Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 42


__ADS_3

Hari ini gala, arif dan juga nobi mendatangi rumah mantan nabila


ketiganya diminta oleh pak dirga yang sudah tak mau berurusan dengan orang yang membuat anaknya menderita, dia takut akan khilaf dan melakukan hal yang fatal nantinya


"rif! dimana nobi?" tanya gala yang sudah tiba lebih dulu dan turun dari mobil setelah melihat kedatangan arif sebagai kuasa hukum dari keluarga nabila


"sedang menuju kesini, lagi ngga sibuk loe? kalau buat urusan hati pasti ngga sibuk ya!!" arif bertanya dan menjawab sendiri seolah sudah tahu apa jawaban dari gala


" sok tahu!" jawab gala


"nah itu dia nobi datang, ayo segera selesaikan urusan ini" ajak gala tak sabar


"kalem bro!! loe belum jadi siapa-siapanya, paham!!!"  sindir arif pada gala yang pasti akan posesif pada orang yang disayangnya


" gala , pak arif! sudah dari tadi?" tanya nobi menghampiri keduanya


"baru saja!" jawab gala mewakilkan


"ayo masuk!!" ajak nobi


dengan wajah datar dan cukup menyeramkan ketiganya datang ke rumah mantan nabila , yang sebenarnya pun itu seharusnya milik nabila dan calon suaminya setelah menikah


namun karena keluarga calon suami nabila tidak memiliki rumah, maka nabila memberikannya dengan suka rela


"permisi!!"


tok...tokk...tok


"permisi!!"


arif mengetuk pintu rumah


dan pintu dibuka oleh kinan.


"ada apa ini? kalian mau kroyokan di rumah saya!!" kinan mendorong kembali pintu agar tertutup


namun gala memberikan kode pada anak buahnya untuk mencegah agar pintu rumahnya tetap terbuka


"kalian mau saya laporkan ke polisi? bu ada penjahat bu.. tolong!!!" kinan berteriak-teriak seolah sedang terjadi kejahatan di rumahnya


ia tak tahu jike sekeliling rumahnya sudah di sterilkan dari orang-orang yang berlalu lalang


"terus saja teriak, atau mau duduk manis dan menerima sejumlah uang?" tawar nobi yang kesal dengan sikap orang-orang yang tak tahu diri


bahkan ia menyesal kenapa dulu sempat merestui adiknya akan menikah dengan keluarga yang bahkan tidak punya rasa kemanusaian.

__ADS_1


"maksudnya?"  bu ira muncul dari balik pintu


"biarkan kami masuk, kami akan jelaskan semuanya dan anda tak akan rugi masalah itu" ucap nobi tak sabar


"biarkan mereka masuk" ucap bu ira entah karena iming-iming materi atau apa


dia senang berurusan dengan keluarga nabila, tak perlu kerja keras untuk hidup enak


"apa mau anda datang kesini seperti orang berdemo, tak berani menghadapi wanita tua sepertiku?" ejek bu ira dengan membaanggakan diri


"saya tak mau berlama-lama, silahkan pak arif" ucap nobi yang terlihat santai dan penuh wibawa sebagai wali dari adiknya


"begini bu, gugatan di pengadilan untuk kasus penganiayaan kepada ibu nabila akan kami cabut, dan juga kami akan mengajukan permohonan surat kuasa untuk menandatangani surat perceraian ibu nabila dan pak zakir" ucap arif sambil membuka tasnya yang berisi beberapa map dan dokumen didalamnya


"saya ngga ngerti!" ucap bu ira sok polos


"bisakah ibu berikan surat nikah bu nabila, sebenarnya itu belum sah karena belum terjadi akad dan juga belum ditanda tangani oleh keduanya.


saya harap anda bekerja sama untuk menyerahkan dokumen tersebut" ucap arif dengan sedikit penekanan dalam ucapannya


"saya tidak tahu itu dimana, mungkin hilang" ucap bu ira tak mau jujur


"jika ibu berikan dokumen yang kami minta, dan memberikan surat kuasa untuk membuat akta mati untuk anak ibu. kami akan berikan imbalan yang setimpal" ucap arif lagi


 gala mengeraskan rahangnya, jika saja yang dihadapi adalah pria maka sudah sejak tadi pukulannya mendarat di wajah yang mengesalkan itu.


gala diminta untuk mendampingi dikhawatirkan


"tidak masalah, kami akan ajukan ke pengadilan namun ibu dan keluarga harus pindah dari rumah ini, dan tak mendapatkan sepeserpun uang dari klien kami" arif masih terus bernegosiasi


"kita pulang sekarang, rumah ini akan dijaga dua puluh empat jam oleh anak buah saya, dan dalam waktu dua jam anda berserta keluarga anda harus meninggalkan rumah ini" ucap gala


beranjak dari duduknya dan meminta agar pengawal yang dibawanya menekan bu ira dan keluarganya yang sudah sangat licik


mempersulit proses pembatalan pernikahan nabila, karena memang pernikahan itu belum terjadi namun buku nikah sudah terbit


dan sudah tercatat


sehingga nabila sulit untuk membuat identitas baru, dan juga jika ia menikah nanti akan akan sulit mendapatkan dokumen pernikahannya


nobi sebelumnya sudah bicara pada nabila dan akan mengurus untuk adiknya, nabila menyetujui karena  saat ini nabila juga sudah ingin memulai hidup yang baru


"tunggu!! berapa yang kami terima jika menyetujui permintaan kalian"  tanya kinan


"kinan!!" bu ira memang tak terlalu gila harta namun ia lebih suka melihat nabila tak menikah lagi seumur hidupnya

__ADS_1


dan tak mendapatkan pengganti anaknya, karena baginya itu tak adil


"bu, kita tidak punya tempat tinggal lagi, apa ibu hanya memikirkan zakir saja yang sudah ma*ti!!" ucap kinan yang selama ini kesal pada ibunya


yang selalu memikirkan adiknya padahal sejak dulu kinan lah yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sebelum zakir mengenal nabila


"kinan, adik kamu akan sedih melihatmu begini" bu ira menangis dan itu bukan hanya pura-pura


"cukup bu!!


kalian tunggu sini, saya akan tanda tangani apapun dan berikan  dokumen yang kalian mau,


berikan saya dua ratus juta cash, dan saya akan bawakan semua yang kalian butuhkan"  ucap kinan


 tak mau kehilangan kesempatan, ibunya juga butuh perawatan karena kadang kambuh depresinya


"saya berikan tiga ratus juta, siapkan semuanya sekarang satu jam lagi uangnya akan datang" ucap gala yang tak sabar


"uangnya dulu, baru saya berikan, dan juga rumah ini harus atas nama ibu saya" ucap kinan


"tentu saja!" ucap nobi


arif dan nobi saling memandang dan melihat gala yang dengan mudahnya memberikan uang cukup banyak untuk mengurus masalah nabila tanpa ragu,


"adikmu beruntung pak, gala bukan orang yang mudah jatuh cinta!" ucap arif


nobi pun menganngguk setuju, orang tuanya tak pernah salah kali ini memilihkan calon pendamping untuk adiknya


tak menunggu lama uang yang disebutkan datang dengan jumlah yang sama, setelah kinan dan suaminya menghitungnya


"ini semua lengkap, jika butuh sesuatu yang kurang, hubungi saja saya akan datang" ucap kinan


dan meminta untuk gala dan rombongan meninggalkan rumahnya


karena ibunya mulai kambuh dan berteriak-teriak


setelah nabila meninggalkan rumah itu


"terima kasih pak arif atas bantuannya" ucap nobi


"gal, mampir ke rumah papa mau bicara" ajak nobi


"sama-sama pak, terima kasih masih mempercayai saya. kalau begitu saya pamit dulu" ucap arif


sedangkan gala mengikuti nobi dan ke rumah orang tua nabila

__ADS_1


__ADS_2