
"tiara saya mau ke rumah orang tua saya, kemungkinan hari senin saya datangnya malam karena ada acara
jadi tolong gantikan saya untuk hadir dalam rangka lomba memasak. kita sebagai sponsor harus hadir" ucap nabila sambil membereskan berkasnya dan bersiap menempuh perjalanan jauh untuk pulang seperti biasa setiap minggunya
"baik bu, saya akan gantikan ibu untuk datang ke acara tersebut.dan membuat laporan pada ibu" ucap tiara
"saya titip restoran. jangan terlalu keras pada bawahanmu" pesan nabila
tiara mengangguk dan tersenyum, tiara adalah orang yang sangat tegas meski ia juga sangat baik
nabila keluar kantor dan mulai menjalakan mobilnya menuju rumah orang tuanya. tak perlu membawa ganti karena nabila meninggalkan banyak baju
Tiga jam perjalanan nabila membawa mobilnya sendiri dengan santai dan iringan musik kesukaanya.
Tibalah nabila dipekarangan rumah mewah milik orang tuanya
"non nabila sudah sampai nyonya!" ucap bik odah memberitahukan pada mama maya
"mama lagi apa emang bik?" tanya nabila
Yang tak disambut.
"tadi lagi dikamar den nobi non, semalam baru pulang dari liburannya!" jawab bik odah
"kakak udah pulang!
Siskaaaaaaaaaaaa!!!!" panggil nabila berteriak dan berlari kekamar kakaknya
"siskaa, mana oleh-oleh untukku!" nabila mendekap siska dari belakang
"aaaauuuuu, awwww kak sakit tau! Kenapa dijitak sih kepalaku.
Nanti kepintaranku berkurang!" kesal nabila masih sambil becanda
"dia kakakmu sekarang, panggil kak. Jangan siska lagi!" tegur nobi
"sayangku,,, sakit ya dijitak suamiku! Sini peluk!" siska membela nabila
Keduanya bak anak tk yang sedang bermain peran "iya suamimu jahat banget sama adiknya yang paling cantik!" ucap nabila mengadu
"haduhhh, bisa pusing mamah kalau dua anak perempuan mama sama drama queennya!" mama maya mengeluh
"hahahahahaha!" semua tertawa mendengar keluhan mama maya
"mama kan ratunya lagi urusan drama, makanya papa bucin banget sampe sekarang!" sahut nabila
Nobi pusing melihat para wanita kesayangannya sedang berkumpul, ia pergi meninggalkan kamarnya
Sementara nabila dan mama maya sedang berebut oleh-oleh.
__ADS_1
**********
ke esokan harinya
"Gal , gue gugup banget nih. Bapaknya kan serem banget kalau lagi serius!" arif menenangkan diri sebelum acara pernikahannya dimulai
Gala yang menemaninya sejak pagi karena arif tak punya saudara lelaki dan gala sahabat yang paling dekat dengannya
"tenang aja. Pikiran aja nanti malam. Biasanya kan pikiran loe ngga jauh-jauh dari situ!" bukannya menenangkan gala malah meledeknya
"si*lan loe, tahu aja lagi otak gue! Tapikan ini beda gal.
Ahh loe mana ngerti deh!" arif pasrah
"ya udah sih jalani aja, biasanya loe ngadepin penjahat aja berani.
Masa sama bapak mertua loe sendiri gugup!" ucap gala
"atau mau ngopi? Atau obat mabok?" tawar gala lagi
"udah diem aja deh loe, makin ngga tenang dengar loe ngomong.
Huuuhhhhh.. Ayo keluar kita sudah dipanggil!" ucap arif
"loe yang mau nikah, kenapa jadi kita yang dipanggil!" tegas gala
Dengan ditemani gala, keduanya nampak tampan lelaki idaman wanita
"istri gue cantik banget gal" bisik arif masih sempatnya bergibah
"ckkkkk! Sudah sana duduk!" kesal gala
Semua nampak tegang, sesaat sebelum arif dan dian ditetapkan sah menjadi pasangan suami istri
Gala ikut terharu, sahabat dan sekretarisnya kini telah resmi menjadi pasangan suami istri yang bahagia
"hai gal, bisa kita bicara sebentar?" claudia menghampiri gala tanpa rasa malu
Claudia memanfaatkan temannya untuk bisa masuk ke dalam acara pernikahan arif yang memang untuk tamu terbatas
gala tak menggubris claudia dan meninggalkannya lalu berjalan menuju sosok yang dikenalnya
"sayang, aku laper!" ucap gala menggandeng tangan wanita cantik
"sayang!!!!!" nabila membelalakan matanya
Gala memberikan kode pada nabila agar mengikutinya
__ADS_1
"siapa dia gal?" claudia mengejar gala dan terkejut saat menggandeng wanita
Bahkan dulu cluadia tak pernah diperlakukan begitu, walau dulu dialah cinta matinya gala
"sayang, mau aku kenalkan atau kenalan sendiri?" gala mengedipkan mata pada nabila
Dan menenakan tangannya
Bahkan tanpa sadar nabila tangannya masih nyaman dalam genggaman tangan gala
"nabila, tunangan gala!" ucap nabila asal
"sejak kapan? Baru bulan lalu kami putus dan batal menikah! Kamu pasti selingkuhannya kan? Atau hanya pelampiasan saja untuk menjauhiku!" ucap claudia tak terima
"emmm, itu bukan urusan anda sepertinya. Ayo sayang aku lelah!" ucap nabila penuh drama
Gala hanya tersenyum dibalik wajah datarnya
Nabila begitu menjiwai dramanya
"terima kasih!" bisik gala mendekatkan pada telingan nabila
Seolah akan menciumnya.
Claudia yang melihatnya dari jauh merasa jengkel
"oke, bapak harus bayar untuk bantuan saya!" ucap nabila
"udah kaya masih aja mata duitan!" ucap gala
"wanita mana yang tak.suka uang.
Tapi saya mau minta traktir nonton kali ini.
Ada film baru saya mau nonton tapi ngga ada temannya!" ucap nabila
Tanpa berfikir panjang "oke, kita pamit dulu pada pengantin. Nanti dia nyariin saya!" ucap gala
"ayo!" nabila berjalan dan terasa berat
Ternyata gala tak berjalan
Keduanya saling menatap tangan yang masih saling bertautan
"maaf!" nabila kaget dan melepaskan tangannya
"terima kasih!"ucap gala
Keduanya tersenyum dan menghampiri pengantin untuk berpamitan
__ADS_1