
"ma, pa! Nabila harus kembali ke restoran. Nabila akan pulang jum'at depan kalau ngga sibuk ya hehehe!" nabila berpamitan pada orang tuanya
"kenapa ngga pulang pergi aja sih sayang, kakakmu belum pulang liburan!" ucap mama maya
"ma, cape kalau pulang pergi tiap hari. Kan jaraknta lumayan!" papa dirga membela nabila
"bener tuh kata papa ma, nabila bakal sering pulang kok. Janji deh!" nabila mencium pipi mama dan papanya
"bik odah titip jaga mama dan papa ya!" ucap nabila sebelum pergi
"ohh iya dek, minggu depan gantiin papa menghadiri pernikahan pak arif ya sayang, mama sama papa takut ngga kuat lama-lama diacara begitu! Please!!" rayu papa dirga
Sebenarnya itu ide dari mama maya, agar nabila bertemu banyak orang dan membuka hati lagi
"nabila usahain ya pa, ma. Nabila pamit dulu!" nabila mengendarai sendiri mobilnya
Iya kini terbiasa mandiri
~iya, ada apa?~ tanya nabila mengangkat panggilan telfon
~ ibu sakit nabila, kami butuh uang! Bisa kamu bantu pengobatan ibu?~ kinan
Iya yang menghubungi nabila saat ini adalah kinan. Mantan kakak ipar ngga jadi
~papa bilang kalian menerima sepuluh juta tiap bulan, jadi aku pikir itu cukup.
Kalau benar bu ira sakit, tolong kirim bukti pembayaran dan foto bu ira dirawat. Maka akan saya beri sedikit uang!~ nabila kita sudah benar-benar gerah dengan kelakuan keluarga calon suaminya
~kalau tak mau kasih bilang aja, segala bukti kamu pikir kami pengemis~
Tut.....tut....tut
__ADS_1
Panggilan terputus
Nabila tersenyum semirik. Kenapa dulu ia sebuta itu memperjuangkan manusia yang bahkan tak menganggap nabila manusia juga
Hanya ia anggap sapi perah
*******
*nabila sudah sampe ma* nabila mengirimkan pesan pada mamanya agar merasa tenang
Tiga jam perjalanan bukanlah waktu yang sebentar bagi nabila yang sangat jarang melakukan perjalanan jauh sendirian
*iya nak, hati-hati disana. Segera bawakan mama calon mantu* balas mama maya
"Selalu saja soal nikah" kesal nabila berbicara sendiri
tok...tok..tok
"ada apa tiara? Baru juga sampe saya. Belum nafas ini!" ucap nabila pada asistennya
"kita kekurangan chef bu, penjualan kita makin meningkat akhir bulan ini. Dan chef kita kewalahan dengan pesanan bu. Apalagi sabtu dan minggu!" ucap tiara memberika laporannya
"oke buat lowongan kerja,cari dua chef yang sesuai bidangnya.
Saya sendiri yang akan mengujinya!" ucap nabila
"baik bu, saya persiapkan info lowongan pekerjaanya bu!" tiara keluar dari ruangan nabila
*bisa keluar sebentar?* pesan masuk pada ponsel nabila
Dari nama Gala galak
__ADS_1
yang tersimpan di kontak nabila
*saya sedang direstoranmu, kamu bisa temani saya sebentar?* gala mengirimkan pesan lagi pada nabila
*saya sibuk. Banyak pegawai lain yang bisa menemani!* balas nabila tak mau lagi berurusan dengan gala
Yang masih membuatnya kesal entah karena apa
*oke, saya dengar dari pak nobi kamu suka bunga mawar,
Saya titipkan pada pegawaimu ya. Kebetulan saya hanya mampir karena ada pekerjaan sekitar sini* balas gala
Sambil mengirimkan sebuah foto
nabila segera keluar dari ruangannya dan mencari bunga cantik yang gala bawakan untuknya
"bu ini ada yang titip buat ibu!" ucap pegawai nabila
"iya, terima kasih!" nabila mencari sekeliling sudah tak.melihat sosok yang dicarinya
Namun dari kejauhan gala melihat nabila dengan memegang bunga dari gala dengan senyum manisnya
"kalau saja aku masih punya hati yang utuh, mungkin kamu sudah ada didalamnya" ucap gala lirih
Ia tak mau lagi percaya cinta apa lagi wanita.
Baginya cukup dua kali merasakan penghianatan pahit dari orang yang mengusai hatinya
Gala menganggap hanya kekaguman pada nabila.
__ADS_1
Seoarang yang entaj mengape membuatnya mulai memikirkannya