
"maaf bu nabila, bisa beritahu saya dimana adik pak nobi?" tanya Gala pada nabila
Nabila nampak tersenyum mendengar pertanyaan Gala.
"kenapa malah senyum? Jangan bilang anda sedang mencoba menggoda saya!" ucap Gala dengan percaya dirinya
"narsis banget, tuh adik pak nobi!" tunjuk nabila pada mama maya
"jangan becanda!!" sahut Gala
Mana mungkin adik nobi lebih terlihat dewasa dibanding adiknya
"ya sudah kalau tidak percaya! Maaf saya sibuk!" nabila meninggalkan pria tampan dengan keisengannya
dalam hati nabila sedang menertawakan Gala yang wajahnya tak bisa dibohongi sedang bingung dan tak percaya
"kenapa dek?" tanya nobi
"ngga kak, nyari body guard kok ngga tahu siapa yang mau dijaga!" ucap nabila
"iya kakak lupa memberitahu namamu!" ucap nobi melupakan seseuatu
"biar saja kak, biar dia cari sendiri!" ucap nabila masih menyimpan dendam pada Gala dulu
Gala pun akhirnya memberanikan diri menghampiri mama maya,
"maaf kak, apa benar saudaranya pak nobi?" tanya Gala dengan menahan malu
pasalnya anak buahnya harus terpaksa dirawat karena kecelakaan saat akan datang ke lokasi dimana nobi meminta penjagaan.
dan mau tak mau, Gala harus menggantikannya karena tak mau mengecawakan kliennya
"benar, saya mamanya!" ucap mama maya
"ada apa ya mas?" tanya mama maya menahan senyumnya karena dipanggil kak oleh Gala
Yang tentu usianya jauh dari mama maya
__ADS_1
"ohh, itu bu kebetulan saya menggantikan teman saya untuk menjaga adik pak nobi,
Tapi saya lupa menanyakan nama dan ciri-ciri orangnya. Maaf bu bisa tolong bantu saya" ucap Gala dengan lemah lembut
"Nabila namanya, dia ada didalam baru saja masuk. tolong jaga anak saya ya mas. dia sangat lengah dan terlalu mudah percaya sama orang" ucap mama maya yang seolah tau anaknya sedang menjahili orang
"terima kasih bu, maaf saya kurang sopan tadi" ucap Gala merasa tak enak pada orang tuanya kliennya
"tidak masalah, karena kami hanya bisa sampai siang dan akan meninggalkan nabila, jadi sekali lagi saya harap anda dapat melakukan tugas dengan baik" ucap mama maya lagi
"saya akan lakukan tugas saya semaksimal mungkin bu, saya pamit dulu" Gala berpamitan dan mencari sosok yang sudah mengerjainya
"Dasar pembohong!" bisik Gala saat menemukan orang yang dicarinya
"tentang apa?" nabila tak mengerti ucapan dari Gala
" Kamu sengaja ngerjain saya kan? kamu tahu saya sampai dengan tak sopannya memanggil mamamu dengan panggilan kak, saya salah karenamu" jelas Gala
"hahahaha,,,, makanya kalau kerja yang bener dong, lagian masih kurang apa pendaptannya jadi CEO masih cari sampingan" ucap nabila
"apa-apan sih pegang-pegang" kesal nabila
"jangan jauh-jauh dari saya atau pegawasan anak buah saya yang lain, saya merasa ada sesuatu yang ngga baik disini" ucap Gala memperingatkan
"ckkkkk, udah kayak dukun aja, jauh-jauh dari saya! acaranya sudah mau dimulai" usir Nabila
Gala menjauh dari nabila dan tetap dalam mengawasi sekitar nabila
suara para tamu mulai memenuhi ruangan dan acara pemotongan pita sebagai tanda restorant milik Nabila akan segera beroprasi.
nabila memegang gunting dan segera memotong pitanya, kemudian memeluk papa dan mamanya
sedangkan sahabatnya yang juga calon kakak iparnya juga ikut bahagia dan memeluknya sebagai tanda dukungannya
"selamat ya beb, akhirnya impian kamu tercapai juga bisa punya restoran sendiri. aku bboleh dong kerja disini?" canda siska pada nabila
"jadi kamu lebih pilih bocah ini dari pada calon suamimu" nobi merasa cemburu diabaikan oleh calon istrinya
__ADS_1
"ohhh sayang, tentu tidak dong. sekarang waktunya makan-makan bukan?" ajak siska
mama dan papa nabila ikut menyusuri ruangan dan dapur dimana tempat pembuatan makanan yang akan disajikan
"desainnya bagus bil, papa sangat bangga padamu! anak papa sudah berubah menjadi gadis dewasa dan calon pengusaha sukses" puji pak dirga pada anaknya
"jadi dari dulu papa ngga bangga gitu sama nabila?" ucap nabila dengan nada manja pada papanya
"iya, karena mamamu terlalu memanjakanmu, tapi papa sangat sayang padamu. banyaklah belajar lagi jangan sombong dan juga cepat puas" pesan papa dirga
"iya pa, ma nabila juga sangat sayang pada kalian" nabila memeluk lagi kedua orang tuanya rasa bangga, bahagia dan juga haru nabila rasakan kini
hatinya sudah mulai move on dari calon suaminya yang sudah berbeda alam kini
dan juga nabila bisa hidup dengan seseuai keinginannya
"kami tak bisa lama-lama sayang, karena oma akan datang sore nanti papa dan mama akan berangkat keluar negeri untuk pemeriksaan terakhi" ucap papa dirga
"emmm, iya pa. nabila ngga apa-apa kok! nanti kalau restoran sudah berjalan nabila akan pulang, dan sekalian pernikahan kakak" ucap nabila berubah menjadi sedih
sepasang mata terus menatap dari kejauhan dan tetap waspada
"jangan sedih dong sayang, kan papa sedang berusaha supaya hidup lebih lama lagi. dan menunggumu menikah" ucap mama maya
"ma, mulai deh!!
ya sudah kalian hati-hati. kak nobi juga harus pulang kan. nanti malam bukannya acara pertemuan terakhir keluarga kan sebelum pernikahan" ucap nabila dengan seutas senyum bahagia untuk kakak dan juga sahabatnya
"kami pergi dulu, jaga dirimu baik-baik dan kalau ada apa-apa bilang kakak" ucap nobi memeluk nabila dan juga mengusap puncak kepala adik tercintanya
"kalian hati-hati, siska titip kakak ku ya. mama dan papa juga" ucap nabila kali ini memeluk sahabatnya
"pasti dek, kakak akan menjaga mama, papa dan kakakmu" ucap siska
plak
nabila menoyor kepala siska yang mengganti sebutan untuknya menjadi kakak
__ADS_1