
Sementara Arta terlihat bingung, kenapa namanya bisa terdaftar menjadi peserta lomba? Padahal ia merasa tidak pernah mendaftarkan dirinya di lomba itu. Tapi Arta menurut saja dan langsung menyusul Riska yang sudah lebih dulu ke tempat lomba.
"Semangat caman Mommy" teriak Bu Erna.
"Arta, Riska. Kalian pasti menang" teriak Bu Tika tak kalah nyaring, memberikan support kepada pasangan muda itu.
Oouuuu.... Semangatt...
Para penonton bersorak antusias menyambut para peserta lomba yang mulai memasuki lapangan.
Di lapangan telah tersedia kursi-kursi yang berjejer dengan di beri jarak oleh panitia sekitar satu meter. Para perserta di minta untuk menempati kursi-kursi tersebut dengan pasangannya masing-masing. Di sana telah di sediakan berbagai macam dan jenis alat make up yang nantinya akan di gunakan oleh para peserta. Mulai dari bedak, lipstik, pensil alis dan lain sebagainya yang akan peserta gunakan untuk memdandani pasangannya.
Pembawa acara pun menjelaskan tentang peraturan-peraturan yang harus di ikuti oleh para peserta lomba. Peserta lomba di wajibkan sportif tidak boleh melakukan kecurangan. Apabila ada peserta lomba yang melakukan kecurangan mereka akan langsung di diskualifikasi, sama seperti peraturan-peraturan pada lomba sebelumnya.
__ADS_1
Tapi di lomba kali ini ada yang sedikit berbeda. Para peserta harus mendandani pasangan mereka masing-masing alias para suami mereka secantik mungkin. Selesai mendandani para suami, para istri kemudian harus menggendong suami mereka sampai ke finish yang berada di ujung lapangan.
Penilaian di lakukan dengan dua cara yaitu menilai dari segi riasan para istri dan siapa yang paling cepat menggendong pasangannya sampai ke finish maka mereka lah yang akan menang.
Bagi pasangan yang menang akan mendapatkan dinner romantis di sebuah restoran mewah ternama di kota itu. Hadiah itu di berikan oleh salah satu pejabat daerah setempat kepada pasangan yang berhasil memenangkan lomba sebagai wujud penghargaan atas mereka karna telah ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut.
Arta melotot mendengar peraturan lomba yang di berikan pembawa acara. Apa wajah tampannya akan di make up? Oh no. Bisa-bisa wajah tampannya menghilang dan berganti dengan wajah cantik nan imut. Arta bergidik membayangkan wajah tampannya berubah seperti pria-pria lembek lemah gemulai yang biasa ada di salon-salon. Tidak ini tidak bisa di biarkan secepatnya Arta harus pergi meninggalkan lomba konyol ini sebelum wajah tampan kebanggaannya berubah menjadi barbie cantik.
Pasti akan memalukan sekali wajah tampannya harus di poles dengan berbagai make up apalagi dengan lipstik yang merah menyala. Iyyuuhh...Arta merasa ilfil. Apalagi kalau sampai ada teman sekolahnya yang melihatnya, sudah pasti Arta tidak akan punya muka lagi di sekolah.
Sementara itu Riska terlihat senang dengan lomba tersebut sangat berbeda dengan Arta. Riska pasti akan membuat Arta menjadi pemuda tercantik hari ini.
"Persiapkahlah diri kalian untuk menerima kekalahan" ucap Bu Ember mengejek menatap sinis ke arah pasangan muda yang ada di sebelahnya yaitu Arta dan Riska.
__ADS_1
Tak lupa dengan suami Bu Ember, Pak darwin yang berada di sebelahnya. Wanita paruh baya bertubuh tambun itu sangat percaya diri sekali bisa memenangkan perlombaan ini. Maklum lah Bu Ember adalah mantan MUA sudah pasti ia sangat hebat dalam memainkan alat make up.
Bu Ember jua adalah salah satu anggota para ibu-ibu julid musuh bebuyutan ibu-ibu no secret tim Riska.
Riska hanya mencibir. Cih, percaya diri sekali Bu Ember. Dia belum tahu saja bagaimana hebatnya Riska dalam memadupadankan warna warni make up.
Kali ini Riska bertekad akan mengalahkan Bu Ember si mantan MUA dengan suaminya Pak Darwin. Riska akan pastikan Bu Ember akan kalah di lomba ini.
Riska tidak lagi memikirkan hadiah yang di berikan oleh panitia yang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara agar ia bisa mengalahkan Bu Ember. Agar Riska dapat mematahkan kesombongan wanita paruh baya si mantan MUA itu.
.
.
__ADS_1
.
Likenya dong biar tambah semangat nih Authornya😄.