
"nobi kita kerumah orang tua zakir sekarang!" ucap papa dirgan
Pada anak sulungnya
"tapi pa, apa ngga akan bermasalah untuk nabila pa?" nobi mengingatkan papanya
"papa tidak peduli, jika perusahaan harus hancur tapi papa tidak tahan lagi melihat adikmu terus disakiti, papa sudah sewa pengacara dan kita janji bertemu disana!" ucap pak dirga tak mau dibantah
Rasanya kemarahannya sudah diubun-ubun. Setiap kali menerima laporan jika anaknya diperlakukan tidak adil dirumah orang tua zakir
"mama ikut pa!" bu maya ingin melihat anaknya juga
"tidak usah ma, tunggu saja disini kami akan bawa nabila pulang hari ini juga!" tegas papa dirga
"ayo berangkat!!" ajak pak dirga bersama nobi dan juga beberapa pengawalnya
Mama maya khawatir terjadi sesuatu. Ia menghubungi nabila agar tak keluar rumah dan menunggu papanya datang
****
"mereka tinggal dirumah yang papa belikan untuk nabila dan anaknya tapi beraninya melakukan hal.keji pada anakku!" papa dirga keluar dari mobil dengan wajah sulit diartikan
"pak dirga selamat pagi!" sapa pengacara yang dipercaya untuk mengurusi masalah anaknya
"selamat pagi pak arif, sudah dipelajari kasusnya? Bisa kita selesaikan sekarang!" tanya pak dirga tak sabar
__ADS_1
"pa, sabar dulu!" ucap nobi
Menenangkan papanya
"sudah sudah pelajari dan saya yakin akan ada jalan keluar pak. Mari kita masuk saja dulu!" ucap pak arif
"baik lah!" pak dirga sedikit tenang
"selamat pagi pak, apa saya biaa bertemu dengan ibu nabila dan bu ira!" ucap pak arif dengan ramah
"siapa ya? Ada perlu apa kesini?" ucap dodi suami kinan
"bisa kami masuk!" tanya pak arif
"tunggu saja diluar!" ucap dodi dengan tak sopan
Ia kenal dengan nobi yaitu kakak nabila. Dan bersikap galak karena merasa nabila tersangka selama ini
"sayang, maafin papa ya sudah terlambat tapi papa kali ini akan menjemputmu nak. Kamu diam saja disini jangan melakukan apapun!" ucap pak dirga memeluk anak bungsunya
"tapi pa!" nabila ketakutan
"dengerin papa dek!" saran nobi
Nabila mengangguk patuh
"ada apa ini pagi-pagi membuat keributan di rumah saya!" ucap Bu Ira yang baru keluar dari rumahnya
__ADS_1
"Saya mau bawa anak saya pulang sekarang!"Ucap pak Dirga dengan lantang
"rupanya anda tidak takut dengan ancaman kami, apa Saya perlu lapor polisi sekarang sudah!!" ucap Bu Ira dengan marah
"Tunggu dulu Bu kita bicarakan dulu baik-baik, saya sebagai perwakilan dari keluarga Pak Dirga" Ucap pak Arif pengacara dari keluarga Nabila
"Jadi kalian mau mengadakan negosiasi dengan saya,
Saya tidak butuh apapun. Jadi silakan pergi dari sini sekarang juga!" usir Bu Ira pada keluarga Nabila dan pengacaranya
"tunggu!! Apa yang sebenarnya Ibu inginkan?" tanya Pak Arif
"tidak banyak, cukup Nabila di sini melayani keluarga kami sampai dia mati!" ucap bu ira tanpa rasa bersalah
"Cukup kau keterlaluan Bu!! Kau pikir anak kami apa?
Kami sudah bersabar dan sampai 3 tahun ini. Tapi sikap Anda kepada Nabila tidak pernah berubah !!" ucap pak dirga marah mendengar anaknya seakan dijadikan budak
"kita bisa bicara baik-baik bu, dengarkan penjelasan saya dulu!
Sebenarnya dari kasus yang saya pelajari, Ibu Nabila tidak bersalah sama sekali.
Ini semua takdir Bu tidak ada yang bisa melarang ataupun menghalangi" ucapan Arif mencoba menengahi
"mudah sekali Anda berbicara seperti itu, karena bukan keluarga anda yang merasakannya" ucap kinan tak terima
"maka dari itu kita perlu bicara Bu, Bagaimana jalan tengah untuk kedua keluarga.
__ADS_1
Kami akan memberikan biaya per bulan, sebagai ganti uang dari ibu Nabila!!" ucap pak arif memulai negosiasi
"berapapun uangmu tak akan cukup untuk mengembalikan anak saya!" teriak bu ira