
nobi bersama dengan siska menuju rumah orang tua siska yang juga tak terlalu jauh dari kantor nobi
"haii anak-anak mami datang,
kenapa ngga ngabarin dulu" mami ine menyambut anak dan menantunya
"kenapa pulang ke rumah sendiri harus ngabarin sih mi,
papi mana mi?" tanya nobi mencari sosok pria yang juga menjadi panutannya setelah papanya
"ada, lagi ngobrol sama temannya di dalam. ayo masuk" ajak mami ine
"iya mi, mi tadi mama maya masak kue untuk mami dan papi" ucap siska yang memang dibuatkan kue oleh mertuanya untuk sang besan
"wahh, rajin sekali memang mertuamu itu, sini biar mami potong kuenya dan kita makan bareng.
kalian tunggu disini aja!" ucap mami ine membawa bunngkusan dari besan untuk dihidangkan kembali
"kita jadi kaya tamu ya kak" ucap siska merasa aneh pulang kerumahnya sendiri padahal baru saja satu bulan siska pindah ke rumah mertuanya
"hussss, jangan bilang begitu nanti ada yang dengar bagaimana!" ucap nobi menegur istrinya
"hehehe, maaf tapi itu yang aku rasakan" lanjut siska
siska masuk dan membantu maminya menyiapkan minum dan kue untuknya dan nobi.
"bibik pada kemana mi? kok sepi" tanya siska pada maminya
"ohhh, ada di taman belakang. mereka lagi ngerujak apa nyeblak tadi mami ngga tahu tuh" ucap mami ine
siska mencari papi nya dan mengintip ternyata memang ada beberapa orang usia dewasa yang sama dengan papinya
mereka sedang sibuk berbincang masalah bisnis saling bersahutan. lalu siska kembali menemani suaminya
*********
~tiara, saya izin lagi hari ini. masih belum turun demamnya! cancel aja rapat yang memang harus saya hadiri~ nabila menghubungi asistennya untuk mengabari masih belum bisa masuk untuk bekerja
~baik bu, saya akan hubungi para klien untuk jadwal ulang rapatnya. cepet sembuh ya bu
ada yang perlu saya bantu bu yang lain?~ tanya tiara
~ngga! itu aja!~ nabila merasa sangat lemas
ponselnya yang sejak kemarin tak terisi baterei sketika mati,
"aduh. mau ke dokter ngga kuat!" nabila mengeluh sendirian badannya makin panas
__ADS_1
sejak kamerin juga tak bernafsu untuk makan.
"aku tidur aja lagi, mungkin nanti sembuh" ucap nabila pada dirinya sendiri
ia mencari cargher ponselnya dan mengisi baterei ponselnya lalu kembali ketempat tidur berharap ia segera sembuh
*********
di tempat lain
"nomor yang anda tuju sedang dialihkan" suara operator celular saat gala mencoba menghubungi nabila
semalam gala pulang kerja hingga larut dan tak terasa tak berbalas pesan dengan nabila
pagi ini gala ingin menanyakan kabar nabila, namun pesannya tidak dibalas dan juga ponselnya tidak aktif
"apa tanya pada pak nobi saja ya?" ucap gala mencari nomer nobi
"emmm tidak! nanti malah pada khawatir. mungkin bocah cantik itu sedang sibuk buat kue. saya tunggu saja" gala terus bicara sendiri
mencoba menghilangkan kecemasannya pada nabila
tapi rasanya makin tak nyaman, dengan cepat gala menyambar kunci mobil dan melangkah pasti menuju parkiran
"irma! cancel semua pertemuan hari ini. saya ada urusan mendadak" ucap gala pada asisten barunya pengganti dian
gala mencoba untuk tenang karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh, tak ia sia-siakan waktunya
gas terus ditancap mobil melesat dengan cepat
gala masih mencoba menghubungi nabila tapi masih belum ada jawaban dan ponselnya masih tidak aktiif
hingga perjalanan yang biasa ditempuh dalam waktu tiga jam normal, cukup dua jam saja bagi gala saat ini terlabih dijam kantor jalanan tak terlalu ramai
huhhhhhhhhh gala menghembuskan nafas lega nya. ia sampai diparkiran apartemen nabila
gala akan turun dari mobil namun " ngapain gue kesini?" gala bingung sendiri
"ahhhh sudahlah, kita kan teman. tidak masalah jika khawatir bukan? lagian papanya juga maunya kita dekat.
kamu benar gala" ucap gala menenangkan pikirannya dan memberanikan diri
ting...tong.....ting....tong
"nabila! buka pintunya" gala memencet bel kamar nabila tak ada sahutan
"nabila, buka" gala makin tak sabar
__ADS_1
apa nabila ke kantor pikir gala. saat gala berbalik arah akan mendatangi kantor nabila
pintu terbuka
"mas? kenapa kesini?" nabila nampak pucat dan lemas
Brukkkkkk
nabila terjatuh seketika
dengan sigap gala menadahkan tangannya menerima nabila hingga tak sampai jatuh kelantai
gala membawa nabila ke keklinik terdekat dari aparteman nabila yang masih dalam satu gedung
"bagaimana keadaanya dokter?" tannya gala panik
saat ini nabila masih belum sadarkan diri
"tidak ada yang serius pak, istri anda mungkin terlalu lelah dan juga tidak ada asupan sama sekali sepetinya sejak kemarin" jawab dokter yang telah memeriksa nabila
"gala ingin membantah ucapan dokter namun tak sempat,
jadi apa yang harus saya lakukan dokter?" tanya gala lagi
"beri dia makan dulu setelah siuman, nanti akan saya periksa lagi" ucap dokter yang mengira pasanagn suami istri yang tak tahu waktu
dan meninggalkan nabila dan gala dengan geleng-geleng kepala
"nabila, kamu sudah bangun? " gala mendekati nabila yang mulai membuka matanya
"auuuu....auuuu kepalaku sakit" ucap nabila saat bangun
"sabar ya, kamu sedang di infus karena kekurangan makan dan minum! jadi dari kemarin nagpain aja dikirim banyak makanan" protes gala
"mas kaya papa sama kak nobi, galak banget sama aku" ucap nabil mencela gala yang sejak tadi nafasnya terasa sesak
"kamu ini ya, masih sakit bisa-bisanya mengolokku. minum ini dulu dan makan. nanti dokter kesini lagi buat periksa" ucap gala
"mau disuapin?" tanya gala
nabila mengangguk " mau mas, aku lapar!" ucap nabila
nabila makan dengan lahapnya. "mas kenapa bisa disini?" tanya nabila yang sudah mulai bertenaga
"ada rapat dengan klien daerah sini, lalu iseng ke kantormu katanya masih sakit. ya sudah aku datang ke apartemenmu malah kamu tidur dilantai" ucap gala menjelaskan rangkaian perjalanannya
malu dong kalau keliatan panik depan cewek!
__ADS_1
"ohhhh jadi iseng!" nabila kecewa