Bukan Pasangan Biasa

Bukan Pasangan Biasa
Eps 60


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Arta dan Riska sarapan bersama sebelum mereka berangkat ke sekolah masing-masing. Pasangan muda itu sama-sama canggung dan tidak saling sapa.


Setelah menghabiskan makanannya Arta lebih dulu berangkat ke sekolah dan tak lama setelah Arta berangkat Riska pun juga pergi ke kampusnya.


Riska berjalan menuju lift, di saat yang bersamaan terlihat Bu Tika sedang berada di depan lift menunggu pintu lift terbuka. Wanita paruh baya itu terlihat membawa banyak barang di tangannya.


"Pagi dek Riska" sapa Bu Tika ramah saat melihat Riska.


"Pagi Bu Tika" balas Riska.


Ting pintu lift terbuka.


Riska dan Bu Tika sama-sama masuk ke dalam lift dan sesaat kemudian pintu lift kembali tertutup.


"Bagaimana keadaan dek Riska? Apa sudah baik-baik saja" tanya Bu Tika.


Tapi belum sempat Riska menjawab, Bu Tika kembali berucap.


"Saya minta Maaf ya dek Riska atas kejadian kemarin, gara-gara saya dek Riska jadi pingsan" ucap Bu Tika dengan rasa menyesal.


Ya Bu Tika merasa bersalah kepada Riska, karna dirinya kemarin Riska pingsan.


"Iya gak papa kok Bu, saya baik-baik saja. Saya Tahu kemarin Bu Tika juga tidak sengaja melakukannya" ucap Riska tersenyum.


"Ah syukur lah kalau dek Riska sudah tidak apa-apa. Kemarin saya benar-benar merasa bersalah pada dek Riska. Apalagi saat saya melihat Adik dari dek Riska, Arta yang bagitu khawatir melihat keadaanmu kemarin bahkan dia sampai marah-marah pada kami saking khawatirnya melihat keadaan dek Riska, membuat saya merasa tidak enak pada dek Riska" ucap Bu Tika tak enak hati.


"Bu Tika tidak perlu merasa bersalah, saya baik-baik saja" ucap Riska menenangkan Bu Tika yang sangat jelas terlihat penyesalan di wajahnya.


Bu Tika pun lantas tersenyum mengangguk.


Riska sedikit terkejut mendengar pernyataan Bu Tika. Apa iya si boing mengkhawatirkannya, pikirnya.

__ADS_1


Detik itu juga senyum Riska terbit, entah kenapa ada rasa bahagi saat mendengar Arta begitu mengkhawatirkannya.


Eehh tunggu-tunggu, ada apa dengan Riska? Kenapa ia jadi bahagia seperti ini saat mendengar Arta mengkhawatirkannya? Batin Riska seketika tersadar. Apakah ia mulai menyukai Arta? Tidak tidak mana mungkin Ia menyukai Arta, si bocah ingusan itu.


Riska menggeleng-geleng serta memukul kepalanya dengan tangan, guna menghilangkan Arta yang terus ada di pikirannya.


Tiingg... pintu lift terbuka.


Melihat Bu Tika yang terlihat kesusahan membawa banyak barang lantas saja Riska langsung membantunya. Ia membantu membawakan barang-barang Bu Tika sampai ke mobil. Dengan wajah senang Bu Tika mengucapakan terima kasih pada Riska yang telah membantunya dan di balas senyum hangat oleh Riska.


Riska memang gadis yang sangat baik, ia sangat suka membantu orang lain. Tak jarang ia menyisihkan uangnya untuk beramal berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Walaupun kadang ia terlihat cuek tapi sebenarnya Riska orang yang sangat perhatian, apalagi saat ia melihat ada orang yang kesusahan ia pasti akan langsung membantunya.


Setelah membantu Bu Tika, Riska pun langsung berangkat ke kampus.


***


Di kampus


"Tungguin kita dong Yul" ucap Sonia pada Yuli yang jauh di depan.


Yuli masih marah pada Riska dan Sonia karna kemarin mereka berdua meninggalkannya sendirian di cafe Cahaya Ilahi dan membuatnya menanggung banyak penderitaan serta hinaan.


"Kami berdua kan udah minta maaf sama lo Yul, stop dong ngambeknya" kata Riska Juga.


"Iya, jangan marah lagi dong Yul. Muka lo tuh kalau lagi marah jelek banget tahu gak kayak kambing kekurangan gizi" kata Sonia dan Yuli hanya meresponnya dengan membuang muka.


Bisa-bisanya Sonia membujuknya dengan menghina dirinya. Ini mah bukannya Yuli tambah baik tapi malah tambah marah.


Saat ini mereka bertiga telah berada di tempat mangkalnya gerobak Bang Jon.


"Iya deh gue maafin tapi lo berdua jangan begitu lagi dong. Ninggalin gue sendirian terluntang lantung menanggung semua hinaan dan penderitaan" ucap Yuli dramatis dengan wajah seolah-olah orang yang paling teraniayaya. Bahkan air mata buayanya hampir keluar.

__ADS_1


"Iya deh iya kita gak bakal kayak gitu lagi kok" ucap Riska dan di angguki Sonia.


Ketiga gadis itu pun kemudian berpelukan seperti teletabis.


"Karna lo udah gak marah lagi, jadi sekarang lo harus bayar hutang lo ke gue yang udah sebulan kagak bayar-bayar" ucap Sonia seraya menengadahkan tangannya pada Yuli.


"Utang, utang yang mana yah. Maaf gue ngerasa kagak pernah ngutang sama lo" ucap Yuli tidak tahu menahu, merasa tidak pernah berhutang pada Sonia.


Sonia mendengus kesal, ini nih yang ia benci saat ia meminjamkan uang pada sahabatnya mereka pasti akan berpura-pura lupa saat utangnya di tagih. Padahal baru kemarin Yuli meminjam uang padanya saat di mall. Untung Yuli sahabatnya jadi Sonia masih punya hati untuk tidak menagih semua hutangnya yang banyak bahkan saking banyaknya Sonia sendiri sampai lupa berapa hutang Yuli padanya.


"Gak usah pura-pura Alzheimer lo. Gue cuma nagih utang lo yang tiga ratus ribu di restoran waktu itu, yang kata lo dompet lo ketinggalan dan sekarang udah sebulan lo kagak bayar" ucap Sonia mengingatkan Yuli.


Yuli terdiam mengingat kejadian satu bulan lalu dan memang benar waktu itu dompetnya tertinggal dan ia meminjam uang tiga ratus ribu pada Sonia.


"Gimana sekarang lo ingat kan. Masih untung lo sahabat gue Yul, jadi gue cuma nagih utang lo yang lama aja untuk yang kemarin-kemarin gue mah masih bisa ngasih lo tenggat waktu kok" ujar Sonia.


"Busettt... cuma utang tiga ratus ribu aja harus di balikin pelit amat lo Son." sarkas Yuli.


"Baru juga telat sebulan udah di tagih, kayak gue bakal kabur aja. Dasar sahabat gak punya akhlak" lanjut Yuli.


"Njirr... yang di tagih utang lebih galak dari pada yang nagih utang" ucap Riska.


Yuli mengambil uang tiga ratus ribu dari dalam dompetnya lalu memberikan uang itu pada Sonia.


"Nih uang tiga ratus ribu gue balikin ke elo" kata Yuli dan dengan senang hati Sonia mengambilnya.


"Allhamdulillah, uang gue akhirnya kembali juga" ucap Sonia mencium uangnya dan memasukkan uang itu ke dompetnya.


Riska hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua sahabatnya.


"Yul kalau nanti semua utang lo sama Sonia udah lunas jangan lupa lo juga bayar utang lo sama gue ya" bisik Riska membuat Yuli langsung melotot.

__ADS_1


Sebenarnya berapa banyak hutang Yuli pada kedua sahabatnya?


Jangan lupa like dan komennya ya.


__ADS_2