
"pak makan....
Maaf pak! Saya pakai telfon saja!" irma masuk ke ruangan gala
tanpa menunggu jawaban gala, setelah mengetuk pintu
Irma melupakan nabila yang sejak tadi di ruangan bosnya
irma keluar lagi dan merasa malu juga takut mengganggu bosnya
"mas tuh kan, sekretaris kamu liat!" ucap nabila ingin bangun dari pangkuan gala
"biarin aja! Irma juga pernah pacaran kan!" ucap gala santai
lalu mengambil telfonnya menghubungi irma
~ada apa tadi ke ruangan saya?~ tanya gala
~maaf pak, mau makan siang di kantor atau diluar?~ jawab irma
~di luar saja, saya sebentar lagi pulang. Jadi kamu periksa kembali dokumen yang ada di meja saya~ ucap gala memerintah irma
Irma mengiyakan ucapa gala. Dan sepertia biasa akan lembur lagi.
Namun irma yang memang tulang punggung keluarganya merasa senang
Mendapatkan uang tambahan
Dan itu semua memang diketahui gala. Ia tipe bos yang tak mau kasih bonus cuma-cuma
"mas jangan terlalu keras sama pegawai tuh, nanti pada kabur gimana?" pesan nabila
"kita pulang sekarang, mau ketemu mama sama papa mertua!" ucap gala mengajak nabila
"dikasih tahu ngga dengerin!" kesal nabila
"iya sayang! Sudah ayo pulang!" ucap gala tak sabar
"ke rumahku?" tanya nabila
"emang kamu maunya pulang kemana?
Mau ke rumah mas hemm!!" gala menghentikan langkahnya
Dan berbalik arah menatap nabila
"ya engga juga! Maksudnya aku tanya
Cuma memastikan gitu loh!" ucap nabila gugup
"sabar ya sayang, ngga lama lagi pulangnya ke rumah mas!" gala kembali menggandeng nabila
Dan menuju parkiran mobil
Setelah menitip pesan pada irma
...*********...
__ADS_1
"sore om, tante!" sapa gala pada orang tua nabila setelah tiba dirumah
"itu mau nyebrang digandeng terus?" goda mama maya
Nabila langsung melepaskan gengaman tangan gala
"ma!" tegur pak dirga
"duduk nak!" ajak pak dirga
"dek buatkan minum buat gala!" titah pak dirga pada nabila
"iya om, maksih!
Nobi belum pulang?" tanya gala
Nabila segera melaksanakan perintah papanya
Padahal ada tiga asisten rumah tangga namun nabila diajarkan untuk bisa minimal untuk urusan dapur
"belum, katanya sebentar lagi!
Gimana kerjaan lancar?" tanya pak dirga memulai obrolan pria dewasa
"baik om lancar, misi untuk anak om juga lancar!" tambah gala mengatakan jika
Dirinya sudah menaklukan hati yang sudah tertutup
Rapat selama ini
"saya tahu kamu pasti orangnya!" ucap pak dirga sambil menepuk pundak gala
Tapi nabila anak yang baik!" ucap pak dirga
"saya akan jaga amanah itu om, jadi apa om dan tante merestui jika saya ingin memiliki hubungan yang lebih serius lagi?" tanya gala
"tentu saja, hanya saja jangan terlalu terburu-buru.
Kamu masih kuat kan nahannya?" jawab mama maya menyambar ucapan dua laki-laki mengobrol
gala bingung mau menjawab apa, karena ucapan calon mertuanya cukup ambigu baginya
"siap tante. Saya akan menunggu sampai nabila siap dan menerima saya!" ucap gala dengan yakin
"hayo ngomongin aku ya?" nabila datang dengan membawa dua cangkir kopi
Untuk papa dan kekasihnya
"iya! Kapan kamu mau menikah?" tanya pak dirga langsung pada nabila
"papa, apaan sih? Siapa juga yang mau nikah tuh.
Nanti-nanti aja lah dipikirnya!" jawab nabila membuat gala
Ada perasaan sedih
Cintanya yang sedang menggebu-gebu harus ditahannya
__ADS_1
Karena nabila masih belum lepas dari trauma masalalunya
"huusss ngga boleh ngomong gitu! Pamali !" ucap mama maya
"kalau mas gala kapan mau nikahnya?
Kalau belum ada calon yang mau di ajak nikah.
Tante punya loh kenalan
Anaknya cantik, baik, sopan dan mandiri. Nanti tante kasih nomernya ya!" mama maya mengompori anaknya sendiri
Baginya sudah saatnya nabila memulai kisah hidup baru,
Sudah terlalu lama nabila menyimpan trauma.
Dan juga gala adalah orang yang tepat untuk nabila
"ma, mas gala pacar aku kan!!" ucap nabila keceplosan
Mama maya dan gala tersenyum senang. nabila mengakui sendiri di depan papanya tanpa ragu
"ohh begitu! Pantas saja seharian nemenin kerja, ternyata udah pacaran!" ucap nobi
Yang baru pulang dari kantor.
"kalian pada usil ah, kenapa sih ngga pingin liat aku bahagia ya!" kesal dan malu nabila jadi satu
"mama dan papa malah seneng kalau kamu bahagia.
Jadi kalau takut dikenalin anak temen mama.
Ya buruan nikah!" desak mama.maya
Entah kenapa justru ia yang tak sabar
"siska mana ma?" tanya nobi
"ada lagi olahraga sama pelatihnya di atas!" jawab mama maya
"gal, saya ke atas dulu!" pamit nobi
Melihat istrinya dan sekalian bersih-bersih badannya selepas kerja
"emang mas mau buru-buru banget nikah?" tanya nabila memberanikan diri
"kalau kamu mau minggu depan juga boleh!" ucap gala
"itu nikah apa orang laper sih. cepet amat!" jawab nabila
"becanda, dek!" ucap gala lembut
Ya sudah mama sama nabila ke belakang dulu ya mau.masak buat makan malam. Kamu harus makan disini!" ucap mama maya
"iya tante!" gala menjawab mama maya
"tunggu sebentar ya om, mau ke kamar dulu! Kalau capek atau mau bebersih badan masuk aja di kamar tamu!" ucap pak dirga sebelum meninggalkan gala
__ADS_1
Gala bengong dan bingung mau ngapain
dan akhirnya membuka email pekerjaan lagi