
"selamat pagi pak!" ucap irma menyapa bosnya yang cukup lama cuti
Mengejar cinta, dan irma harus bersusah payah mengatur jadwal ulang
"hemm, pagi!" gala masuk ke ruangannya dan meletakan tasnya di atas meja kerja
Tumpukan kertas berharga membuatnya menghela nafas panjang,
Memang perjuangannya luar biasa hanya untuk mendekati dan mengejar cinta seorang nabila
~sayang, sedang apa?~ tanya gala melalui panggilan telfonnya
Untuk pertama kali dan hari pertama keduanya mengikrarkan untuk menjadi sepasang kekasih
~lagi rebahan aja, maklum pengangguran!~ jawab nabila yang masih bermalas-malasan
~kalau bisa temani mas di kantor, mas butuh penyemangat nih~ ucap gala
~hemmm, liat nanti aja deh ya mas, soalnya mama banyak agenda!~ jawab nabila
~oke! Jangan lupa kasih kabar!~ ucap gala lalu keduanya mengakhiri sambungan telfonnya
"uluh-uluh manis banget yang baru jadian, pagi-pagi udah minta temenin aja!" ledek siska yang sejak tadi menguping
Pembicaraan nabila dan gala
"sirik aja sih loe, ka nobi sih orangnya ngga romantis kan!!" nabila gantian meledek siska
"ihh kamu ngga tahu aja, kalau lagi berdua kakakmu itu bucin akut.
Ngga percaya nanti malam kita buktiin!" tantang siska
"ngga yakin sih lebih bucin mana sama om-om gue!" nabila tak mau kalah
"kaykanya kamu deh yang mulai bucin, cuma ngomongin aja
Tuh muka udah merah. Gimana kalau ada orangnya!" goda siska
"ehemmm, kayaknya seru nih
Anak mama lagi pada gosipin apa sih?" mama maya masuk ke kamar nabila
Dan melihat anak gadis dan mantunya sedang tertawa bersama
"yahh yang di gosipin dateng! Udahan yukk!" canda nabila
"bohong ma, dia bilang tadi.....emmmm" mulut siska dibekap oleh nabila agar tak bocor ke mamanya
"apa yang disembunyikan dek?
Lepasin!! Kakakmu ngga bisa nafas!" ucap mama maya membantu siska
Melepaskan tangan nabila
dan memukul pelan tangan nabila
"mama ngga sayang aku lagi!!!!!" teriak nabila sambil ketawa
Karena hanya candaan buat mama dan siska
"iya emang, kamu kan udah disayang sama om gala!" siska dengan entengnya membuka
Rahasia nabila
"ada info terbaru apa sayang?" tanya mama maya bersemangat pada siska
"nabila pacaran ma!" siska berlindung dibalik badan mertuanya agar tak kena bantal melayang
"wowww, mama mau punya anak lagi?
Sama mas gala kan dek?" ucap mama maya dengan sangat senang
"bener dek, kalian udah pacaran sekarang?" tanya mama maya memastikan lagi
__ADS_1
Dan menarik pipi nabila
"aduh ma sakit!" nabila melepaskan tangan mamanya di pipi
"iyaaa!" jawab nabila singkat dan memanyunkan bibirnya
Matanya mengintimindasi siska,
Nabila malu baru hari pertama pacaran udah ketahuan mamanya
"kenapa sih dek. Mas gala itu ganteng! Pekerja keras! Sopan, pinter apalagi ya banyak deh,
Yang paling penting sayang banget sama kamu!" ucap mama maya menasehati anaknya
"iya ma, waktu itu aja nabila sakit mas gala tiba-tiba dateng dan rawat nabila sampai sembuh!
Upps!" nabila keceplosan lagi
"kapan? Kok mama ngga dikasih tahu sih!" mama maya mengintrogasi
"udah lama ma, nabila yang larang buat kasih tahu orang cuma semalem di klinik kok!" jawab nabila
Namun membuat mama maya tenang karena ada gala yang menjaganya
"belum-belum udah repotin aja,
Nanti malam bilang sama mas gala suruh mampir. Mama masakin yang spesial!" ucap mama maya tak sabar
Lalu keluar kamar nabila dengan senyum merekah
"maaaa, jangan bilang papa sama kak nobi dulu!" teriak nabila
"ngga janji!!"
siska juga ikut keluar dari kamar nabila,
Karena bosan nabila memutuskan untuk diam-diam datang ke kantor gala
"ma, pa aku mau jalan-jalan keluar dulu ya sebentar. Di rumah engap!" ucap nabila sambil mengipaskan tangannya
"hati-hati. Pakai supir perginya!" ucap pak dirga
"oke!" nabila patuh
Dan meminta salah satu supir di rumahnya mengantarkannya ke tujuan
Mama dan papanya masih terheran, anaknya menjadi penurut dan tak membantah ucapan orang tuanya
mama maya membisikan sesuatu "karena cinta pa!" ucap mama maya
Pak dirga pun tersenyum
*******
"permisi bu, saya mau bertemu pak gala apa beliau ada?" tanya nabila pada pegawai di kantor gala
"ibu sudah ada janji?" tanyanya pegawai tadi
"sudah bu, kami sudah janjian!" ucap nabila
"atas nama ibu siapa?"
"saya nabila!" ucap nabila
"silahkan bu, mari saya arahkan!" ucap pegawai tadi
Nabila merasa aneh " kok langsung suruh masuk, ibu ngga takut saya penipu?" nabila bertanya lagi
"bukankah ini ibu?" tanya pegawai tadi sambil menunjukan foto nabila
Yang langsung diperintahkan gala untuk bagian resepsionis tahu siapa pasangan bosnya.
"dari siapa?" tanya nabila lagi
__ADS_1
"dari bos bu, selain foto ini jika ada keperluan yang bukan urusan kantor
Wanita ngga boleh sembarangan masuk!" ucap pegawai menjelaskan detailnya
Nabila menepuk jidadnya sendiri. Sungguh om kekasihnya sangat aneh tapi nyata
"silahkan bu, atau ada yang ditanyakan lagi?"
"engga, saya langsung saja. Terima kasih!" nabila melangkah kam kakinya menuju lift dan menekan tombol menuju lantai sepuluh dimana kantor gala berada
"bu nabila?" irma langsung paham dengan nabila
"iya bu, apa pak gala nya sibuk?" tanya nabila
"ada di dalam bu, saya rasa tidak terlalu sibuk!" ucap irma takut salah bicara
"saya masuk dulu kalau begitu!" pamit nabila
"selamat siang!" ucap nabila memalsukan suaranya
"hemm, duduk dulu mas kerjakan ini sebentar lagi. Hanya sebentar saja oke!" ucap gala tanpa melihat ia tahu siapa yang datang
"jadi kesini hanya untuk suruh duduk doang!" gumam nabila
Ia duduk didekat jendela dan mulai memainkan ponselnya
"kok jadi mas dicueki sih!" gala menghapiri nabila yang fokus pada ponselnya
Gala mendaratkan kecupan manis di kening nabila
"emmmm, mulai deh nyari kesempatan!" nabila meletakan ponselnya
Dan menghadap dimana gala duduk
"kesempatan memang tak boleh disia-siakan!" ucap gala
"Baru kemarin mas udah kangen aja sama kamu,
Kita nikah yuk!" lanjut gala sambil memegang tangan nabila
"sabar om! Lagian baru juga pacaraan sehari udah ngajak nikah aja!" ucap nabila
gala tersenyum dipanggil om lalu " cup" bibir nabila berhasil dipatuk sekilas
"berani bilang gitu lagi, pulang status kamu berubah jadi istri !" ancam gala
Nampak serius
"iya, masss!" nabila takut dengan ancaman gala
"katanya sibuk. Sana kerja! Aku bantu liatin hehe!" ucap nabila
"nanti kamu bosan mas tinggal kerja!" ucap gala
lalu gala mengajak nabila ke meja kerjanya,
"duduk!" suruh gala agar nabila duduk dipangkuannya
"engga ah, aku berat!" Nabila menolak karena itu adegan berbahaya
"buruan sini!" gala memaksa
Nabila kini duduk dipangkuan gala dan dalam kungkungan tangan besar dan panjang
"pakai ear phone saja!" gala memberikan pada nabila agar tak merusak konsentrasinya mendengar suara dari ponsel nabila
"ok!" nabila mendengarkan musik dan juga membuka beberapa email berkaitan dengan pekerjaannya di restoran
Sambil menenangkan pikiran dan juga hatinya.
Gala makin lama semakin berbahaya baginya
__ADS_1