Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 43


__ADS_3

" permisi bu maaf  apa saya hari bisa membuat menu baru?, karena bu tiara bilang minggu depan akan ada tamu yang istimewa untuk restoran kita?" tanya martin pada nabila


"boleh saja, yang jelas tidak menyalahi tugas dan batasanmu dalam memasak, dan juga lain kali cukup sampaikan ke tiara jika hanya masalh begini" ucap nabila yang sibuk dengan pekerjaanya


"baik  bu, saya permisi!


maaf jika sudah tak jam kerja apa boleh saya ngobrol sebentar sama ibu msalah hal pribadi?" ucap martin sebelum meninggalkan ruangan nabila


"boleh aja, yang penting jangan ngomongin utang, saya punya lebih banyak kalau kamu mau tahu" ucap nabila tanpa melihat orang yang berbicara


karena memang dia amat sibuk, harus mengerjakan banyak projek yang semoat tertunda dan juga yang akan datang


"malah dia yang curhat" ucap martin lalu meninggalkan nabila


"tiara, kita meeting jam berapa?" tanya nabila


"jam tiga sore bu! untuk makan siang ada undangan dari pameran dan lomba memasak di alun-alun kota bu" ucap tiara menjelaskan jadwal nabila


"oke sebentar lagi kita berangkat! siapkan semua dokumennya" ucap nabila


"baik bu! akan saya siapkan" ucap tiara


nabila berangkat ke tempat dimana diadakannya lomba masak dan nabila menjadi salah satu jurinya. setelah acaranya selesai nabila menepi dan mencari tempat yang sejuk untuk sekedar melepas penatnya setelah bekerja



"terima kasih sudah menyempatkan diri datang ke acara saya bu nabila!" ucap lelaki berkemeja putih dengan perawakan tinggi


"anda kenal saya?" ucap nabila menatap wajah yang berdiri disampingnya yang sedang memandang hijaunya taman kota


"tentu saja, kan saya yang mengundang anda kesini! bisakah kita bicara santai?" tanya lelaki itu pada nabila


"ohh tentu saja boleh,  maaf dengan pak siapa?" tanya nabila


"saya farhan, apa bu nabila masih ingat kita pernah satu kampus" ucap farhan mengenalkan diri


"benarkah? emmm saya agak lupa. mungkin karena sudah lama ya. maaf!" nabila mesih mengingat kenangannya

__ADS_1


"farhan yang kasih kamu jaket pas kita lagi jadi maba di kampus! kamu ingat" ucap farhan tak mau menyerah


"ahhhh iya, saya ingat maksih loh ya. anda jadi kehujanan karena saya" ucap nabila sedikit mengingat


saat itu ia belum mengenal siapapun di kampus, bahkan ia mengenal siska setelah semeter kedua dan mulai menjadi sahabat sampai sekarang


"kamu makin cantik aja! maaf saya tidak sopan,


hanya saja saya kebetulan melihat kamu disebuah acara dan melalui beberapa teman akhirnya bisa bekerja sama dan bertemu lagi denganmu" ucap farhan


"senang juga bertemu denganmu kembali" jawab nabila


flasback on


saat acara pembukaan masa orientasi mahasiswa di lapangan kampus


semua Maba dikumpulkan untuk pembagian kelompok kegiatan


saat itu hujan tiba-tiba sangat deras, semua berlari dan mencari tempat berteduh


"pakai saja ini! baju kamu nanti basah dan transparan!" ucap farhan memberikan jaket kulitnya pada wanita cantik disampingnya


"jadi kamu mau sedekah sama para lelaki disini" ucap farhan memaksa


"ya udah, makasih ya! nanti aku cuci yang wangi" ucap nabila


keduanya saling bertukar nomer ponsel masing-masing dan sampai nabila mengembalikan jaket milik farhan


sudah hampir satu semester nabila dan farhan dekat dan saling terjalin komunikasi yang baik.


hingga nabila memberanikan diri untuk menyatakan perasaanya pada farhan


"farhan bisa bicara sebentar?" tanya nabila pada farhan yang sedang berkumpul dengan teman prianya


"tentu saja! sebentar ya bro" ucap farhan berpamitan pada temannya dan ikut bersama nabila ke taman kampus


"mau ngomong apa bil? kayanya serius banget?" ucap farhan melihat nabila nampak gugup

__ADS_1


"emmmm, farhan......."


"sayang!!"


nabila menghentikan ucapannya karan mendengar panggilan dari arah belakangnya, entah itu untuk siapa tapi nabila merasa harus berhenti


dan benar saja farhan melambaikan tangannya pada wanita yang memanggilnya tadi. tanpa melihat lagi nabila langsung lari dan menyembunyikan diri


dan tak mau bertemu dengan farhan lagi, sampai ia berpacaran dengan zakir dan lulus kuliah


flasback off


"kamu sudah menikah?" tanya farhan


"emmm,  hampir saja! kalau kamu?"  nabila bertanya pada farhan


"belum! jadi kamu sekarang singgle


kenapa kamu blokir semua aksesku menghubungimu? apa aku punya salah padamu?" tanya farhan menatap nabila dalam-dalam ke matanya


"sudahlah itu masalalu bukan? kalau gitu saya duluan ya masih ada pekerjaan lain" pamit nabila


farhan menarik nabila dan memeluknya " aku sangat merindukannmu bila" panggilan sayang farhan untuk nabila


nabila terkejut dan membeku" farhan banyak orang disini!" nabila memberontak namun farhan tak mau melepaskan


"aku tak mau melepaskanmu seperti waktu itu, kamu belum berikan alasanmu meninggalkanku dan membuatku tak bisa melupakanmu sampai detik ini"


deg


ucapan farhan membuat jantung nabila terhentak dan berdetak lebih kencang, entah perasaan apa ini


"lepaskan saya, banyak yang lihat" nabila terus memberontak dan farhan pun melepaskannya


"maaf, aku terlalu merindukanmu. bisakah kamu kasih kesempatan lagi untuk kita bicara! bila ku mohon satu kali saja. jika memang hatimu tak lagi bisa untukku


aku akan relakan deng ikhlas tapi kamu harus jujur dulu pada hatimu

__ADS_1


ini kartu namaku, jika masih ada kesempatan itu, kapan pun aku akan menunggu!" ucap farhan dan meninggalkan nabila yang masih bingung dengan apa yang harus dilakukannya


__ADS_2