
"ayo kita berangkat! kita gangguin onty dan onta" ucap siska menyiapkan anaknya
"kak, tolong bantuin" ucap siska pada suaminya.
"tarok dulu aja sayang, nanti mba yang bawa. sini kakak yang gendong chiko" nobi mengambil anaknya yang digendong istrinya
"oke suamiku" siska mengikuti langkah suaminya dan mengajak chiko mengobrol meski anaknya belum mengerti
"ma, pa. ada yang bisa siska bantu?" tanya siska perhatian pada mertuanya
"engga kak, sudah selesai. ayo kita berangkat" ucap mama maya
papa dirga mengambil alih cucunya dan mengdongnya
"kita bisa honeymoon lagi sayang kalau gini" ucap siska tanpa malu di depan mertua dan pengasuh anaknya
nobi menyentil kening siska" kamu sama nabila kalau ngomong ngga bisa di rem dikit" ucap nobi pada siska bukan marah namun hanya heran
adik dan istrinya memang type orang yang suka becanda dan juga urat malunya sudah putus
"berapa jam perjalanan kak?" tany siska yang baru kali ini di ajak ke villa milik mertuanya
"dua sampai tiga jam, kamu tidur saja kalau mengantuk" nobi menarik kepala siska agar bersandar dipundaknya
"mba kalau papa cape, tolong gantian pangku chiko ya!" ucap nobi begitu perhatian terhadap istrinya
"nobi tuh kayak papa banget, sok cuek tapi sayangnya kebangetan" ucap mama maya dengan senang anak-anaknya bahagia dengan pasangannya masing-masing
"mama ini ada-ada saja!" pak dirga memang orang yang agak kaku kecuali dengan nabila yang memang suka mengajaknya becanda
karena perjalanan cukup jauh semua tertidur, hanya tinggal supir dan juga pengasuh chiko yang bergantian menjaga chiko
"nyonya, tuan sudah sampai" ucap supir yang memang sudah lama bekerja dengan keluarga nabila dan sudah hapal dengan villa milik keluarga majikannya
"emmmm, cepet banget sayang" ucap siska yang pertama kali bangun tidurnya sangat nyenyak di pelukan suaminya
"iya pak, tolong bantu bawa barangnya ya pak" ucap mama maya turun dari mobil " sini mba chiko sama saya aja" ucap mama maya menggendong cucunya
"nabila mana kak?" tanya siska tak sabar ingin menggoda sahabat dan adik iparnya
"agak jauh sayang, dua atau tiga kilo dari sini" ucap nobi membantu supirnya mengangkat barang dan tak membiarkan istrinya membawa apapun
"yahhh, kangen sama nabila padahal" ucap siska kecewa
"haiiiii eperi badih" ucap nabila turun dari mobil suaminya
gala dan nobi sudah saling mengirim pesan sebelum berangkat tadi, dan kebetulan sampainya bisa bersamaan
"kangen kamu bil!!!" siska memeluk nabila
"baru juga ditinggal lima hari udah kangen aja, ayo masuk. chiko dimana?" tanya nbaila ia melupakan suaminya
"dek! suaminya tungguin dong!" tegur nobi
"astaga, ini gara-gara siska nih" nabila menyalahkan siska
nobi tak terima istrinnya disalahkan, lalu menjewer telinga nabila " jangan ngga sopan!" ucap nobi
siska menjulurkan lidahnya merasa dibela nobi, nabila mengacungkan jari tengahnya karena kesal
"mas, kok lama?" tanya nabila masih menunggu
"tadi ngobrol sebentar dengan pak supir, ayo masuk" ajak gala
"ma, pa!" sapa gala
nabila langsung saja duduk diantara kedua orang tuannya
" dek malu ih sama mas gala" ucap mama maya
"chiko!! kamu sama mama aku terus, awas ya jangan diminta" ucap nabila mengajak ponakannya
"nabila!!" tegur pak dirga
"salah terus kan kalau gini, kita harus buat pesaing chiko lebih cepat mas, biar mama dan papa tidak dikuasai chiko" ucap nabila dengan candaan
"mulai deh, udah sana bantu apa itu di dapur, chiko mau tidur jangan diganggu" ucap mama maya
"ya udah aku ke belakang ya mas, jangan kangen" ucap nabila yang terlihat berani saat ramai tapi nyalinya menciut saat hanya berdua saja dengan gala
nabila menghampiri siska dan nobi yang membereskan bahan makanan yang dibawa dari rumah dan juga di beli untuk stok selama di villa.
"kak biar aku aja deh, kalian istirahat aja dulu" ucap nabila dengan serius kali ini ingin membantu
"sudah selesai, ayo kita ngobrol di kamar aja, pasti papa chiko, sama suamimu mau ngobrol kerjaan." sindir siska
"istri aku emang paling pengertian banget, ya sudah nanti kakak menyusul ya" ucap nobi
__ADS_1
nabila mengekspresikan mual saat melihat kakaknya begitu manis pada istrinya,
"ayo bil" ajak siska yang memang anaknya hanya bersamanya saat akan tidur dan minum asi saja, sisanya perebutan antara oma dan pengasuhnya
"ke kamar kamu aja ya" ucap siska karena tak tahu jika nabila akan menginap sedangkan kamar untuknya dan nobi sedang berantakan barang yang belum ia bereskan
"ayok" nabila tak sabar menarik tangan siska
"sabar dek, mau cerita apa sih?" tanya siska
"aaaaaa, aku ngga nyangka ternyata si om ganteng romantis banget." ucap nabila pertama kali membuka obrolan antar wanita
"laki-laki emang begitu, kalau lagi berdua! apalagi pas ada maunya" cibir siska yang sduah lebih berpengalaman
"iya sih, tapiiiii ngga tahu ahhh susah dijelaskan. ngga nyesel juga nikah buru-buru" ucap nabila lagi
"iyalah nikahnya sama gala, kalau sama orang lain belum tentu. awas" siska menggeser nabila dan keduanya saling menatap atap bersama
yang sering keduanya lakukan dulu saat sama-sama masih gadis, tak menyangka kini persabahatan keduanya lebih erat menjadi saudara
"bil?" panggil siska
"hemmm! apa?" tanya nabila
"enak ngga?" pertanyaan macam apa yang siska lontarkan ia hanya ingin meledek nabila yang dulu sempat tak mau menikah dan mengenal pria lagi
"apanya?" nabila tak tahu maksud siska
"ngga usah sok polos, aku tau pasti kamu yang mancing-mancing duluan kan?" siska memiringkan tubuhnya dan kini ,menghadap nabila
"ya enak lah, buktinya kamu sampe jadi chiko" jawab nabila asal
tangan siska menarik sedikit kerah kaos nabila " hahahaha" siska tertawa melihat bekas bercak merah hampir memenuhi bagian dada nabila
"mesum lu ya" ucap nabila kesal
"itu sih om ganas juga yah,,, macan aja kalah corak sama dada loe" ucap siska masih mentertawakan nabila
"udah deh, kaya ngga pernah aja sih!" ucap nabila santai
"tapi ngga sebanyak itu bil, oh iya kata suamiku. itu villa hadiah pernikahan?" tanya siska
"hemmm, iya dong. emang nobita jelek kagak modal ngasih hadiah" ejek nabila pada kakaknya
"itu aku yang minta nabila, aku memang mintanya mobil. walaupun sekarang ngga kepake" kesal siska
sejak menikah ia tak di izinkan mengendarai mobil sendiri oleh suaminya,
"setuju!!"
keduanya masih asyik mengobrol tak jelas, slaing ledek dan membanggakan suaminya satu sama lain
sementara ditempat lain
"kita lagi liburan ya, udah jangan bahas kerjaan terus" tegur mama maya lalu meninggalkan para lelaki setelah introgasi pada mantu baru nya
"siap mama" semua kompak menyauti ucapan mama maya
"gimana villanya gal?" tanya nobi yang baru melihat villanya sekali
"bagus, nabila suka, terima kasih bantuannya ya" ucap gala
karena sebelum resepsi pernikahanya ia menghilang untuk menyiapkan hadiah istrinya, dibantu sahabat dan juga kakak iparnya
"terima kasih gal, sudah membahagiakan anak papa" ucap pak dirga
"gala juga bahagia pa" jawab gala tulus
"sudah sore, kita siapkan buat acara nanti malam saja bagaimana?" ajak nobi
semua setuju dan mulai menyiapkan dengan dibantu supir dan juga penjaga vila, gala sebelumnya sudah menyampaikan pada penjaga vila miliknya
jika malam ini akan menginap di vila lain yang jaraknya tak terlalu jauh
setelah semua siap, gala mencari istrinya dan menanyakan pada siska yang baru keluar dari ruang kamar
"istriku dimana?" tanya gala agak canggung bingung harus memanggil apa pada siska
"ada didalam, lagi tidur! sepertinya kelelahan" ucap siska
gala membuka pintu dan masuk ke dalam kamar yang tak asing baginya dengan dekorasi yang cukup mirip dengan kamar nabila di rumah orang tuanya
"sayang, maaf ya" bisik gala yang ikut berbaring di ranjang dan ikut terlelap
******
malam hari nabila sibuk bermain dengan chiko, mama dan papanya sibuk memanggang daging dan beberapa pelangkapnya
__ADS_1
sisanya menyiapkan untuk makan malam,
"gemes banget ya chiko" ucap gala sambil mencium namun bukan chiko melainkan pipi nabila yang terus diciumi gala,
dengan mencuri kesempatan
dari kejauhan siska melihat "kayaknya dulu sangar, kok sekarang jadi kayak kucing didepan adikmu" ucap nabila pada nobi
keduanya membuat minuman dan dari arah dapur nampak sangat jelas perlakuan gala pada istrinya
"kamu juga buat kakak begitu" jawab nobi lalu mengangkat nampan dan membawanya untuk di minum bersma
siska membuntuti dibelakang " sini bil, nanti kamu capek jaga chiko" ucap siska meminta anaknya yang memang sudah waktunya tidur
"pelit banget" nabila kesal masih ingin main dengan ponakannya
"buat aja sendiri" ledek siska dan membawa anaknya untuk diberikan asi
"mari makan" ucap mama maya semua hidangan telah siap
pak supir, penjaga vila dan pengasuh pun ikut serta dalam acara makan-makan malam tanpa ada jarak, chiko yang tertidur dipangku oleh papanya karena pengasuhnya juga harus makan dulu
baru nanti menemani chiko lagi.
"mama mau tidur duluan ya, besok kita buat acara lagi mama udah ngga kuat ngantuknya" ucap mama maya berpamitan lebih dulu
"bil, kita tidur berdua yuk" ajak siska
"setuju!" sahut nabila
kedua suami pun tercengang, ingin melarang tapi masih ada papanya, rasanya tak enak
lalu membiarkan wanitanya meninggalkannya
"kalian juga jangan terlalu malam, papa nyusul mama dulu" ucap pak dirga pamitan
"iya pa" jawab gala dan nobi berbarengan
"saya ngga mau tidur sama kamu" ucap gala lebih dulu membuka isi hatinya
"sorry aja saya juga ogah, tunggu aja sampai mereka tidur kita pindahin" ucap nobi
lalu keduanya melanjutkan permainan catur hingga tengah malam
"ayo istirahat sudah larut" ucap nobi
gala mengangguk dan mengikuti nobi melangkahkan kakinya menuju lantai dua
diketok pintunya tidak ada yang menyahut, dan membuka pintu ternyata kosong
"berarti disana" ucap nobi
gala hanya mengikuti saja kakak iparnya masuk ke kamar satunya lagi
"sayang" panggil nobi pada siska yang sudah terlelap dibalik selimut bersama adiknya
"siska bangun!" nobi menggoyangkan lengan siksa dan mencium kening istrinya
gala membuang muka, melihat adegan yang biasa ia perankan juga
"kak" ucap siska yang akhirnya terbangun
ssssstttttttt..." ayo pindah kamar, mau kakak gendong apa jalan sendiri" tanya nobi
"jalan aja kak, bentar aku kumpulin nyawa aku" siska dipapah oleh suaminya keluar kamar nabila
yang kini sudah sangat terlelap
"ada apa ma?" gala terbangun mendengar suara ketukan pintu dan pintu dibuka,
gala memang belum sepenuhnya tidur ia masih menatap hangat wajah cantik istrinya
"maaf, mama pikir kamar siska. maaf mas mama juga ngga nunggu dulu," mama maya merasa tak enak hari melihat ana dan menantunnya sedang tidur mesra
lalu pergi ke kamar siska karena chiko menangis minta asi
setelah mama maya keluar nabila terbangun dan juga tertawa. " kenapa pintunya ngga dikunci sih mas?" ucap nabila yang tak hentintya tertawa antara malu dan lucu
dan sejak tadi nabila pura-pura tertidur
"jadi kamu belum tidur sayang" ucap gala yang sangat canggung sekali pada mertuanya
"gimana bisa tidur nyenyak dipandangi terus-terusan" ucap nabila dengan suara seraknya
"malu sayang sama mama" ucap gala bingung
__ADS_1
"alah mama juga pernah muda kan, ayo tidur lagi ngantuk" ajak nabila
gala mengantisipasi dengan mengnci pintu kamar, takut-takut terjadi hal-hal yang diinginkan