
"mas bangun!" panggil nabila pada gala
Nabila duduk disamping gala yang masih pulas
"kenapa sayang?" gala mengerjapkan matanya dan melihat disamping nabila ada dokter
"bagaimana yang dirasakan sekarang pak?" tanya dokter
"sudah lebih baik dokter, bisakah saya pulang sekarang?" tanya gala
"kita cek hasil pemeriksaan dulu pak, jika tidak ada masalah sore nanti boleh pulang!" jaqab dokter jaga
Gala memgangguk mengiyakan ucapan dokter
lalu dokter melakukan pemeriksaan pada kepala gala yang terdapat luka.
"lukanya tidak terlalu dalam, jadi dua atau tiga hari lagi akan sembuh!
Saya permisi dulu pak, bu!" ucap dokter jaga
"sebenarnya ada apa sih mas? Kamu mau rahasia-rahasiaan sama aku!!" ucap nabila
"aku lapar sayang, tapi ngga mau makanan rumah sakit!" ucap gala
"tunggu sebentar, pak burhan sedang membelikan makan!" nabila melupakan pertanyaanya pada gala
"istri yang baik!" ucap gala memuji
"belum! Masih calon ya!" ralat nabila
"oke, akan segera berubah statusnya!" jawab gala
"permisi pak, bu! Ini pesanan makan tadi.
Saya tunggu diluar!" ucap burhan
"tunggu!" gala menghentikan burhan
"terima kasih telah membawa nabila selamat sampai sini.
dan sudah menolong saya!" ucap gala pada burhan
"saya hanya melakukan yang saya bisa pak, saya pamit dulu!" ucap burhan
"pak!" cegah nabila
"makan bersama disini! Ini saya pesannya tiga!" ucap nabila
Burhan merasa tak nyaman makan satu ruangan dengan bosnya
"makan saja disini!" ucap gala tahu burhan merasa canggung
"baik pak!" jawab burhan patuh pada bosnya
Nabila mengambilkan satu paket makan untuk burhan dan menyuruhnya duduk di kursi kosong tak jauh dari gala
"suapi!" ucap gala tanpa rasa malu
"oke!" nabila tak membantah baginya gala kembali dengan selamat adalah kebahagian tersendiri baginya!
"burhan!" panggil gala
"iya bos!"
"kamu tetap disini jaga dendi, dan juga bawa dia ke kantor saat sudah siuman
Bantu dia, cari tahu dimana anak dan kelurganya dan berikan tempat tinggal.yang layak.
__ADS_1
Dendi akan menjadi urusan saya!" ucap gala tegas
Dibalik tirai dendi yang ternyata sudah siuman. Meski belum bisa bergerak dengan normal
Ia mendengar ucapan gala yang membuatya menangis
Bahkan gala sudah dikhianati namun tetep membantunya
Dendi merasa sangat bersalah. Namun dia tenang jika keluarganya akan dalam lindungan gala
"siap bos, saya akan ke markas dan bergantian jaga dengan yang lain.
Supir sudah stand by di parkiran jika bos pulang hari ini!" ucap burhan memberi laporan
"hemm, pergilah. Saya akan pulang bersama tunangan saya!" ucap gala
"saya permisi!" pamit burhan
"mas!! emang perlu ya sampai bilang aku tunanganmu!" tanya nabila
"perlu sakali, biar dimanapun kamu barada selalu aman"
Tak lama hasil.pemeriksaan datang dan gala dinyatakan boleh pulang.
"jaga pasien itu, jangan sampai kabur dan juga jangan membuatnya terluka!" perintah gala pada anak buahnya yang menjaga di depan dan diruangan kamar dendi di rawat
"siap pak!"
"ayo kita pulang!" ajak gala pada nabila
Dengan nada tegas dan berwibawa
Nabila menggandeng tangan gala dan mengikuti langkahnya
Ke parkiran mobil
Baru nanti mas antar pulang!" ucap gala saat di dalam mobil
"tapi barangku masih di kantor!" ucap nabila yang memang belum waktunya pulang
"rencana tiga hari lagi aku selesai dan pindah ke rumah mama lagi.
urusan restoran aku serahkan pada tiara!" ucap nabila memberitahu
"tiga hari lagi mas antar kamu berpamitan dan mengambil barang,
Sekalian mas mau minta tolong tante buat nemenin mas melamar kamu!" ucap gala
Nabila tak bisa lagi mengelak. Ia juga harus memikirkan kesehatan papanya yang sudah kurang baik saat ini
Dan tak mau menunda-nunda lagi pernikahannya.
***
"tuan!" ucap bik inah menyambut gala yang datang dengan menggandeng wanita cantik
Yang sebelumnya pernah datang mencari gala
"biar saya bawakan barangnya tuan!
mba yang waktu itu kesini nanyain tuan kan?" tanya bik inah
"iya bik!" jawab nabila singkat
Gala menatap nabila seolah meminta penjelasan.
"nanti aja!" ucap nabila
__ADS_1
Gala mengajak nabila ke ruang keluarga " tunggu disini dulu, mas ganti baju dulu!" ucap gala meninggalkan nabila sendiri
Dan mengusap kepalanya sebelum meninggalkan nabila
"mau minum apa nyonya?" tanya bik inah
"panggil nama aja bik, aku nabila!" ucap nabila merasa tak sopan
"mana boleh begitu, akhirnya rumah ini akan punya nyonya!" ucap bik inah ikut senang
"memang sebelumnya mas gala ngga bawa wanita kesini bik?" tanya nabila menyelidik
"selama saya disini belum pernah nyonya,
Baru kali ini aja!" ucap bik inah jujur
"ya sudah saya minta air putih yang dingin bisa bik,
sama tolong buatkan teh hijau hangat buat mas gala ya!" ucap nabila
Perhatian
"baik nyonya!" bik inah tetap memanggilnya nyonya
Meski dilarang
"sudah selesai?" tanya nabila
Gala sudah terlihat rapih
" masih kurang tampan?" tanya gala
"engga!, duduk dulu bik inah sedang membuatkan minum!" ucao nabila seolah yang punya rumah
"baik nyonya!" jawab gala menggoda
"mas!" nabila meleparkan bantal pada gala
"kita mau beli cincin pertunangan sekarang,
apa kamu lelah?" tanya gala
"aku mau kita langsung nikah aja mas!" ucap nabila
"apa sayang?" tanya gala yang masih tak percaya
"iya aku ngga mau banyak acara,
Kita langsung menikah saja jika mau!" ucao nabila mengulang ucapannya
Tentu saja gala sangat senang, memang ini yang dia tunggu selama ini
Namun gala juga tak mau memaksakan kehendaknya
"tentu saja sayang mas setuju, kalau begitu kita carinya cincin pernikahan.
Sekarang mas mau secara resmi melamarmu dan segera menikahimu!" ucap gala
Tanpa ragu
Hatinya sedang senang, bahagia dan semuanya menjadi satu
Ia memeluk nabila erat dan mengecup puncak kepala nabila
"l love iou nabila, i love you more!" gala sangat bersemangat
Bahkam bik inah yang mendengarkan dibalik dinding pun ikut bahagia
__ADS_1