Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 63


__ADS_3

"sayang bangun!" gala mengecup kening nabila dan membangunkanya dengan lembut


"kok mas disini! Ayo keluar nanti mama sama papa marah!" ucap nabila panik


"kamu lupa?" tanya gala


"apa mas! Ngga ada waktu ayo cepet keluar!" nabila ketakutan


"kan kamu yang ajak mas masuk semalam. Mas ini suamimu sekarang!" tegas gala mengingatkan


"ya ampun maaf mas, maaf


Hampir aja aku tendang!


Mas ngga mes*m kan?


Jangan-jangan semalam!!" nabila menatap tajam mata gala


"tenang aja, mas ngga sentuh kamu! Mas aja ketiduran sampe ngga sadar.


Tapi kalau tanpa sadar ada yang kesentuh ya bearti rezeki mas dong!" jawab gala dengan santainya


"tuh kan! Awas aja berani sentuh-sentuh aku tendang itunya mas!" ancam nabila


"sembarangan! Ini aset ya!!


Lagian udah halal ini. Bebas dong!" gala beranjak dari tempat tidur dan ke kamar mandi


Nabila masih tercengang. Ia segera mencuci mukanya takut ia hanya bermimpi


Lalu keluar kamar "kenapa non?" tanya bi odah


yang kebetulan lewat depan kamar nabila


"mimpi aneh! " jawab nabila lalu turun ke dapur membantu sang mama


"papa gimana ma?" tanya nabila sambil memeluk mamanya dari belakang


"dek, kamu sudah punya suami! Peluk suamimu lah masa mama yang dipeluk!" ucap mama maya


"jadi beneran nabila sudah menikah ma! Ya ampun di atas beneran mas gala dong!" ucap nabila


Ia kembali lagi ke kamar


"astaga! Kenapa seneng banget ngga pake baju sih mas!" nabila menutup matanya dengan telapak tangannya


"kamu ngga pingin liat emang? Padahal banyak loh cewek lain yang penasaran!" ucap gala mendekat pada nabila


"engga tertarik! Udah awas ihh. Papa nunggu dibawah tuh!" ucap nabila berbohong


Ia takut gala akan berbuat sesuatu padanya


"liat saja nanti!" gala memakai kaos yang dipinjamkan dari nobi padanya dan keluar dari kamar lebih dulu

__ADS_1


"pagi, pa ! Ma!" ucap gala sopan menyapa


Mertuanya


"pagi mas gala, sebentar biar nabila buatkan minum!" ucap mama maya


Gala menghampiri pak dirga yang terlihat di ruang keluarga membaca sebuah buku


"sudah lebih baik pa?" tanya gala


"lebih baik dari sebelumnya. Kamu ngga ngantor?" tanya pak dirga


"nanti agak siangan pa!" jawab gala


Yang sudah memberitahukan pada irma akan ke kantor telat


"oke, kapan pesta pernikahan kalian akan diadakan!" tanya pak dirga


"setelah papa sembuh dan nabila siap pa!" jawab gala yang selalu tegas


"oke, papa akan segera sembuh!" jawab pak dirga


"pagi cucu opa! Sini nak papa yang pangku!" ucap pak dirga meminta cucunya


"papa kan masih sakit!" ucap siska tak enak


"papa akan segera sembuh tenang saja. Kamu istirahat saja!


Mana nobi?" tanya pak dirga


"Ya sudah duduk saja disini atau istirahat dikamar. Biar papa yang jaga!" pak dirga sangat senang dengan kehadiran cucu pertama


"iya pa!" siska menurut dan meninggalkan anaknya pada sang mertua


dan menyusul mama mertuanya.


"buat sarapan apa ma? Siska mau bantuin!" ucap siska pada mama maya


"kamu ngga denger papa bilang apa! Sudah duduk saja di situ temani mama saja!" ucap mama maya


"orang mah suruh diem tuh seneng! Malah cemberut!!


Mau aku buatkan teh? Sekalian aku mau buatin suami aku!" ucap nabila menggoda siska yang sedang bingung karena ngga boleh ngapa-ngapai oleh mertuanya


"buatanmu ngga enak!" ledek siska


Nabila mencibikan bibirnya tak terima diejek


Setelah tehnya jadi nabila mengantarkan pada suaminya.


"ini tehnya mas!" nabila meletakan pada meja di depan gala


Gala mengedipkan sebelah matanya pada nabila. Dibalas dengan nabila menarik bibirnya kesamping dengan tatapan geli

__ADS_1


"chiko!!! Anak ganteng kalau gede jangan kayak papamu ya. Jahat sama tante!" ucap nabila mendekati keponakannya


"kamu yang bener sih bil kalau ngomong!" ucap pak dirga


Menegur nabila


"becanda pa, gitu aja marah!" ucap nabila


"sudah menikah becanda terus kerjaannya!" lanjut pak dirga


Gala hanya melihat interaksi antara anak dan papanya.


"sayang, nanti mas ke kantor!


Kamu mau disini dulu atau mau ikut mas pulang?" tanya gala


Nabila mengedip-edipkan matanya mendengar pertanyaan gala.


"boleh ngga disini dulu mas!" tawar nabila


"boleh aja! Kenapa tidak boleh!" jawab gala


"kalau gitu mas ke kantor dulu ya,


Pa gala pamit dulu ya pa!" ucap gala


Tak ada kecewa bagi gala. Sosok dewasa dan bijaknya


Memahami nabila masih ingin bersama keponakan barunya dan juga papanya yang masih sakit.


Nanti setelah resepsi gala baru akan memboyong nabila pulang ke rumahnya


"hati-hati ya mas!" nabila mengantarkan gala sampai di depan mobil


"belum sarapan sayang!" ucap gala


"ya udaj ayo sarapan dulu!" nabila tak mengerti kode gala


tanganya mengusap-usap pipi


"sini deh!" gala meminta nabila mendekat dan patuhnya nabila menuruti


Cup


Cup


Cup


Cup


Gala mengecup kening, kedua pipi san juga terakhir bibir


"bilang aja cium, susah amat!" ucap nabila yang tak keberatan

__ADS_1


Baginya hal biasa bagi pasangan. Apalagi keduanya sudah menikah


"makasih sarapannya!" gala tersenyum pada nabila dan melajukan mobilnya


__ADS_2