Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 08 (Galau)


__ADS_3

"Eemm... oke" balas Riska.


"Oh iya, ini" Arta mengambil benda kecil berbentuk persegi panjang dan memberikannya kepada Riska. ia ingat dengan janjinya kemarin untuk memberikan Riska nafkah. Jadi, sekarang ia akan menepati janjinya itu.


"Apa ini?" Tanya Riska heran melihat Arta memberikannya sebuah kartu debit.


"Ambil lah itu untukmu, terserah ingin digunakan untuk membeli apa? Dengan ini aku telah menepati janjiku kemarin" kata Arta.


Arta mempunyai beberapa usaha Cafe. Ia bekerjasama dengan Baim Dokka sahabatnya untuk mendirikan kafe tersebut. Oleh karena itu, ia bisa memberikan uang kepada Riska.


"Ini tidak perlu, aku sudah bekerja. Jadi aku punya uang sendiri" kata Riska menolak. Ia tidak ingin membebani Arta dengan statusnya sebagai istri yang berarti Arta wajib untuk menafkahinya.


Apalagi Arta masih sekolah dan tidak bekerja, jadi mana mungkin Arta bisa mentransfer uang tiap bulan untuk dirinya. Paling itu juga uang pemberian Papi mertuanya.


Riska tidak tahu jika Arta mempunyai usaha Cafe.


Arta tidak peduli dengan penolakan Riska, ia langsung pergi karena Baim sahabatnya sudah menunggunya di parkiran apertemen.


Riska menghela napasnya melihat kepergian Arta dengan terpaksa ia menerima kartu tersebut.


Setelah selesai sarapan Riska langsung berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu ia menyempatkan diri untuk mampir ke rumah sakit menjenguk Denis .


***


"Sekarang lo tinggal di apertemen ini Ar? Apa lo beli apartemen lagi? Apertemen lo kan udah besar terus mewah lagi, apa itu belum cukup?" kata Baim mencecar Arta dengan berbagai pertanyaan. Baim penasaran mengapa Arta meminta untuk di jemput di apertemen ini karena biasanya Arta akan meminta di jemput di rumah atau apertemen pribadinya yang ada di daerah A.


Saat ini mereka berada di parkiran apertemen.


Baim adalah satu-satunya sahabat Arta. Mereka berdua sudah bersahabat dari kecil. Baim memiliki wajah yang tidak kalah tampan dari Arta. Ia juga punya lesung pipi yang sangat manis, membuatnya di sukai banyak wanita.


"Iya sekarang gue tinggal di apertemen ini dan Gue gak beli apertemen lagi Im. Untuk apa juga gue beli apartemen lagi, apartemen yang dulu aja jarang gue tempatin" jawab Arta.


"Terus kalo lo gak beli apertemen di sini, lo tinggal di apertemen siapa?" Tanya Baim masih penasaran.


"Udah gak usah kebanyakan nanya, mending kita berangkat sekarang. Tapi sebelum ke sekolah kita mampir dulu ke rumah gue buat ambil seragam gue" kata Arta yang kemarin memang tidak membawa seragam serta pakaiannya. Arta pikir kemarin ia dan Riska akan tinggal di rumahnya jadi ia tidak membawa pakaiannya.

__ADS_1


Arta sengaja mengajak Baim untuk segera pergi dari sana. Ia khawatir Baim akan terus bertanya macam-macam jika tidak segera pergi. Ia belum siap untuk memberitahu Baim jika ia telah menikah dengan Riska.


"Oke deh" jawab Baim.


Mereka pun berangkat menuju rumah Arta kemudian langsung pergi ke sekolah.


***


Di rumah sakit


"Bagaimana keadaan Papi, Mi" tanya Riska yang kini sudah berada di rumah sakit.


"Papi baik-baik saja. Kata dokter kemungkinan Papi sudah bisa pulang dalam beberapa hari ini" jawab Vivita.


Saat ini Denis tengah tertidur, tadi setelah meminum obat dia merasa sangat mengantuk mungkin itu efek dari obat yang tadi dia minum sehingga menyebabkannya kembali tertidur.


"Syukurlah jika keadaan Papi sudah baik-baik saja" kata Riska merasa lega.


"Riska bagaimana dengan Arta? Apa dia bersikap baik padamu?" Tanya Vivita.


"Iya Mi, Arta baik kok sama Riska" jawab Riska seraya tersenyum.


Setelah mengobrol sebentar dengan Vivita, Riska kemudian pergi ke kantor Papanya.


***


Sementara itu di sekolah, Arta terlihat sedang melamun.


"Woi kenapa lo bro? Ngelamun aja dari tadi, lagi galau ya?" kata Baim yang sudah memperhatikan Arta sejak tadi.


"Gue gak papa kok" jawab Arta berbohong, Padahal ia sedang memikirkan nasib pernikahannya dengan Riska.


Bagaimana jika nanti Rissa sang pacar tahu mengenai pernikahannya. Apakah hubungannya dengan Rissa akan berakhir? Apa Rissa akan meninggalkan dirinya setelah nanti dia tahu kalau dirinya telah menikah dengan Riska? Tapi ia berharap jika suatu saat nanti pernikahannya dengan Riska terbongkar, Rissa masih mau menerimanya dan hubungan mereka tetap berlanjut.


"Gak papa gimana? gue perhatiin dari tadi lo ngelamun terus. Apalagi pas jam pelajaran lo keliatan gak fokus, lo lagi ada masalah sama Rissa?" Tanya Baim, karena biasanya jika Arta terlihat galau pasti telah terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. Entah Arta sedang bertengkar dengan Rissa atau Rissa yang sedang ngambek pada Arta.

__ADS_1


Khairissa atau biasa dipangil Rissa adalah pacar Arta. Mereka telah berpacaran selama hampir 3 tahun. Rissa adalah siswi terpopuler di SMA itu sama seperti Arta yang juga sangat populer di kalangan para Siswi di SMA tersebut. Tidak hanya punya wajah cantik, Rissa juga memiliki tubuh tinggi bak seorang model, oleh karena itu hampir semua siswa di SMA itu menyukainya. Tapi sayang Rissa sudah lebih dulu berpacaran dengan Arta, membuat para cowok di sekolah itu hanya bisa medamba saja. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang tetap mendekati Rissa walaupun mereka tahu jika Rissa telah memiliki pacar.


"Gak kok, hubungan gue sama Rissa baik-baik aja, gak ada masalah" jawab Arta jujur.


"Terus kenapa lo kaya orang lagi galau gini? Oh iya, sorry kemarin gue gak bisa datang ke acara pernikahan abang lo. Kemarin nyokap gue lagi sakit, jadi gue harus jagain dia" kata Baim yang kemarin memang tidak bisa datang ke acara pernikahan Ryo.


Baim memang di undang oleh keluarga Arta, tapi karena Bundanya sedang sakit ia tidak bisa menghadiri acara tersebut. Jadi ia tidak tahu jika yang kemarin menikah adalah Arta bukan Ryo.


"Iya gak papa kok, santuy aja" jawab Arta, dalam hati ia merasa lega.


"Untung kemarin Baim gak jadi dateng jadi dia gak tahu kalau gue udah married sama kak Riska" batin Arta merasa bersyukur, karena Baim tidak mengetahui soal pernikahan dadakan yang kemarin di lakukannya.


Dari kejauhan terlihat Rissa dan kedua antek-anteknya, Novi Rintaya dan Yemi Amanda yang berjalan menuju Arta dan Baim. Novi dan Yemi merupakan sahabat Rissa. Mereka berdua memilki wajah yang tak kalah cantik dari Rissa. Ya walaupun masih cantikan Rissa. Novi memiliki tubuh yang tinggi seperti Rissa, sedangkan Yemi memiliki tubuh paling mungil di antara mereka bertiga. Mereka bertiga sering di juluki beautiful girls di SMA tersebut.


Baim merasa pasti ada sesuatu yang tengah mengganggu pikiran Arta saat ini karena sejak tadi sikap Arta sangat aneh, ia lebih banyak diam dan melamun tidak seperti biasanya.


"Ar kalo lo ada masalah, lo bisa cerita ke gue. Jangan lo pendem sendiri" kata Baim, yang kembali melihat Arta seperti melamun.


Mendengar perkataan Baim, Arta langsung menatap Baim dengan Serius.


"Apa gue cerita aja ya ke Baim kalau sebenarnya gue udah married" Batin Arta.


Sementara Baim yang tengah di tatap Arta menjadi bingung, ia merasa sikap Arta hari ini sangat aneh.


.


.


.


Halo para Reaters(readers tersayang) jangan lupa untuk like dan komennya.


Follow juga authornya ya reaters.


Makasih😚😚😚.

__ADS_1


__ADS_2