Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 53


__ADS_3

"pak makan....


Maaf pak! Saya pakai telfon saja!" irma masuk ke ruangan gala


tanpa menunggu jawaban gala, setelah mengetuk pintu


Irma melupakan nabila yang sejak tadi di ruangan bosnya


irma keluar lagi dan merasa malu juga takut mengganggu bosnya


"mas tuh kan, sekretaris kamu liat!" ucap nabila ingin bangun dari pangkuan gala


"biarin aja! Irma juga pernah pacaran kan!" ucap gala santai


lalu mengambil telfonnya menghubungi irma


~ada apa tadi ke ruangan saya?~ tanya gala


~maaf pak, mau makan siang di kantor atau diluar?~ jawab irma


~di luar saja, saya sebentar lagi pulang. Jadi kamu periksa kembali dokumen yang ada di meja saya~ ucap gala memerintah irma


Irma mengiyakan ucapa gala. Dan sepertia biasa akan lembur lagi.


Namun irma yang memang tulang punggung keluarganya merasa senang


Mendapatkan uang tambahan


Dan itu semua memang diketahui gala. Ia tipe bos yang tak mau kasih bonus cuma-cuma


"mas jangan terlalu keras sama pegawai tuh, nanti pada kabur gimana?" pesan nabila


"kita pulang sekarang, mau ketemu mama sama papa mertua!" ucap gala mengajak nabila


"dikasih tahu ngga dengerin!" kesal nabila


"iya sayang! Sudah ayo pulang!" ucap gala tak sabar


"ke rumahku?" tanya nabila


"emang kamu maunya pulang kemana?


Mau ke rumah mas hemm!!" gala menghentikan langkahnya


Dan berbalik arah menatap nabila


"ya engga juga! Maksudnya aku tanya


Cuma memastikan gitu loh!" ucap nabila gugup


"sabar ya sayang, ngga lama lagi pulangnya ke rumah mas!" gala kembali menggandeng nabila


Dan menuju parkiran mobil


Setelah menitip pesan pada irma


...*********...

__ADS_1


"sore om, tante!" sapa gala pada orang tua nabila setelah tiba dirumah


"itu mau nyebrang digandeng terus?" goda mama maya


Nabila langsung melepaskan gengaman tangan gala


"ma!" tegur pak dirga


"duduk nak!" ajak pak dirga


"dek buatkan minum buat gala!" titah pak dirga pada nabila


"iya om, maksih!


Nobi belum pulang?" tanya gala


Nabila segera melaksanakan perintah papanya


Padahal ada tiga asisten rumah tangga namun nabila diajarkan untuk bisa minimal untuk urusan dapur


"belum, katanya sebentar lagi!


Gimana kerjaan lancar?" tanya pak dirga memulai obrolan pria dewasa


"baik om lancar, misi untuk anak om juga lancar!" tambah gala mengatakan jika


Dirinya sudah menaklukan hati yang sudah tertutup


Rapat selama ini


"saya tahu kamu pasti orangnya!" ucap pak dirga sambil menepuk pundak gala


Tapi nabila anak yang baik!" ucap pak dirga


"saya akan jaga amanah itu om, jadi apa om dan tante merestui jika saya ingin memiliki hubungan yang lebih serius lagi?" tanya gala


"tentu saja, hanya saja jangan terlalu terburu-buru.


Kamu masih kuat kan nahannya?" jawab mama maya menyambar ucapan dua laki-laki mengobrol


gala bingung mau menjawab apa, karena ucapan calon mertuanya cukup ambigu baginya


"siap tante. Saya akan menunggu sampai nabila siap dan menerima saya!" ucap gala dengan yakin


"hayo ngomongin aku ya?" nabila datang dengan membawa dua cangkir kopi


Untuk papa dan kekasihnya


"iya! Kapan kamu mau menikah?" tanya pak dirga langsung pada nabila


"papa, apaan sih? Siapa juga yang mau nikah tuh.


Nanti-nanti aja lah dipikirnya!" jawab nabila membuat gala


Ada perasaan sedih


Cintanya yang sedang menggebu-gebu harus ditahannya

__ADS_1


Karena nabila masih belum lepas dari trauma masalalunya


"huusss ngga boleh ngomong gitu! Pamali !" ucap mama maya


"kalau mas gala kapan mau nikahnya?


Kalau belum ada calon yang mau di ajak nikah.


Tante punya loh kenalan


Anaknya cantik, baik, sopan dan mandiri. Nanti tante kasih nomernya ya!" mama maya mengompori anaknya sendiri


Baginya sudah saatnya nabila memulai kisah hidup baru,


Sudah terlalu lama nabila menyimpan trauma.


Dan juga gala adalah orang yang tepat untuk nabila


"ma, mas gala pacar aku kan!!" ucap nabila keceplosan


Mama maya dan gala tersenyum senang. nabila mengakui sendiri di depan papanya tanpa ragu


"ohh begitu! Pantas saja seharian nemenin kerja, ternyata udah pacaran!" ucap nobi


Yang baru pulang dari kantor.


"kalian pada usil ah, kenapa sih ngga pingin liat aku bahagia ya!" kesal dan malu nabila jadi satu


"mama dan papa malah seneng kalau kamu bahagia.


Jadi kalau takut dikenalin anak temen mama.


Ya buruan nikah!" desak mama.maya


Entah kenapa justru ia yang tak sabar


"siska mana ma?" tanya nobi


"ada lagi olahraga sama pelatihnya di atas!" jawab mama maya


"gal, saya ke atas dulu!" pamit nobi


Melihat istrinya dan sekalian bersih-bersih badannya selepas kerja


"emang mas mau buru-buru banget nikah?" tanya nabila memberanikan diri


"kalau kamu mau minggu depan juga boleh!" ucap gala


"itu nikah apa orang laper sih. cepet amat!" jawab nabila


"becanda, dek!" ucap gala lembut


Ya sudah mama sama nabila ke belakang dulu ya mau.masak buat makan malam. Kamu harus makan disini!" ucap mama maya


"iya tante!" gala menjawab mama maya


"tunggu sebentar ya om, mau ke kamar dulu! Kalau capek atau mau bebersih badan masuk aja di kamar tamu!" ucap pak dirga sebelum meninggalkan gala

__ADS_1


Gala bengong dan bingung mau ngapain


dan akhirnya membuka email pekerjaan lagi


__ADS_2