
"huhhhhhh, kenapa malas sekali kerja. ohhh nabila!!!!" gala baru saja tiba di ruangannya
terasa sepi, padahal puluhan tahun ia bekerja ditempat ini dan tak pernah sekalipun baginya untuk membolos kerja apalagi untuk urusan wanita
"selamat pagi pak gala, ini teh hijaunya pak" ucap irma yang sudah hafal dengan kebiasaan gala setiap pagi jika tidak kopi pasti menggantinya dengan teh hijau
"taruh saja di meja, dan tolong siapakan donat. saya mau sarapan yang penuh gula" perintah gala
"baik pak, akan saya siapkan" irma keluar dari ruangan gala dan merasa heran
sejak sebulan yang lalu ia bekerja tapi tak pernah sekalipun melihat gala sarapan apalagi meminta makanan ringan
namun irma tetap mengerjakan perintah bos, takut dipecat sayang gajijnya diatas umr kota K
"Hai bro!" arif tiba-tiba datang ke kantor gala
karena jika siang hari gala sering sudah tidak ada dikantor
"masih pagi rif!! udah ganggu aja kerjaan loe.
emang ngga dibuatin sarapan ma bini loe apa?" gala baru saja kesal karena malas bekerja ditambah dengan kedatangan arif yang makin memperlambat pekerjaanya
"aman, urusan kasur, dapur dan sumur gue aman!
gue penasaran aja, kemarin sempat bertemu dengan klien kakap gue, pak dirga.
beliau bilang loe lagi deket sama anaknya yang janda itu ya?" tanya arif mengintrogasi gala
"sebenernya loe pengacara apa tukang gosip? udah sana pergi bikin mood gue makin ancur aja" gala tak mau menjawab pertanyaan arif
lagi tegang-tegangnya
drettttt.....dreeettttt
gala melihat siapa yang menghubunginya
, gala galau mau diangkat ada arif. kalau ngga diangkat gala juga nungguin kabar nabila
dretttt....drettttt
"angkat aja kenapa gal, brisik banget. penting kali!" arif menatap gala
"loe bisa pergi sekarang ngga, gue mau fokus kerja dari kemarin gue ngga bisa kerja." usir gala
__ADS_1
"siapa sih!" arif mengambil ponsel gala
itu hal yang biasa bagi kedua sahabat tersebut, dulu bahkan gala pernah mengerjai mantan arif dengan berpura-pura menjadi arif dan membuat pertenngkaran terjadi
"sekretaris cantik" nama yang muncul pada ponsel gala
~selamat pagi bu sekretaris cantik~ ucap arif
gala berusaha merebut ponselnya tapi arif lebih pintar menghindar
~pak arif? mas gala ada?~ ucap nabila terkejut wajah arif yang muncul pada layar ponselnya
~ada, nih mas gala~ ledek arif
~ehemmmm, iya ada apa?~ jawab gala sok cool
~ya sudah kalau mengganggu!~ nabila mematikan video callnya
" pantas saja, loe jarang cariin gue sekarang, punya adik sekarang?
tapi gue bersyukur jika beneran loe jadi menantu pak dirga, walaupun anaknya janda tapi cantik dan kaya bukan!!" ucap arif makin ngga jelas
"dengerin ya, kami hanya berteman! dan nabila juga bukan janda. dari pada gue panggil satpam. mending pergi aja sekarang, mulut loe udah ngalahin mak-mak. sana pergi atau gue telfon dian suaminya bukannya kerja malah kelapayapan" ancam gala
"sabar bro, gue ada janjian sama orang disini!" ucap arif
"selamat pagi pak gala!" sapa pak dirga yang datang bersama anaknya
"selamat pagi om, eh pak! silahkan duduk" gala berusaha santai
"maaf kami jadikan kantor bapak sebagai tempat pertemuan saya dan pak arif" ucap pak dirga merasa tak enak
"tidak masalah pak, emmm irma buatkan teh untuk tamu saya" perintah gala
"pak nobi kita ada janji minggu depan bukan?
atau saya yang lupa maaf" gala menjadi bingung
"benar pak minggu depan, papa saya mau konsultasi dengan pak arif namun kebetulan pak arif sedang disini" jawab nobi
"dan juga papa saya ingin tahu banyak tentang anda" lanjut nobi berterus terang seperti biasa
"kalau begitu saya siapkan ruang rapat saja, biar bisa leluasa konsultasi dengan pak arif" tawar gala
"boleh disini saja?" pinta pak dirga
__ADS_1
"tentu saja, kalau begitu saya keluar dulu" ucap gala beranjak
"tidak perlu pak, mungkin ini juga akan berkaitan dengan pak gala" ucap pak dirga
"nama saja pak, tidak perlu formal" gala merasa tak nyaman
"langsung saja,
saya meminta pak arif untuk melanjutkan kasus nabila ke pengadilan, karena mertua.
maksud saya mantan calon mertua nabila tak terima jika nabila nantinya akan menikah dengan pria lain. padahal kami sudah membuat perjanjian
dan memberikan tunjangan tiap bulannya, namun mereka masih menggangu nabila tak peduli saya sudah memperingatkan bahkan memberikan ancaman" pak dirga tak terima anaknya terus diteror
"jadi apa yang bisa saya bantu untuk nabila pak?" tanya gala
"pertama saya ingin tahu dengan jujur tentang nak gala, saya bisa saja casri tahu dari orang tapi saya lebih yakin jika kamu sendiri yang mengatakannya,
apakah gala sudah beristri?
saya lupa menanyakannya dan langsung memintamu untuk mendakati nabila saat itu" ucap pak dirga lagi
"saya belum memiliki pasangan pak, saya memang sempat hampir menikah namun batal dan saya juga sedang tak menjalani hubungan dengan siapa pun
pembicaraan serius antara gala, nobi dan juga pak dirga terus berlangsung.
pada intinya pak dirga meminta gala untuk menjaga nabila secara khusus, dan meminta anak buah gala memantau nabila dari jauh, agar tak membuat nabila curiga dan risih
yang memang sejak awal nabila tak pernah mau diberikan penjagaan ketat oleh orang tuanya
"apakah permintaan saya ini sebagai perjanjian kerjasama atau bagaimana, itu terserah gala saja" ucap pak dirga
"tidak perlu pak, kerjasama kita sebagai penjagaan pada perushaan dan penyewaan body guard saja. untuk nabila saya akan coba semampu saya, tapi cukup sulit karena jarak kita cukup jauh" tutur gala
"tidak lama lagi nabila akan kembali dan menetap ke kota ini, dia sudah berjanji. disaat itulah yang saya khawtirkan. kalau sekarang tak banyak yang tahu dimana nabila" ucap nobi
"sementara kasus nabila akan disidangkan, tolong sibukkan nabila dengan pekerjaan atau hal lain. nabila orangnya ngga tegaan, saya takut dia akan membela pihak sana,
seperti sebelumnya" lanjut nobi
"akan saya usahakan, kebetulan akhir minggu ini saya ada pekerjaan yang cukup lama disana, saya akan bantu menjaga nabila" ucap gala dengan bersungguh-sungguh
pak dirga memeluk gala
"saya harap kamu calon menantu saya untuk nabila" bisik pak dirga
__ADS_1
kebayang dong giman perasaan gala saat ini, restu sudah didapat tinggal cintanya yang dikejar