Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 77


__ADS_3

Flashback on


"kak bantuin rio kak, please!!" rio memohon pada gala dengan wajah memelas


"itu urusan pribadimu bukan urusan Kakak!!" jawab gala dengan wajah datarnya


Rio datang ke rumah Gala dan mulai menjalin silaturahmi sebagai seorang kakak dan adik yang kini semakin dekat dan akrab


"Ayolah Kak yang bisa bantu Rio cuma kakak!


Irma itu takut sekali dengan kakak!" ucap Rio kembali meminta pada Gala


"Irma mana Dek?


Biar kakak saja yang bantu!" ucap Nabila sambil melirik pada suaminya


Segala yang mendengar Nabila akan ikut campur dalam urusan adiknya Ia pun akhirnya luluh


"Irma sekretaris kakak di kantor Kak, Benarkah Kakak mau membantuku?" tanya Rio pada Nabila


"tentu saja Kakak akan membantumu. Serahkan semuanya pada kakakmu ini " ucap Nabila dengan Sombongnya


"apa yang harus kakak lakukan!" galak akhirnya membuka suara


Gala yang memang meminta Arif sebelumnya untuk mencari tahu tentang Irma


Karena ada hubungannya dengan permasalahan di kantor


Dan galau juga tahu bahwa Irma adalah mantan kekasih adiknya


"gitu aja Mas nggak tahu, serahkan saja perderdramaan ini pada istrimu! Mas tinggal jalankan saja sesuai rencana


Gimana Sayang??" Nabila tak mau kalah Ikut andil dalam masalah percintaan ini


"dengan senang hati, karena pikiran mas hanya harus fokus pada pekerjaan!"ucap gala tak kalah angkuh


Rio sangat senang ini ia memiliki seorang kakak yang akan ia anggap sebagai orang tuanya dan menjadi tempatnya pulang


Flashback off


"gimana Sayang? Apa kamu mau menerimaku lagi


Aku berjanji akan berubah dan saat ini juga aku sudah berubah Sayang!!" Rio menggenggam tangan Irma


Irma yang merasakan masih ada getaran di hatinya


Tak mengelak atau melepaskan genggaman tangan Rio


"ya sudah!" jawab Irma singkat


"Apanya yang sudah? Jangan membuatku makin takut sayang "ucap Rio memastikan

__ADS_1


"Ya kamu maunya apa!" ucap Irma dengan wajah malunya


"Aku mau kita bersama lagi kali ini untuk selamanya!" ucap Rio kembali meminta pada Irma


Irma pun mengangguk mengiyakan perkataan Rio.


"tapi kamu nggak apa-apa kalau aku nggak kerja di sini lagi?" tanya Irma dengan wajah sulit diartikan


"lama banget!! Masih belum selesai?" tanya gala Yang Tak sabar sejak tadi menunggu di luar


Irma melepaskan genggaman tangan Rio


Ketika galau masuk kembali ke ruangannya


"Beres kak!" ucap rio dengan wajah dan rasa bahagia


"saya akan mengajukan surat pengunduran diri sekarang pak! Dan maafkan saya atas semua kesalahan saya di masa lalu!" ucap Irma tak berani menoleh pada Gala


Irma terus menunduk


Gala tersenyum semirik " jadi kamu benar-benar bosan bekerja padaku?" tanya Gala pada Irma


"Maaf Pak !" irma hanya meminta maaf sejak tadi


"sudah ngga usah minta maaf terus! Kalau kamu mau resign saya ngga masalah. Kalau mau kerja disini saya bisa menerimamu kembali.


Dengan syarat bantu adik saya berubah! Dan kamu juga harus berubah!" ucap gala memberikan nasihat pada irma


"bapak memaafkan saya?" tanya irma kini berani menatap kembali wajah yang ia kagumi sebagai orang yang baik padanya selama ini


"ahhh yang bener nih!" nabila yang beberapa saat lalu tiba dikantor gala dan langsung masuk ke ruangan suaminya


Karena tak ada sekretarisnya.


Dan berharap drama yang ia susun membuahkan hasil


"bu!" irma menyapa nabila


"kalian sedang ngomongin aku ya?" ucap nabila ia menghampiri suaminya


Meletakan tas dan juga beberapa bawaan ditangannya


"engga kak, terima kasih ya kak! kami bangga padamu!" ucap rio pada nabila membuat nabila tertawa terbahak-bahak


Suasana saat ini yang nampak serius membuatnya tak yakin datang disaat yang tepat


"hari ini kamu bisa ambil cuti. Sebelumnya batalkan semua rapat hari ini.


Besok masuk dan bekerjalah seperti biasanya. Atau letakkan surat pengunduran diri di meja saya.!" ucap gala memberikan ruang untuk rio dan irma


Membicarakan kelanjutan hubungannya

__ADS_1


"terima kasih pak, bu. Besok saya akan bekerja lebih baik lagi dari sebelumnya!" ucap irma


Lalu mengajak rio meninggalkan ruangan bosnya


"kamu galak banget sih sayang, maaf aku telat tadi harus ke rumah mama dulu. Dan ngga sempet pamit!" ucap nabila merasa bersalah


"aku marah!!" ucap gala berpura-pura untuk mengerjai istrinya


"emmmm jangan marah sayangku!!" nabila duduk dipangkuan gala dan berkata dengan manja


Merayu sang suami


"emmm, ngga mempan!" ucap gala


Cup


Nabila mencium pipi gala. Gala masih menggelengkan kepalanya tanda beluk luluh


cup... Cup...cup..cup


Terakhir nabila memberikan kecupan yang cukup lama pada bibir gala.


Tak membuang kesempatan


Gala langsung menyambar dan tak melepaskan pagutannya.


Nabil terdiam dan mengikuti suaminya


"lumayan!" ucap gala mulai menampakan senyumnya


Nabila memanyunkan bibirnya


"mau nambah?" goda gala


"mau makan?" jawab nabila dengan bertanya pada gala lagi


"iya sayang, mas lapar dan kangennn banget sama kamu!"


"bohong aja! Nabila tak percaya


Ia membuka satu persatu makanan yang ia bawa.


"mau makan yang mana mas?" tanya nabila menawarkan beberapa menu makanan


"banyak banget sayang, mas ngga akan habis semuanya. Mana keliatannya enak semua lagi!" ucap gala merasa bingung


"iya tadi mama maksa buat ambil ini makanan dulu, saat tahu aku mau ke kantor.


Kata mama boleh dibagi buat karyawan mas juga!" ucap nabila


"hemm, jangan deh. Karyawan mas beliin aja makanannya. Ini buat makan malam kita aja nanti malam.

__ADS_1


Masakan istri dan mertua sayang di bagi-bagi!" ucap gala


"oke siap bos!"


__ADS_2