
"selamat malam!
Mimpi indah sayang!" ucap gala pada nabila setelah tiba di apartemennya
Gala mengantarkan nabila dan memaksa sampai di depan pintu
"sayang pala lu peyang, dah sana pulang besok nikah masih aja klayapan!" nabila masuk ke apartemennya tanpa menyuruh gala untuk mampir atau mengatakan selamat tinggal
Gala masih tersenyum sendiri. gala merasa nabila mulai menerima perasaanya
Gala memutuskan untuk pulang dan meninggalkan apartemen nabila setelah merasa aman
Sedangkan yang didalam kamar
Nabila mengunci pintu dan berlari ke kamarnya
Melemparkan tas dan ponsel ke sembarang arah
"huaaaaaa,,,, mamaaaaaaaa... Nabila sedih ma!!!
Kalian paksa aku dekat dengan mas gala. Ternyata dia sudah mau nikah haaaaahuaaaaa" nabila menangis sejadi-jadinya
Membayangkan besok adalah hari terakhirnya melihat dan bisa bertemu gala
Karena setelahnya ia tidak mau merusak rumah tangga orang lain
Masih dengan tangisnya yang sesak didada nabila.
Ponselnya berbunyi
~siskaaaaaaa, siska gue patah hati sis, si om-om itu nyakitin gue siska!~ nabila
Mengangkat panggilan telfonnya dari siska
Sebelum pulang nabila sempat mengirimkan pesan jika
Besok gala akan menikah dan mengundangnya
~terus kenapa kamu nangis? Kamu suka gala?~tanya siska pada nabila
~ya engga lah, gila aja loe. Dia aja lebih tua dari kak nobi!~ ucap nabila sambil terisak
~ya kalau ngga suka kenapa harus nangis! Bahagia dong harusnya.
__ADS_1
Bukannya kamu suka risih dia sok perhatian padamu!~ ucap siska lagi
~iya juga ya, kenapa harus nangis. Dulu pas kak nobi nikah gue bahagia aja.
Mungkin ini tangis bahagia kali ya~ ucap nabila lagi
~ usia dalam percintaan itu bukan masalah. Banyak kok yang nikah beda usianya jauh.
Kadang malah ada ceweknya yang usianya lebih dewasa.
Ingat!! Cinta jangan gengsi
Tar beneran ilang baru tahu rasa.
Udah jangan cengeng, lap tuh ingus kemana-mana~ ucap siska memberikan nasihat
~ baiklah kakak ipar! Ya udah gue mau tidur biar besok fres foto sama pengantin!~ ucap nabila
Memutuskan sambungan telfonnya
"iya juga ya, kenapa harus nyesek begini rasanya! Padahal kan bukan siapa-siapa!" ucap nabila mencoba menghentikan tangisnya
Ia menatap cincin indah pemberian gala. Lalu melepaskannya
Karena merasa tidak sewajarnya
*********
nabila yang terbangun siang karena memang hari libur, dan rencananya sore nanti akan pulang ke rumah orang tuanya
Nabila mengepak beberapa barang yang akan dibawa karena akan cukup lama
Sebelum menyiapkan diri untuk datang ke pernikahan gala. Yang menurutnya cukup berat
Dan rasanya tak ingin waktu segera berlalu
Nabila ingat ucapan siska, jika tak ada boleh gengsi dalam cinta
Nabila merasa mulai bisa melupakan mantannya dan memulai hidup.baru yang lebih berwarna ketika gala tanpa ia minta muncul dan hadir dalam hari-hari beberapa bulan ini
Nabila segera bersiap dan menghias diri
Memilih baju yang akan dikenakannya.
__ADS_1
Semua baju dilemari ia keluarkan dan mencari yang paling tepat
Menurutnya
Nabila siap, dan menunggu jemputan sesuai arahan gala
Sejak mengantarnya pulang
Gala tak memberinya kabar apapun dan nabila pun merasa hal yang seharusnya
Gala tentu saja sibuk dengan pernikahannya
"ibu nabila?" tanya seseorang berwajah seram dengan pakaian jas lengkap berwarna hitam
"maaf siapa ya?" tanya nabila ada rasa takut melihat orang tersebut
"saya diminta menjemput anda oleh bos gala!" ucap orang tadi
"ohh, iya
Ayo berangkat!" ucap nabila mengikuti orang tersebut dan masuk.mobil
*****
tanpa banyak bicara nabila sampai di sebuah hotel mewah dan menuju arahan dari petugas dari.gala
Langkah kaki nabila.seolah berat saat memasuki gedung.
"silahkan bu, atas nama siapa?" tanya sesorang dibagian registrasi tamu
"nabila!" ucapnya gugup karena ia juga tak membawa undangan
"silahkan masuk bu!"
Nabila masuk ke tempat acara yang sangat ramai. Sepertinya acara akad nikah akan dimulai
Dan disini nabila sudah menyiapkan tisu ditangannya
dengan sedikit senyum nabila nampak tegar berdiri dibelakang pangantin yang duduk bersanding.
Untuk mengucap ikrar pernikahan. Nabila berusaha menguatkan hati
__ADS_1
Sepertinya ia sadar jika hatinya telah dicuri oleh gala
Yang bahkan saat nabila menyadari semua sudah terlambat.