Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part Terakhir


__ADS_3

sepuluh bulan kemudian


"selamat ya mas gala.  dek!! sekarang sudah menjadi orang tua. semoga kalian bisa menjaga dan mendidik anak kalian menjadi orang yang bermanfaat" ucap mama maya terharu setelah melihat anak bungsu manjanya kini berhasil melahirkan cucunya dnegan selamat dan normal


"terima kasih ma" ucap gala yang tak kalah terharu air matanya masih menetes kala melihat anak pertamanya tidur di dada ibunya dengan tangisan pertamanya


"terima kasih mama sudah mengizinkan nabila menjadi istri gala, dan sekarang gala bisa memiliki anak ma" ucap gala berterima kasih pada mertuanya


"permisi, putrinya harus di bawa ke kamarnya dulu bu" ucap suster pada nabila


"bisa sebentar lagi ngga sus?" tanya nabila masih tak mau melepaskan anaknya


"nanti bisa diambil lagi bu" jawab suster pada nabila


nabila mengangguk dan menyerahkan anaknya dengan berat hati. gala terus mendampinginya dan menggenggam tangan nabila


dengan rasa syukur yang tiada henti


"mama pulang dulu ya, papa sudah waktunya minum obat" ucap mama maya berpamitan

__ADS_1


"iya ma, sebentar lagi rio dan istrinya juga datang kesini, titip salam  buat papa ya ma" ucap gala dan nabila


"iya sayang, mama pulang. besok mama kesini sama siska dan chiko" ucap mama maya


"selamat ya  sayang, sudah jadi mami dan menjadikanku papi sekarang. anak kita cantik sekali seperti ibunya.


padahal bibitnya kan dari mas" ucap gala pada nabila yang masih terlihat lemas


"nanti kita bikin lagi mas yang mirip kamu, biar ganteng kaya papinya" ucap nabila dengan penuh kebahagiaan


"tentu saja, semangat masa kalau urusan satu itu, kita kasih nama siapa sayang putri kecil kita" tanya gala yang masih bingung ia sudah menyiapkan beberapa nama dan menyerahkan pada nabila


"emmm, yang ini saja mas." nabila memilih satu nama yang akan dijadikan sebagai panggilan untuk anaknya


"Reva Nazhiha  Subastian" ucap gala menyebutkan kembali nama pilihan dari sang istri


"iya mas, anak pertama kita akan menjadi kakak yang baik untuk adik-adiknya nanti" ucao nabila dengan rasa haru yang terus membuatnya meneteskan air matanya


"hemmm, sudah dong sayang jangan nangis terus. mas jadi bingung kamu bahagia apa menyesal kalau begini" ucap gala mengusap air mata istrinya agar tak membasahi pipi nabila

__ADS_1


"maaf mas, aku masih ngga nyangka aja kita mendapatkan anugarah yang terindah. aku masih ngga percaya dia lahir dari rahimku yang ku kandung selama sembilan bulan" ucap nabila lagi


"iya sayang. mas juga ngga nyangka akan ada yang memanggil papi sebentar lagi" gala memeluk nabila


keduanya makin merasakan cinta yang semakin dalam dan hangat


tak lama berselang,


semua keluarga hadir dan turut memberikan ucapan selamat pada pasangan yang baru saja di karuniai seorang buah hati,


tanpa terkecuali. keluarga gala yang memang tak seberapa dan kali ini hadir untuk memberikan hadiah serta kasih sayangnya pada anak gala yang baru saja lahir ke dunia


keluarga bahagia yang penuh cinta. tanpa merusak hakikat hubungan suci yang telah diikrarkan dihadapan tuhan yang memberikan segala kehidupan.


nabila dan gala merasakan kehidupannya yang sempurna, dan bersyukur atasnya


sampai disini kisah cinta nabila dan gala. mohon maaf jika tidak sesuai dengan ekspektasi readers semuanya..


terima kasih sudah membaca dan semoga membuat para readers terhibur

__ADS_1


sampai jumpa dikisah selanjutnya. author akan berusaha memberikan cerita yang lebih menarik lagi lain kesempatan..


bye....bye


__ADS_2