Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 57


__ADS_3

"siang bu, di luar ada orang!" ucap tiara


Pada nabila yang sedang sibuk dengan pekerjaanya


"siapa tiara? Saya ngga ada janji meeting kan sekarang?" nabila takut lupa jadwal


"tidak bu, sepertinya orang yang mengenal ibu!" jawab tiara


"oke!" nabila keluar dari ruangannya dan mencari orang yang


Ingin menemuinya!


Nabila memdekati seorang pria yang diarahkan tiara


"maaf ada keperluan apa ya?" tanya nabila dibelakang pria itu lalu duduk disampingnya


"pak burhan?" nabila mengenal siapa yang datang


"iya bu, saya diminta untuk menjemput ibu dan ke rumah sakit. Pak gala mencari ibu sejak siuman!" ucap burhan


"mas gala kenapa pak?


Di rumah sakit mana?" nabila panik dan juga mengecek ponsel miliknya juga ponsel gala


"tidak jauh dari sini bu, bisa kita berangkat sekarang?" ajak burhan


Merasa kasihan bosnya tidak ada yang menjenguk dan menunggunya di rumah sakit


Sebelum dibawa kerumah sakit. Dalam keadaan setengah sadar, Gala sempat mengatakan ingin di rawat di dekat kota D


Agar setelah pulang bisa bertemu dengan nabila


"oke, saya ambil tas dulu!" nabila panik


Ia mendengar gala siuman seolah menganggap gal sedang koma.


Dan sejak kemarin belum ada lagi kabar dari ke kasihnya itu


"tiara saya ada urusan diluar, tolong handle semua pekerjaan saya hari ini. Mungkin saya pulang malam!" ucap nabila


Memberitahukan pada tiara untuk pekerjaan


"baik bu, hati-hati!" ucap tiara


Yang selama ini selalu nabila percaya


Meski belum ada satu tahun tiara bekerja dengan nabila


Namun tiara sudah menunjukan kinerja yang sangat bagus


"ayo pak!" nabila


Segera bergegas


"naik mobil pak gala saja bu, ada supir sudah menunggu!"


Tanpa rasa curiga nabila pun menaiki mobil gala yang memang beberapa kali nabila naik mobil itu bersama gala

__ADS_1


Perjalanan membutuhkan wakti satu jam dari restoran nabila ke rumah sakit


"mas gala kenapa pak?" nabila masih mencari informasi


"kecelakaan kerja bu!" ucap burhan singkat


Nabila makin khawatir.


Kepergian gala satu minggu ini membuat jantungnya tak baik-baik saja.


Nabila selalu takut dengan kabar kecelakaan atau dengar kata rumah sakit


Masih ada rasa traumanya yang menempel di hati dan ingatannya


"kita sampai bu!" ucap burhan


"iya, dimana mas gala?" nabila makin tak sabar


Setelah berjalan dan memasuki ruangan ternyata ada dua pasien yang di dalam


Gala tak mau diruangan sendirian.


"mas! mas gala kamu janji akan baik-baik saja. Kenapa begini!"


Nabila menangis dan memeluk pria yang badannya tertutup selimut dan wajahnya ful perban


nabila terus menangisi pria malang terbaring lemah tak berdaya. Dan tak bisa menjawab pertanyaannya


"kamu seneng banget meluk orang hemmm!"



Ia sengaja membiarkan nabila salah orang. Hanya ingin tahu reaksinya


Padahal orang yang ditangisinya adalah dendi yang beberapa kali mendapakat pukulan di wajahnya


"mas! Ini bukan kamu?" nabil berjalan dan membuka tirai


Gala sedang tersenyum dan memegang kepalanya yang sakit karena mentertawakan nabila


"kamu mau mas sampai begitu hemmm?


Sini peluk kenapa hanya diam disana!" gala mengulurkan tangannya agar nabila memeluknya


Burhan yang tadi datang bersama nabila


Memilih keluar ruangan. Untuk memberikan waktu pada bosnya dan pasangannya


Burhan juga tak menyangka jika gala punya sikap lembut


Selama ini yang dia tahu. Gala sangat tegas dan juga pemarah


"eenggaaaa! Mas janji akan pulang dengan wajah tetap tampan dan baik-baik saja!" nabila tak mau memeluk gala


"iya maaf, tapi ini dikepala jadi wajah mas masih tetap.tampan bukan?" rayu gala


Nabila yang tak tahan tetap memeluk gala. Dan menumpahkan kekhawatirannya

__ADS_1


"jangan begini lagi, atau ku bunuh kamu!" ucap nabila menatap.wajah yang sangat ia rindukan


"besok kita tunangan?" tanya gala


"sembuh dulu! aku ngga mau ya, ternyata nanti suamiku amnesia!" ledek nabila


gal menarik hidung nabila yang mancung


Lalu mencium kening nabila sangat lama. Menumpahkan kasih sayang dan kerinduan


"i love you nabila!" ucap gala berbisik di telinga


"hemmm, iya!!" jawab nabila malu


"gitu aja?" gala kesal


"love you more mas!" nabila juga membisikan pada telinga gala


keduanya berpelukan diranjang yang cukup untuk berdua.


Gala membelai wajah cantik nabila yang kinj ada di hadapannya.


Melihat setiap inci yang tak terlewatkan


Rasa bahagia dan terharu. Wanita cantik ini miliknya


Perlahan wajahnya mendekat dan


Cup


sebuah kecupan manis pada bibir nabila.


"rasanya manis!" puji gala pad nabila


"gombal aja terus!" nabila memukul lengan gala


"nabila nazhiha mau kah kamu menjadi tunanganku? Mau kah menikah denganku?" tanya gala dengan kelembutan dan kata-kata tulus


tanpa berfikir panjang "mau mas!" nabila menganggul dan menjawab


Gala dengan penuh keyakinan


"minggu depan mas akan bawa keluarga ke rumah mu, dan besok mas akan izin dan meminta langsung pada orang tuamu!" ucap gala


"kalau mama dan papa melarang giman?" tanya nabila


"kita lihat saja nanti!" jawab gala


"temani mas tidur. Kepala mas rasanya sakit sekali!"


Gala menunjukan perban dibagian belakang kepalanya


"tuh kan!! Jangan-jangan amnesia lagi.


Berarti bohong dong ngajak nikahnya" canda nabila


"sekalipun mas koma, akan tetap mengingatmu sayang!

__ADS_1


Kita tidur sebentar!!" gala merasakan reaksi obat pada tubuhnya dan membuatnya mengantuk


__ADS_2