Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 17


__ADS_3

acara telah selesai semua tamu pergi dengan berpamitan pada Nabila,


nabila merasa lelah karena sejak dua hari yang lalu ia melakukan persiapan, dari mulai desain untuk acara dan juga semua makanan yang disiapakan semua adalah menu dari Nabila


"Tiara, suruh semua pegawai makan malam dengan baik sebelum pulang" ucap nabila duduk sambil mengusap-usap kakinya yang lelah karena harus bolak-balik menemui tamu


"baik bu, saya ke area dapur dulu" ucap tiara melaksanakan perintah nabila


"ehemm!!" Gala menghampiri nabila dan berdeham


"udah deh jauh-jauh, lagian kenapa sih kak nobi kasih segala body guard. aku bisa kok jaga diri" kesal nabila


Gala terdiam padahal hanya ingin mengajak nabila mengobrol saja dengan santai sambil menjalankan tugasnya


"maaf jika menggangu" ucap Gala lalu pergi meninggalkan Nabila


nabila yang merasa sangat lelah hingga tak sadar tidur di ruang kerjannya


sekitar pukul dua belas malam Gala yang sore tadi tak makan, kini perutnya mulai kelaparan, ia menunggu nabila tak kunjung keluar dari ruangannya


Gala mondar-mandir mau masuk takut dikira macam-macam, jika tidak masuk ia penasaran kalau terjadi apa-apa Gala lah yang bertanggung jawab


ceklek


suara pintu dibuka yang muncul adalah orang yang Gala tunggu


"akhirnya keluar juga, saya pikir anda mati didalam. saya mau masuk takut dikira pembunuhnya" ucap Gala


"ngapain masih disini? kan saya bilang bisa jaga diri. besok jangan sampe saya liat anda lagi disini paham" ucap nabila ketus


tiba-tiba


duaaarrrrrr.......duarrrrrr...suara petir bersahutan dan lampu pun padam


"aaaaaaaaaaaaa,,,,,,,Tiara!!!" nabila menjerit


"ssstttttt, sini" Gala menarik tangan nabila agar berada didekatnya


"tenangkan dirimu, saya akan nayalakan ponsel" ucap gala dengan lembut tak seperti biasnya


"aku ngga takut, hanya kaget saja!" ucap nabila tak mau diaanggap remeh

__ADS_1


"mau saya antar kemana?"tanya Gala dengan sinar lampu ponsel seadanya diruangan yang cukup besar dan gelap


"mau ambil minum, aku haus" ucap nabila


"baiklah pelan-pelan" Gala menggengam tangan nabila dan membawanya ke dapur restoran


"aku juga lapar, bolehkah meminta makanan?" tanya Gala sambil menatap Nabila dalam kegelapan dan cahaya yang sangat minim.


"oke, tapi yang simpel aja ya" jawab nabila


"hemmm, apa saja yang penting ada yang masuk ke perutku" sahut Gala


setelah tiba di dapur nabila mencari lemari pendingin dan mengambil satu air mineral untuk nya dan juga satu untuk Gala


"minumlah dulu, akan ku buatkan omelet. tunggu sebentar" ucap nabila mengambil beberapa bahan dan mulai mengeksekusi masakan untuk Gala


"kenapa kamu harus berbohong?" tanya Gala disela-sela nabila memasak



"makanlah selagi hangat" ucap nabila tak menghiraukan ucapan gala


"terima kasih" ucap gala mulai mencicipi makanan buatan nabila


"apanya?" gantian kali ini gala yang membuat nabila kesal


"tentu saja makanannya, emangnya apanya lagi yang bagaimana!!" ucap nabila ketus


"emmm tidak terlalu buruk, masih bisa dimakan oleh manusia. semoga saja perutku tak sakit besok" ucap Gala tak kalah datar


"yang sabar bil, ya sudah cuci piringnya kalau sudah selesai.saya mau kembali kekamar dulu" ucap nabila setelah lampu menyala


"tunggu!" cegah Gala


"apalagi sih?" tanya nabila " mau hina makananku lagi?"lanjut nabila


"terima kasih, makanannya enak"


jleb


Ucapan Gala seolah membuat hati Nabila berbunga, baru kali ini ada yang memuji masakannya setelah calon suaminya dulu

__ADS_1


"ohh, oke anda bisa tidur dikantor saya. saya mau pulang ke apartemen" ucap nabila


"saya antarkan, anda masih menjadi tugas saya sampai besok pagi" ucap Gala dengan penuh tanggung jawab


"oke, ngga usah pake lama, saya lelah"ucap nabila


keduanya menaiki mobil dan menuju apartemen nabila yang tak jauh dari restorannya


" sampai sini aja, ngga usah ikut turun!" cegah nabila yang melihat gala melepas sabuk pengamannya


"jangan ngeyel, ini sudah malam" ucap Gala tak mau dibantah


nabila malas berdebat ia menuruti saja ucapan Gala, ada benarnya juga demi kebaikan nabila


sesampainya didepan pintu apartemen nabila,


"masuklah, saya tunggu disini sampai besok pagi"  ucap gala


sementara nabila tak menggubris ucapannya dan masuk begitu saja


Gala berjaga didepan pintu apartemen nabila sambil bermain ponsel, ia tak mau tugasnya tak selesai dengan baik jika terjadi masalah pada nabila


*kenapa masih disana?* nabila mengirimkan pesan pada Gala yang setelah dua jam nabila masuk ternyata gala belum beranjak


* jagain tuan putri\, tidurlah dengan nyenyak\, dan smapai bertemu besok pagi* balas Gala yang juga sudah mulai mengantuk karena waktu sudah menunjukan dini hari


Ceklek


"masuklah, diluar dingin!" ucap nabila tanpa basa-basi


"disini saja, tidrulah" ucap gala menolak


"buruan masuk sebelum saya berubah pikiran" tegas nabila yang juga merasa kasihan pada gala


bagaimanapun bukan pekerjaan gala sebenarnya, ia biasa memerintah dan marah-marah kini harus menerima semua perintah dan itu tidak mudah menurut nabila


"ya sudah jika kamu memaksa" ucap Gala menyolong masuk kedalam apartemen nabila


"ini selimutnya, maaf kamar cuma satu jadi anda harus ngalah sama wanita" ucap nabila sebelum pergi menuju kamarnya


gala yang sudah mengantuk hanya memastikan pintu terkuci aman dan juga kondisi sekitar yang nampak aman juga

__ADS_1


__ADS_2