Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 72


__ADS_3


"kenapa difoto!!" nabila membuka matanya


melihat gala sedang memotretnya


"ihhh GR banget, siapa yang foto coba" ucap gala mengelak


nabila tak percaya dan mencoba menarik ponsel gala


"aaaaa!!!!" nabila lupa ia tak mengenakan pakaian tubuhnya hanya tertutup selimut tebal


"jangan memancing mas ya, nabila!!" gala tak mau mengalihkan matanya


"ya udah awas! aku mau ke kamar mandi" nabila menarik selimut dan beranjak dari kamar tidur yang sangat amat berantakan


entah apa yang dilakukan keduanya semalaman


"aaaauuuu.... sakit banget mas!" nabila berjalan cukup sulit


"diam!" gala menggendong nabila


bukannya menolak tapi nabila kegirangan " tiap hari begini boleh?" ucap nabila lalu dengan berani mencium pipi gala


"aku berat ya mas?" nabila menatap gala yang menurunkan nabila dan menyiapkan air hangat dengan cepat


"engga sayang, mas tunggu disini atau diluar?" tanya gala yang sebenarnya bukan sebuah pertanyaan tapi hanya basa-basinya saja.


"mas diluar aja, aku mau mandi" ucap nabila cukup malu untuk membuka selimut yang menggulung di badannya


gala tak bergeming, ia membantu nabila melepaskan selimutnya dan memeluk tubuh istrinya dengan erat


"mas,,,,,!!!" nabila berteriak saat gala mendorongnya pelan dan keduanya melakukan hal yang semalam dilakukannya lagi dengan penuh semangat pagi


meski tubuh nabila masih sangat lemas dan juga bagian intinya masih terasa sakit, ia pun tak bisa menolak ajakan suaminya


yang membuatnya merasakan sesuatu yang baru saja ia rasakan,


"maaf sayang! mas ngga bisa kontrol kalau udah deket kamu" ucap gala menyudahi kegiatannya dan membantu nabila membersihkan badannya setelah satu jam lamanya memadu kasih


keduanya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di badan masing-masing " mas jadi mandi dua kali nih" keluh gala


"kan bukan salahku, lagian masih sakit juga main gas aja" kesal nabila


tangannya mengalung di leher gala.


"mau istirahat apa lanjut lagi!" goda gala dengan senyumannya


"mas,,,," nabila memukul lengan gala


"kamu ngga kasihan ya sama istrinya, disiksa begini" ucap nabila protes


"tersiksa? ahhh yang bener sayang!! ngga mau lagi dong kalau gitu" ucap gala


"ya bukan, maksudnya jeda dulu dong mas, iya pengantin baru tapi ngga gini juga kan!!" ucap nabila

__ADS_1


"sayang, dengerin mas ya! semakin sering kita melakukannya kamu akan terbiasa dan ngga akan sakit lagi. kalau ngga percaya kita coba saja nanti" ucap gala sambil mencarikan baju untuk istrinya dan juga dirinya


"bohong aja! pokoknya nanti malam libur, kapan jalan-jalannya kalau begini" keluh nabila


"memang tujuannya kan begini sayang, kalau jalan-jalan bisa kapan aja kan?" gala sambil mengedipkan sebelah matanya


nabila meleparkan bantal pada gala namun tak mengenai,


"mau sarapan di luar apa pesan saja sayang?" tanya gala


"mau keluar mas, cari udara segar" ucap nabila selesai merias wajahnya tipis namun terlihat sangat cantik


"udah bisa jalan?" tanya gala melihat nabila sudah tak merintih saat berjalan mendekatinya


"udah agak sakit tapi ngga kayak tadi" jawab nabila


"mau mas gendong?" gala mengulurkan tangannya


"ngga ah, ayo cari makan. aku lapar" ajak nabila menggandeng tangan suaminya


"naik motor saja ya sayang?" ajak gala melihat speda motor milik penjaga villanya


"emang boleh sayang?"


"hemmm! coba lagi mas mau denger?" ucap gala sangat senang nabila mulai menunjukan perasaanya padanya


"emang boleh ya pake motor itu?" ulang nabila


"bukan bagian itu" gala tetap berdiri menunggu nabila mengucapkan kata yang ditunggunya


" iya sayang, kamu mah bikin aku malu kan" nabila memukul lengan gala


dengan menggunnakan motor matic yang di pinjamkan oleh penjaga vila


gala dan nabila dengan pelan menyusuri perkebunan teh hijau yang tak jauh dari villa dimana keduanya tinggal.



"pakai jaketnya disini dingin banget" gala memakaikan jaket pada nabila dan dibalas dengan senyuman sang istri


"terima kasih suamiku" nabila kembali menggandeng tangan gala


keduanya menepikan motor dan berjalan mencari sarapan untuk keduanya,


"sayang mau sarapan apa? disana banyak makanan tuh" ucap gala menunjuk kedai yang tak jauh dari keduanya berdiri


"emmm, pingin asinan tapi masih pagi. aku mau ketupat opor aja mas, kamu mau apa?" tanya nabila


tangan gala di tarik karena nabila tak sabar, perutnya terasa sangat lapar setelah melihat banyak sekali kedai makanan. dan karena ini hari sabtu


maka banyak juga pengunjung lainnya yang juga mencari makanan


"mas mau kopi sama roti bakar saja" ucap gala


nabila menyuruh gala duduk dan menadangkan tangan untuk pertama kali,

__ADS_1


gala yang lansgung sadar mengambil dompet dari sakunya


"maaf mas lupa!!" gala belum memberikan apapun pada nabila sejak keduanya menikah


"ngga masalah" nabila dengan cepat memesan beberapa makanan dan juga pesanan suaminya


"bu mau itu ya, tolong antarkan ke meja sana" ucap nabila selesai dengan pesanannya dan kembali menghampiri gala


"sudah bu gala pesannya?" goda gala melihat nabila begitu banyak memesan makanan


bukan takut uangnya habis melainkan takut tak menghabisakan semua makanannya


"emmm, maaf mas habisnya banyak" ucap nabila merasa tak enak hati


ia lupa membawa dompetnya tadi,


"emang habis berapa?" tanya gala penasaran seorang nabila hingga takut


"satu juta" ucap nabila dengan senyum meringisnya


"kamu bisa habiskan makanannya?" tanya gala dan meraih tangan nabila agar duduk dihadapannya


nabila menggeleng-gelangkan kepalanya


"bukan masalah uangnya sayang, tapi sayang kan makanannya ngga kemakan" ucap gala memberikan pengertian


"emang beli apa aja tadi?" tanya gala dengan lembut takut istrinya tersinggung


"terima kasih ya kak, om makanannya" ucap beberapa anak kecil menghampiri nabila dan gala


"sayang?" gala meminta penjelasan


"iya sama-sama dek, kalian makan yang kenyang ya!!" ucap nabila dan melambaikan tangannya saat beberapa anak kecil itu pergi meninggalkan gala dan nabila


"nabila??" gala masih menunggu jawaban istrinya


"sabar suamiku, tadi itu  anak-anak pekerja di kebun teh, aku tanya mereka disini menunggu orang tuanya karena hari libur, dan ya udah aku beliin mereka cemilan. maaf ya mas ngga tanya dulu sama kamu" nabila takut gala marah


"ohhh, ya sudah ngga apa-apa. mas hanya takut kamu beli yang berlebihan dan akhirnya terbuang. mas memang ngga salah pilih istri. cantik, baik dan....." gala menggantungkan ucapanya


"dan apa mas?" tanya nabila penasaran


"mem*askan" ucap gala berbisik


nabila membelalakan matanya hampir saja ia kelepasan berteriak. lalu cubitan kecil mendarat di perut gala


gala malah tersenyum manis, tanpa masrah sedikitpun


tak lama pesanan keduanya datang, dengan perut yang lapar nabila menyuapkan makanan yang menurutnya enak itu sampai habis dan sesekali menyuapi gala.


"sudah? mau jalan-jalan lagi atau pulang?" tanya gala


"pulang aja mas, ohh iya besok mama, dan yang lain mau ke villa. kita bisa pindah kesana juga ngga sayang?" ucap nabila saat ini keduanya mengendarai motor pulang ke villa


"emmm, boleh ngga ya?" gala meledek istrinya

__ADS_1


"masss!!!!" nabila menegur gala dengan manja


"iya sayang, boleh!! apa sih yang engga buat istri tercinta"


__ADS_2