Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 67


__ADS_3

"mau masak apa nyonya, biar saya bantu?" ucap bi inah pada nabila saat ini nabil sedang sibuk memikirkan makan malam untuk penghuni rumah


"emmm, ada udang, tahu dan buncis. ayo kita masak ini saja! besok baru kita belanja bersama ya  bi" ucap nabila


"baik nyonya, tuan biasanya jarang makan di rumah jadi saya jarang belanja banyak" ucap bi inah pada nabila


"mulai besok biarkan suami saya makan di rumah, bii bantu ini ya" nabila menyodorkan bahan-bahan agar dibersihakan oleh pembantunya


"iya bu"


keduanya sibuk berkecimpung di dapur masak untuk makan malam, siang tadi gala dan nabila memutuskan membeli makanan cepat saji karena keduanya sudah kelaparan


"tara!!!"



menu pertama telah siap


selanjutnya




"makanan siap, bi panggil yang lain kita makan bersama" ajak nabila


"maaf nyonya kami makan biasa di belakang, kami kurang nyaman makan di meja makan" ucap bi inah merasa tak enaka


"mulai sekarang harus dibiasakan!" nabila memaksa namun bi inah dan yang lain tetap tak mau


nabila membagi masakannya menjadi dua agar para pekerjanya juga makan dengan menu yang sama, atau jika mau masak lagi juga diperbolehkan


"ya sudah tolong siapkan piring dan lainya ya bi, saya panggil mas gala dulu" ucap nabila menyerahkan pada pembantunya


"mas, lagi apa?" tanya nabila


"kepala mas rasanya pusing banget sayang, butuh dipeluk" ucap gala manja


"sini aku pijitin" nabila duduk disamping gala dan memijat pelan kepala suaminya


"badanmu panas mas, aku ambilin kompres ya" ucap nabila

__ADS_1


"ngga usah sayang,  sini aja temani mas" ucap gala memegang tangan nabila dan meletakan di dadanya


"aku udah masak, kita makan dulu terus mas istirahat ya" ucap nabila "atau mau makan disini biar aku ambilin" tawar nabila


"engga usah, sebentar aja! habis itu kita makan ke bawah" gala memegang tangan nabila dan terlelap


tak lama hanya sekitar lima menit lalu ia terbangun, "ayo makan!" ajak gala


"mas sini aja, aku ambilin makan dan obat" ucap nabila


gala menolak dan tetap ingin makan di meja makan. nabila menggandeng gala


pasangan pengantin baru yang mesra dan penuh kehangatan


"ini yang masak kamu atau beli diluar sayang?" tanya gala tak percaya


"masak sendiri lah, eh dibantu bi inah maksudnya! enak aja beli" nabila tak terima


"mas mau yang mana?" tanya nabila mengankat piringnya dan menyiapkan makan untuk suaminya pertama kalinya setelah menikah


"mau kamu!!" canda gala


"mas!!!!" nabila memukul tangan gala


keduanya makan bersama, sesekali gala menyuapi nabila padahal yang dimakan adalah menu yang sama


"udah mas, aku kenyang!" tolak nabila pada suapan gala


"kamu terlalu kecil sayang, nanti kalau hamil keberatan perut" ucap gala tanpa merasa berdosa


"terus kenapa mau kalau aku kekecilan" nabila kesal


"bukan kekecilan tapi harus lebih berisi lagi, jadi kalau mau mukul mas biar berasa" ucap gala lagi


"udah ahhh, becanda bapak-bapak garing" ledek nabila


"sepertinya panggilan itu akan segera cocok untuk mas, kapan kita akan mulai mencicilnya?" goda gala


meski sudah lama menahannya, gala tetap sabar menunggu hingga tamu nabila selesai


"emang mobil bisa dicicil, udah ahh mas kayanya butuh istirahat deh, ngelantur ngomongnya" nabila mengambil piring kotor milik gala dan membawanya ke dapur

__ADS_1


"biar saya saja nyonya, biasanya tuan kalau habis makan minta kopi" ucap bi inah memngingatkan nabila


"iya bi, makasih ya" ucap nabila lalu menawarkan kopi pada gala


"biar bi inah aja, suruh antarkan ke kamar! ayo kita ke atas" ucap gala


nabila mengikuti arahan gala, agar yang membuatkan kopinya adalah bi inah


"emang kopi buatan aku ngga enak mas?" nabilasedikit tersinggung


"kamu kan capek habis masak sayang, mas ke balkon sebentar ya mau ini" ucap gala menunjukan batangan kecil untuk disesap


"tapi jangan cium aku ya!" ancam nabila


"mana bisa begitu!!!!" protes gala


"nabila membaca buku dan duduk di kursi balkon yang agak jauh dari gala agar tak terkena asap


gala memang bukan perokok berat, ia hanya sesekali menyesap rokok di saat tertentu saja


"mau minum obat apa mas, biar aku ambilin" tanya nabila


"mas ngga kenapa-napa nabila, setelah minum kopi juga sembuh. sebaiknya kamu istirahat besok acara kita jadi kamu ngga boleh capek-capek


"ayo masuk" ajak nabila menarik tangan gala


bersamaan dengan bi inah mengantarkan secangkir kopi untuk gala


"aku mau nonton dulu"



"jangan malem-malem ya sayang" ucap gala memeluk nabila dan menyandarkan kepala nabila ke bahunya


"mas?" panggil nabila


"hemmm" jawab gala singkat


"kamu cinta sama aku?" tanya nabila sambil fokus menonton movie dan cemilan ditanganya


"kamu mau bukti apalagi?" tanya gala serius

__ADS_1


"ngga sih, cuma tanya aja" jawab nabila santai


emang hampir semua wanita sperti itu, mau duniapun diberikan pasti masih mempertanyakan rasa cinta pasangannya


__ADS_2