
"dari penyelidikan kami ke rumah sakit. Ternyata saat itu Zakir sedang mengkonsumsi obat penenang, yang membuatnya sedikit berhalusinasi.
Ini buktinya dari rumah sakit di mana Zakir dirawat.
Dan surat keterangan dari kepolisian yang membuktikan bahwa benar adanya pernyataan dari rumah sakit." Pak Arif memberikan kedua bukti itu kepada Bu Ira
"jangan kalian pikir saya bodoh, pasti ini semua rekayasa kalian .
Uang kalian tidak saya butuhkan di sini!" tolak Bu Ira dengan bukti yang diberikan
"kalau begitu Ibu bisa ajukan ke pengadilan, kita akan bertemu di pengadilan.
Namun jika Ibu tetap menahan Ibu Nabilah di.
Kami bisa laporkan Ibu ke polisi, atas tuduhan pemaksaan dan perbuatan tidak menyenangkan serta kekerasan secara fisik maupun mental" ucap pak arif
Bu Ira dan Kinan terdiam, ada sedikit rasa takut Jika benar adanya yang dikatakan oleh pak arif
"Saya tidak menahan Nabila, tapi Nabila sendiri yang ingin di sini.
Kami juga tidak meminta uangnya tapi dia selalu memberikannya setiap bulan "ucap kinan
"Dek Ayo pulang ikut kami, kamu sudah cukup menderita dan berkorban untuk keluarga ini.
Sekarang waktunya kamu untuk bahagia dan melupakan masa lalu" ucap nobi
"ayo sayang kita pulang,!" ajak pak dirga
"tapi pa, kak! Nabila betah tinggal disini!" tolak nabila
"kamu tenang saja, papa akan berikan tunjangan per bulan untuk keluarga zakir.
Jadi kamu tidak perlu memikirkan Bagaimana kehidupan mereka.
__ADS_1
Kita pulang sekarang Sayang" Pak Dirga menarik tangan Nabila
Bu Ira, Kinan dan Dodi terdiam.
Tak Ada Yang Bisa mereka perbuat karena sebelumnya mereka juga sudah tahu dari rumah sakit, tentang hal yang membuat anaknya kecelakaan
Namun Bu Ira tidak mau anaknya menderita dan Nabila bahagia
"Nabila pamit Bu, Kak Kinan Kak Dodi! Maaf Nabila rasa sudah cukup pengabdian Nabila untuk kalian !!
Tapi Nabila akan sesekali datang ke sini. Kak Zakir pasti udah bahagia di sana Bu.!" ucap Nabila sebelum pergi
Nabila juga merasakan Sudah saatnya, dirinya harus move on dan memulai hidup yang baru
" pak arif kami duluan!" pamit nobi
"baik pak, sampai bertemu dikantor!" jawab pak arif
"tanda tangani ini jika Ibu mau mendapatkan tunjangan per bulan.
Dan meminta Bu Ira agar tanda tangan
"Apa itu isinya?" tanya Bu Ira
"hanya sebuah perjanjian Ibu tidak akan pernah mengganggu Nabilah dan keluarganya lagi, dan jumlah nominal yang akan diberikan oleh Pak Dirga kepada keluarga ibu ,
Jika sekali aja salah satu anggota keluarga ibu ada yang mengganggu Bu Nabila. Maka semua perjanjian ini akan luntur
Dan tunjangan akan dicabut!" ucap pak arif
Bu ira segera mengambil pulpen dan menandatangani surat bermaterai
"kalau begitu saya pamit!" pak arif pergi meninggalkan kediaman bu ira
__ADS_1
Dan bergegas ke kantor sahabatnya
*****
"sayang bosmu ada?" Arif tiba di kantor temannya
"Jangan panggil begitu dong di kantor, Nanti Pak Gala dengar bisa marah!" jawab dian
" iya sayang! Aku masuk dulu ya! Nanti pulangnya aku jemput" ucap arif sebelum masuk keruangan Gala
"seneng banget loe, habis dapet klien gede kayaknya!" tanya gala melihat arif yang tersenyum bahagia
"salah satunya iya, salah duanya jatuh cinta!" jawab arif
"claudia gimana? Sudah ada kemajuan hubungan kalian?" tanya arif
"kami sedang pendekatan lagi. Tapi kali ini gue ngga mau lama-lama
Takut di embat orang lagi!" ucap gala penuh semangat
" bagus deh, jadi pas gue nikah loe juga ngga jomblo banget gitu!" ledek arif
"kita liat aja nanti siapa yang kepelaminan duluan!" sahut gala
"tak dapet gadisnya, jandanya pun jadi lah ya.
Tapi gal perasaan gue ngga enak deh. Loe beneran yakin mau nikahin claudia secepatnya?" tanya arif
"yakin lah, buktinya selama lima tahun gue jomblo ngga ada satupun wanita yang bisa menggantikan dia dihati gue!" jawab gala dengan sangat yakin
"oke, semoga memang dia jodoh loe!"
"semoga saja, gue duluan ya mau makan siang sama claudia!" ucap gala buru-buru
__ADS_1
"good luck!" ucap arif yang ikut keluar ruangan gala dan menemui kekasihnya