
Riska dan kedua sahabatnya duduk di kursi plastik yang sudah di sediakan oleh Bang Jono. Riska dan Sonia duduk bersebelahan, sedangkan Yuli duduk sendiri berseberangan dengan Riska dan Sonia dengan meja sebagai pemisah di antara mereka.
"Lo berdua mau makan apa? Biar gue pesenin sama Bang Jon" Kata Yuli pada Riska dan Sonia.
Bang Jono memang biasa di panggil Bang Jon oleh para pelanggannya termasuk Riska dan kedua sahabatnya.
"Gue pesen bakso sama minumnya es jeruk" kata Sonia.
"Kalau lo Ca?" Tanya Yuli pada Riska.
"Gue samain aja deh sama Nia, bakso dan minumnya es jeruk juga" kata Riska.
"Oke deh, gue pesenin dulu sama Bang Jon" kata Yuli.
"Bang Jon baksonya 3 ya, sama es jeruknya juga 3 ya Bang" kata Yuli pada Bang Jon.
"Siap atuh Neng cantik, tunggu sebentar ya" jawab bang Jon.
"Iya Bang" sahut Yuli.
"Sekarang lo ceritain ke kita, kenapa jalan lo kaya orang pincang gini?" kata Sonia pada Riska dan diangguki oleh Yuli. Mereka berdua sangat penasaran kenapa Riska bisa berjalan seperti orang pincang.
"Gue pincang kaya gini itu gara-gara Arta. Makanya tadi pagi gue berangkat ke kampus naik taksi karena kaki gue lagi sakit, jadi gue gak bisa nyetir mobil" kata Riska kesal. Dirinya tidak menceritakan penyebab kakinya yang sakit karena jatuh terpeleset sehingga membuat kakinya terkilir.
Riska benar-benar kesal dengan Arta yang membuang kulit pisang sembarangan. Andai saja saat ini Arta di hadapannya mungkin ia akan memakinya habis-habisan untuk meluapkan semua kekesalannya.
Tapi tanpa Riska tahu, Yuli salah mengartikan perkataannya tersebut.
Yuli yang mendengar jawaban Riska jadi senyum-senyum sendiri. Ia pikir Arta dan Riska sudah melakukan malam pertama mereka tadi malam sehingga menyebabkan Riska jadi sulit berjalan. Maklum lah otak sahabat mereka yang satu ini sedikit gesrek.
"Ooh jadi itu penyebab lo naik taksi tadi pagi ke kampus" Kata Sonia manggut-manggut karena rasa penasarannya tentang jalan Riska yang pincang sudah terjawab.
Sonia memang agak polos sama seperti Riska, tidak sedikit pun dia berpikir seperti apa yang di pikirkan sahabatnya Yuli.
"Iya, makanya sekarang gue lagi kesel banget sama dia" jawab Riska.
__ADS_1
"Lo kenapa Yul? Senyum-senyum gak jelas kaya gitu, lo gak gila kan?" kata Sonia ketika dia menangkap ekspresi Yuli yang tengah senyum-senyum tak menentu sambil menatap Riska.
Riska yang mendengar ucapan Sonia, langsung menatap ke arah Yuli yang juga tengah menatapnya dengan tersenyum. Kedua alis Riska bertaut merasa aneh, ia heran kenapa Yuli menatapnya seperti itu.
"Iya, kayaknya lo udah gila deh Yuli" Kata Riska juga.
Mendengar di katakan gila oleh kedua sahabatnya membuat Yuli kesal.
"Enak aja lo berdua ngatain gue udah gila. Gue itu masih waras tahu" kata Yuli kesal, bersungut- sungut.
Riska dan Sonia langsung tertawa mendengar kekesalan sahabat mereka itu. Apalagi saat melihat ekspresi Yuli yang kesal, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Padahal mereka hanya bercanda saat mengatakan sahabat mereka itu sudah gila.
"Yang bener Ca, kaki lo pincang itu gara-gara Arta?" Tanya Yuli, dengan mata yang fokus menatap Riska. Dia ingin memastikan apakah dugaannya itu benar jika Arta dan Riska telah make love.
Riska yang tidak tahu jika pikirannya dan Yuli berbeda mengenai penyebab kakinya yang pincang langsung menganggukkan kepalanya, membenarkan perkataan Yuli. Karena memang benar kakinya sakit gara-gara Arta yang membuang kulit pisang sembarangan dan tanpa sengaja dia menginjaknya, menyebabkan dia terpeleset dan kakinya menjadi sakit karena terkilir.
Yuli yang mendapat anggukan dari Riska tanda membenarkan pertanyaannya, langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Dia tidak percaya jika Riska yang polos telah melakukannya dengan bocah SMA.
Pikiran Yuli pun mulai berpetualang entah kemana. Dia membayangkan bagaimana Arta dan Riska melakukan malam pertama mereka.
Sementara Sonia hanya diam sambil memakan bakso pesanannya. Tadi Bang jono memang sudah menyajikan bakso pesenan mereka, saat mereka tengah sibuk membahas penyebab kaki Riska yang sakit.
Riska dan Sonia yang sedang menikmati baksonya saling pandang, kemudian menatap Yuli bingung. Mereka berdua tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Yuli.
"Maksud lo apaan Yul?" Tanya Sonia setelah menelan bakso di mulutnya. Sonia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Yuli.
"Masa lo gak ngerti sih Sonia, lo gak liat jalan Ica pincang kaya gitu karena ulah Arta. Itu artinya Ica sama Arta udah Make Love tadi malam" Kata Yuli menjelaskan kepada Sonia.
Riska yang mendengar itu terkejut dan refleks menyemburkan bakso di mulutnya ke wajah Yuli. Riska dan Yuli memang duduk saling berhadapan.
Lain halnya dengan Sonia, ia membulatkan matanya menatap curiga ke arah Riska seolah mencari penjelasan dari sahabatnya itu.
Sementara itu Yuli langsung mengelap wajahnya dengan Tisu sembari menggerutu kesal. Ingin sekali dirinya memukul sahabatnya itu karena tanpa alasan jelas, Riska menyemburnya dengan mulut penuh bakso. Memangnya Riska pikir dia sedang kesurupan apa sampai harus di sembur kaya gitu.
"Yang bener Ca, kalau lo sama Arta udah...?" Tanya Sonia menggantung dia baru sadar dengan apa yang di katakan Yuli ada benarnya juga. Apakah benar Arta dan Riska telah Make Love sehingga membuat kaki Riska menjadi pincang?
__ADS_1
"Ya enggak lah, sembarangan kalian kalo ngomong. Gak mungkin gue sama Arta make love, secarakan kami gak saling cinta dan kalian kan juga tahu kalau pernikahan kami terjadi karena terpaksa" kata Riska menjelaskan kepada kedua sahabatnya.
"Terus kenapa jalan lo kaya orang pincang gini, kalau bukan karena kalian udah make love?" Tanya Sonia.
Dari sini lah Riska mulai sadar dengan kesalahannya yang sedari awal tidak menceritakan penyebab kakinya yang pincang karena tidak sengaja menginjak kulit pisang dan jatuh terpeleset. Sehingga menyebabkan kedua sahabatnya itu menjadi salah paham kepadanya.
"Astaga bodohnya gue gak cerita kalau kaki gue pincang karena gak sengaja nginjek kulit pisang terus jatuh terpeleset. Pantesan aja Sonia dan Yuli jadi salah paham sama kaki gue yang picang dan jadi berpikiran yang macam-macam" kata Riska membatin.
"Gue pincang kaya gini itu karena gak sengaja nginjek kulit pisang yang di buang Arta dengan sembarangan. Terus gue jatuh dan kayanya kaki gue terkilir, maka dari itu gue gak bisa jalan kaya biasanya" kata Riska menjelaskan panjang kali lebar kepada Sonia dan Yuli agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi.
"Oohhh..." jawab Yuli dan Sonia.
"Ck makanya kalau cerita tuh yang jelas Ca, biar gue sama Yuli gak salah paham" kata Sonia.
"Lah mana gue tahu kalau kalian bakal salah paham sama gue" balas Riska.
"Yah, gue kira lo udah make love sama si Arta" jawab Yuli lesu.
"Emang kenapa Yul kalau Arta sama Ica belum make love, kok lo kaya kecewa gitu?" Tanya Sonia yang melihat raut wajah Yuli yang nampak kecewa.
.
.
.
.
JANGAN LUPA BUAT
LIKE
RATE
FAVORITE
__ADS_1
KOMENNYA YA😘
MAAF KALAU KATA-KATANYA KURANG ENAK BUAT DI BACA SOALNYA AUTHOR BARU BELAJAR NULIS🤗