
"hai manis!" bisik seorang pria pada telinga nabila
nabila melihat kesampingnya
"kenapa nangis? Terharu atau????" gala menggantungkan ucapannya
Dan menatap nabila yang masih terlihat syok
"bukannya masss.....
Terus yang disana siapa?" tunjuk nabila masih tak percaya
"ya pengantinnya lah, masa mas disana. Kalau gitu pengantin wanitanya harus kamu!" jawab gala
"mas serius ihhh, bukan saatnya becanda deh!!" nabila kesal dan menarik gala untuk mendekat pada pengantin
"hai kak gala! Aku udah resmi jadi istri orang!" ucap cinta sepupu gala satu-satunya
" terima kasih kak, cincinya!" ucap divo suami cinta
"selamat ya divo, cinta!" ucap gala memberikan selamat kepada pengantin baru
"sayang!" ucap gala memecah lamunan nabila
"emm, iya selamat ya atas pernikahannya.
maaf kadonya tertinggal tadi buru-buru!" ucap nabila merasa tak enak
"iya kak nabila, kak gala sudah banyak memberikan kado untuk kami!" ucap cinta
"kamu kenal saya!" tanya nabila heran
"tentu saja kak gala selalu menceritakanmu,
Ehh kak nanti lagi ya maaf banyak tamu, lain kali kita ngobrol lagi" pamit cinta dan divo
"iya tuh tamunya mau salaman, ayo mas!" ajak nabila lagi
Menarik tangan gala
Membawanya ke tempat yang agak jauh
"kenapa bohong!" tanya nabila
Gala hanya terus tersenyum menatap wajah cantik dihadapannya yang seprtinya sedang marah padanya.
"malah senyum-senyum! Jawab kenapa bohongin adik sendiri!" ucap nabila gugup ditatap terus oleh gala
"mas!!!!"
nabila mulai kesal dan mencubit pinggang gala,
"emmm! Auuu sakit sayang" gala mengaduh karena cubitan nabila yang cukup.pedas di pinggangnya
"Ayo makan dulu. Kita akan pulang bersama malam ini!" ajak gala
Nabila lagi-lagi patuh saja. Entah apa jurus yang digunakan gala.
Nabila seolah tak bisa menolak ajakan gala
"duduk saja disini, mau makan apa biar mas ambilkan!" tanya gala
"mau makan kamu! Ngeselim banget. Jadi kenapa panggil sepupu sendiri cinta. Cinta segala!" ucap nabila kesal dan meluapkannya pada gala
"emang namanya cinta, semua yang kenal pada panggil cinta .
Terus mas harus bilang sayang gitu?
Itu kan panggilan buat kamu!" ucap gala pada nabila
"mulai deh, ya udah ambilkan apa aja deh tapi harus ada nasinya.
Dari pagi belum makan! Hemat anak kos!" ucap nabila merendah
Gala menyentil kening nabila " jangan ngomong sembarangan, hotel ini aja bisa dibeli papa kamu!" ucap gala memgingatkan nabila
"sakit mas, kaya kak nobi aja deh. Udah sana ambilin makan!" ucap nabila saat melihat seorang wanita yang mendekati gala
Dengan tatapan membunuh nabila mendekati gala dan mengalungkan tangannya ke pinggang gala.
"sayang, lama banget sih ambil makan kan aku kangen!" ucap nabila dan memberikan kode pada gala
Untuk melirik wanita yang menatap gala seperti harimau kelaparan
__ADS_1
"kamu menggemaskan dek, mas jadi ngga sabar!" bisik gala ditelinga nabila
Membuat nabila merinding
"mas jangan macem-macem, aku sunat lagi kamu nanti ya!!" ancam nabila saat gala mempererat jarak keduanya
" kak gala subastian! Benar bukan?" ucao seorang wanita yang kurang lebih seusia gala
"maaf siapa ya?" tanya gala memang melupakan orang tersebut
"nisa, mantan kamu hehe!" ucap anisa yang ternyata teman dari adik gala yang sudah meninggal
mata nabila menatap tajam gala seolah minta penjelasan.
"anisa, bisa aja becandanya"ucap gala
Kenalkan calon istri saya!" lanjut gala memperkenalkan nabila dan tentu saja nabila sedang berbunga-bunga saat ini
"hai, anisa dulu sahabat adiknya kak gala" ucap anisa memperkenalkan Diri
"nabila!" nabila menulurkan tangannya dan menyalami anisa yang nampak tak mengenakan hati
" jadi kapan nih nyusul, anak aku aja udah dua loh kak!" ucap anisa
Yang membuat nabila akhirnya menghembuskan nafas lega
"tunggu saja undangannya! Saya sama nabila makan dulu ya.
tuh cinta baru selesai ganti baju!" ucap gala
Anisa pun menghampiri pengantin
"sayang tadi katanya laper. mau mas suapi?" gala menggoda nabila
"males deh, ayo buruan makan. Ini udah hampir malam aku mau pulang kerumah mama!" ucap nabila
"makan dulu habiskan, setelah ini kita pamitan pada pengantin dan saudara mas yang lain.
Kamu belum kenalan tadi!
Kita pulang bersama" ucap gala
"oke!"
Nabila makan dengan santai dan keduanya berpamitan karena sudah selesai acara.
Maka gala sering mengunjungi restoran nabila, selaim pekerjaan karena juga mampir kerumah tantenya
"kami pamit ya tante!" gala dan nabila berpamitan
Dan langsung menuju apartemen nabila untuk mengambil barang dan berganti baju
Sementara gala tetap mengenakan jas
"mas tunggu aja di mobil. Aku cuma sebentar!" ucap nabila
Namun gala tak mau mendengarkan
Ia mengekori nabila dan ikut masuk ke apartemen
"nabila nazhiha! Bisa mas bicara sebentar!" gala menarik tangan nabila dan mengajaknya duduk berhadapan
gala memegang kedua tangan nabila dan menciumnya
"ada apa mas? Takut ih serius gitu!" ucap nabila merasa aneh
"hemm, mas boleh tanya sesuatu?" tanya gala pada nabila
nabila mengangguk mengiyakan
"apa kamu punya perasaan yang lebih pada mas selain sekedar teman atau kakak? Tolong jawab jujur!" tanya gala serius dengan tatapan lembut
nabila bingung harus menjawab apa. Ia menggigit bibirnya karena sulit berfikir
"biar mas saja yang melakukannya!" ucap gala
Tanpa basa-basi
Memajukan wajahnya mendekati nabila
dan langsung menyambar bibir nabila yang sejak tadi sangat sulit terhindarkan dari penglihatan gala
"Emmmmm, emmmm!" nabila hanya bisa diam tangannya masih terborgol oleh tangan kanan gala
__ADS_1
Dan tengkuknya terkekang oleh tangan kiri gala
Nabila akhirnya pun pasrah
"mas!!" nabila memukul lengan gala
"makanya jangan segala menggoda pria dewasa.
Sekarang jawab pertanyaan mas!" ucap gala tanpa merasa berdosa sudah mencium tanpa izin
Walaupun yang punya juga menikmatinya
"aku bilangin kak nobi ya!!" ancam.nabila
"aman!
sekarang jawab jangan banyak omong.
Kita ngga akan pulang atau bisa menginap mas disini kalau kamu ngga jawab!" ucap gala
Nabila seolah mencari pembahasan yang lain
"apa sih mas?" nabila pura-pura lupa
"ya sudah lupakan, mas tahu kamu hanya menganggap mas seperti apa!
Ngga perlu dijawab lagi!" ucap gala beranjak
"mas!" nabila menunduk tak berani menatap wajah gala
"hemmm, ayo pulang!" ajak gala sok ngga peduli
"emang tadi belum cukup buat jawaban!" ucapan nabila seperti ambigu
"yang mana?" gala tak mengerti
nabila menunjuk bibir gala
"ohhh, jadi ciuman itu jawaban! Berarti kamu suka sama mas? Hemmm!!" tanya gala memastikan
Nabila mengangguk malu "emang masih kurang jelas apa, apa harus aku teriak-teriak!" ucap nabila
"boleh juga! Kamu yakin dengan perasaanmu?" gala masih ingin memastikan
"kalau suka sama mas bukan lagi pacaran ya, mas mau langsung nikah!" ucap gala tegas
"ya sabar mas, main nikah-nikah aja sih!
Iya aku suka, sayang juga sama mas lebih dari kakak dan teman!" nabila mengakui perasaannya
Ia takut gala akan mencari wanita lain
"lalu mas bagaimana?" tanya nabila pada gala
"kamu masih bertanya perasaan mas? Jadi selama ini perhatian dan sayang mas kamu anggap apa hemm?"
"ya kan ngga boleh curang. Aku udah jujur kenapa mas ribet, tinggal jawab juga kan!" nabila ngambek
gala memeluk nabila "sayangnya mas sama kamu, ngga akan ada yang ngalahin.
Cinta mas sama kamu, mungkin sama besar atau bisa jadi lebih besar dari pada pak dirga.
Apalagi yang kamu ingin mas katakan!" ucap gala tulus
"kalau aku belum siap menikah gimana?" tanya nabila
"ya udah mas cari aja yang udah mau nikah sama mas!" canda gala
"tuh kan, baru gitu aja udah berpaling. Jahat banget!"
"engga sayang! Mas tunggu kamu tapi jangan lama-lama ya!" ucap gala
Lalu mengecup kening nabila
"kita pacaran sekarang?" tanya nabila
"itu mau kamu. Kalau mas maunya nikah sekarang juga hayo!" ucap gala
"yang bener dong mas!" nabila memastikan statusnya saat ini
"iya sayang, hari ini. Detik ini kita pacaran!
Dan sebentar lagi kita akan bertunangan dan menikah!" ucap gala
"ayo pulang!" ajak gala menggandeng tangan nabila dan menarik koper berisi baju dan barang nabila
__ADS_1
"ehh tunggu! Cincinya ketinggalan!" nabila kembali ke kamarnya dan mengambil cincin pemberian gala