Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 76


__ADS_3

"sayang mas berangkat ya! Kamu hati-hati dirumah. Kalau mau pergi sama supir!" ucap gala sebelum meninggalkan kediamannya


"iya suamiku sayang! Kerja yang rajin biar istrimu makin banyak belanjaanya" canda nabila pada gala


"hemm, iya mas lupa.


Nanti malam kita bicara soal itu!" gala mengingat ia belum memberikan nafkahnya secara materil pada nabila


"canda mas, ya udah sana jalan. Jangan cape-cape ya!" nabila mengecup pipi gala sebelum gala masuk ke mobil


"jadi malas mau ke kantor kalau gini.


Pingin dirumah aja!!" gala menutup kembali pintu mobilnya


"mas!! Kamu punya banyak karyawan. Aku sih ngga apa-apa kamu di rumah.


Tapi inget, ada keluarga yang bergantung pada perusahaamu!" ucap nabila mengingatkan gala


"benar juga, gimana kalau kamu aja yang ikut mas ke kantor!"


Ajak gala dengan wajah memelas


"no! Yang ada ngga jadi kerja. Sekarang mas berangkat. Nanti aku anterin makan siang. Oke!!" ucap nabila


"oke! Cup!" gala mengecup bibir nabila singkat


Lalu masuk ke mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi


Nabila kembali masuk ke dalam rumah


"tuan sekarang kayak hidup ya nya!" ucap bi inah yang masih membereskan sisa sarapan majikannya


"emang dulunya mati bi?" nabila tau saat ini asistennya itu sedang becanda


"iya bu, bicara seperlunya. Makan ngga pernah di rumah,


Ngga pernah senyum!" jawab bi inah


"bibi ini ada-ada saja!" ucap nabila duduk sambil melihat drama kesukaannya di televisi


"beneran nyonya, coba aja tanya sama pembantu yang lain.


Pas pertama kali nyonya kesini. Baru tuan suka senyum- senyum sendiri.


Kadang juga ngajak saya ngobrol nyonya!" bi inah mengungkapkan yang terjadi


"hemmm, mungkin sekarang esnya dah cair bi, sini temani saya nonton!" ajak nabila menepuk kursi disampingnya


"maaf nyonya masih ada kerjaan lain." tolak bi inah


"oke. Oh iya bi saya lagi pesan sayuran online nanti tolong ambil ya. Saya mau mandi dulu!" ucap nabila


Berpesan pada bi inah.

__ADS_1


Bi inah mengangguk. Mengiyakan perintah majikannya


Nabila kembali ke kamarnya.


*******


"irma. Ke ruangan saya sekarang!" ucap gala setelah sampai di ruangannya yang sudah cukup lama ia tinggal untuk


Cuti honeymoonya.


"permisi pak!" irma masuk ke ruangan gala


"ada yang bisa saya bantu pak?" irma dengan ramah seperti biasa


Pada gala


"duduk dan jelaskan ini!" gala meletakan sebuah amplop coklat


"maaf pak!" irma membuka amplop dari gala


Dan melihat sebuah foto beserta beberapa lembar kertas


"maaf pak, saya akan mengundurkan diri!" ucap irma


Dengan tangan gemetar


"kamu pikir semudah itu!!


Jelaskan pada saya!!!" teriak gala


Saya akan mengundurkan diri sekarang juga!" irma ketakutan menatap mata gala yang sangat tajam


"jelaskan disini atau kantor polisi!!" gala memberikan pilihan


Karena dihadapannya adalah wanita. Jika saja saat ini yang ada di depannya adalah pria


Mungkin gala sudah menghajarnya habis-habisan


"sa...saayaa mantan pacar rio pak!" ucap irma ketakutan


"lalu perjanjian apa itu!!!!!!" gala makin kencang meneriaki irma


"itu perjanjian saya melakukan perintah rio pak. Karena saya sangat mencintainya pak" ucap irma sambil menangis


"jangan berani-berani bohong dengan saya. Kamu tahu siapa rio?" tanya gala dengan nada bicara biasa


"setahu saya dia adik tiri bapak, karena bapak dia kehilangan keluarganya!" ucap irma kini dengan tatapan kebencian


Irma yang selama ini sengaja masuk dan menjadi pegawai gala. Adalah siasat rio


"kamu tahu, kamu hampir saja menghancurkan perusahaanku.


Dengan cerita yang kamu sendiri tak tahu kebenarannya.

__ADS_1


"saya sudah putus dengan rio pak. Dan saya juga menghentikan niat jahat saya.


Bahkan tak semua yang rio minta saya lakukan. Karena bapak adalah atasan yang baik!


Tapi saya siap menerima hukuman. Tapi jangan bawa saya ke polisi pak!" irma pasrah


"kamu pilih saya atau rio?" tanya gala menguji irma


Bahkan sekarang hubungan rio dan gala sudah membaik.


Terlebih setelah rio tahu bahwa gala kakak kandungnya


"saya memutuskan hubungan dengan rio pak, dan tetap bekerja disini.


Bahkan blm lama ini rio mencoba meminta kembali.


Tapi saya sadar yang saya lakukan salah. Bapak bisa pecat saya sekarang!" irma hanya menunduk


Dan bersimpuh


"bangunlah!" ucap gala


"emang kamu siapa, nyuruh-nyuruh saya?" lanjut gala


"ampun pak, saya ngga mau masuk penjara!" irma makin memohon


"tidak!! Jika kau mau menerimaku kembali?" sesorang datang dan membantu irma untuk bangun


Irma melihat keatas dan terkejut karena rio saat ini yang membantunya


"ngapain kamu disini? Saya ngga mau ikuti perintahmu lagi!" irma melepaskan pegangan tangan rio dan menyingkir


"kenapa buat drama di depan saya?" ucap gala meletakan kedua tangannya didada


"saya sudah berubah sayang, saya mohon maafkan saya!" ucap rio memohon pada irma dihadapan gala


Yang nampak jengah. "kalian urus masalah kalian dulu. Keluar!!" usir gala


Nampak sudah tak marah


"pak, saya mohon pak. Jangan laporkan saya pak!" ucap irma tak mau lagi berurusan dengan rio


"lepaskan, saya mau tetap bersama pak gala. Dan cintaku akan ku kubur dalam-dalam!" ucap irma menolak rio


"kak! Gimana ini?" rio mengadu pada gala


"urus saja urusanmu, kalau kalian menjadi orang baik akan ku pertimbangkan melaporkan kepada polisi!" ucap gala lalu meninggalkan ruangannya yang membuatnya kesal


"pak, saya akan berubah pak! Pak maafkan saya!" irma terua berteriak


"terima kasih kak!" sementara rio dengan senang hati diberikan ruang oleh kakakanya


"rio? Kamu apa-apaan?

__ADS_1


Kamu mau hancurkan hidupku lagi?" ucap irma


"aku mau memperbaikinya sayang, maafkan aku! Selama ini aku salah!" ucap rio menyesel


__ADS_2