesal.


"Sensi amat lo Bi" ucap Yuli.


Tiingg... tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Yuli.


"Oh ya Bi gue punya solusi buat nyembuhin sakit gigi lo" kata Yuli dengan semangat 45 memberitahukan kepada Abi.


Abi yang mendengar sakit giginya bisa sembuh langsung bersemangat.


"Beneran Yul, emang gimana caranya? Tapi gue gak mau ya kalau gigi gue sampai dicabut" Kata Abi was-was.


Abi memang sangat takut jika giginya harus di cabut. Trauma masa kecil masih menghantui dirinya.


Dulu saat masih kecil, Abi bersama sang Bunda pergi ke dokter gigi untuk memeriksa kesehatan gigi Abi.


Akan tetapi kala itu nasib sial menimpanya, saat akan melakukan pemeriksaan pada giginya tanpa sengaja asisten dokter gigi melakukan kesalahan. Dia salah memberikan salah satu alat kepada sang Dokter sehingga menyebabkan salah satu gigi Abi harus tercabut dengan paksa. Padahal saat itu giginya belum waktunya untuk tanggal. Oleh karena itu Abi sangat takut dengan dokter gigi.


Saat giginya terasa sakit, Abi akan memilih membeli obat warung untuk meredakan rasa sakitnya. Dia lebih rela menahan sakit gigi di bandingkan harus pergi dokter gigi lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›โค๐Ÿ’œ.


__ADS_2