
tok.....tokkk...tookkk
"ma, pa. mas gala ada dibawah mau ngomong penting!" ucap nabila
pada orang tuanya yang sedang berada di kamar berdua.
"kok tiba-tiba? ada apa sayang!!" mama maya panik " kamu kok pulang ngga bilang-bilang" mama maya makin penasaran
"mama sama papa temui aja dulu deh!" nabila tak mau memberitahukan pada orang tuanya
"kamu ini bikin mama deg-degan aja sih! ayo pa" ucap mama maya
mengajak suaminya turun menemui gala
"malem om, tante! maaf mengganggu waktu istirahatnya" ucap gala menyapa calon mertuanya
"malam gala! silahkan duduk" ucap pak dirga
gala duduk dan melihat situasi agak canggung tak seperti biasanya.
gala memberanikan diri " om, tante sebenarnya tujuan saya datang kesini malam ini. untuk meminta restu melamar nabila anak om dan tante!
saya datang untuk meminta anak kesayangan om dan tante yang sudah dibesarkan dengan penuh kasih dan sayang.
untuk menjadi istri saya dan mendampingi seumur hidup saya" ucap gala mengungkapkan niat hatinya
sejak lama dan baru kini dia benar-benar secara serius meminta pada orang tua nabila langsung
"ehemm!! kamu yakin dengan perasaanmu?
bagaimana jika kamu belum mengetahui sisi kekurangan anak saya?" tanya pak dirga
"saya sudah sangat yakin om, jika memang ada suatu hal yang menjadi kurangnya nabila maka saya akan melengakapi dan juga sebaliknya" jawab gala tegas
"kamu gimana dek?" tanya mama maya pada nabila
nabila mengangguk tanpa menjawab pertanyaan mama maya. semua mata tertuju pada nabila
ketiganya tersenyum lega. gala takut nabila berubah pikiran, sedangkan kedua orang tuanya takut jika nabila menolak
"gimana pa?" mama maya beralih pertanyaan ke pak dirga
"jawabannya ada pada nabila!" ucap pak dirga tentu saja menerima
bahkan sudah dari jauh hari menginginkan hal ini.
__ADS_1
"kalau begitu kita buat acara pertunangan kalian segera dan mama yang akan siapkan pestanya" ucap mama maya bersemangat
"ma
tante"
gala dan nabila memanggil mama maya bersamaan
"kami sepakat jika akan langsung menikah saja ma, nabila ngga mau kebanyakan acara!
dan nabila yang mengusulkan ini sama mas gala" ucap nabila menjelaskan
"benar mas?" tanya mama maya pada gala
"saya setuju tante, saya awalnya ingin pertemuan keluarga besar terlabih dahulu. dan melakukan pertungan denga pesta. namun nabila ingin agar pestanya untuk langsung pernikahan saja.
dan saya juga sangat setuju. karena lebih cepat lebih baik" ucap gala menjelaskan keadaan sebenarnya
"baiklah, kalau itu keputusan kalian. kita tetap akan kumpul keluarga besar untuk menentukan tanggal pernikahan kalian.
tapi papa rasa tidak bisa dalam minggu ini atau minggu depan!
siska seharusnya jika sesuai dengan perkiraan dokter dalam dua minggu ini akan melahirkan,
yang juga sedang menunggu kelahiran cucu pertamanya
"iya pa" jawab nabila
disusul gala "baik om!"
"ma, bisa tolong buatkan kopi. gala kamu ikut papa ke ruang kerja" ucap pak dirga yang sudah memberikan panggilan papa pada calon mantunya
"baik om" gala masih dengan panggilan yang lama dan mengikuti pak dirga
Gala dan pak dirga masuk ke dalam ruangan kerjan milik pak dirga
"apa kamu yakin dengan keputusanmu?" ucap pak dirga mempertegas
Niat baik gala
"saya sangat yakin dan serius om!" jawab gala tegas
"saya tahu cerita masalalumu, dan juga dengan masalalu anak saya
Saya yakin akan berat. Saya bukan melarang tapi saya hanya tidak mau anak saya
__ADS_1
Mengalami trauma yang lebih berat dari sebelumnya!" ucap pak dirga seolah kini menjadi ragu
"saya yakin saya sudah bebas dari masalalu om, dan saya janji akan buat nabila bahagia dengan cara saya sendiri!" gala meyakinkan pak.dirga
Apa yang dikatakannya tulus dari hatinya tanpa ada kebohongan
"saya akan pegang janjimu, saya sangat senang nabila akan mendapatkan suami
Yang memang kami juga inginkan.
Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan
Tolong jaga nabila dan mamanya saat saya sudah tidak ada lagi nanti.
Saya titip dua wanita kesayangan saya padamu!" ucap pak dirga mendadak sedih
Suasana sedikit melow
"maksud om gimana? Saya ngga akan ambil nabila untuk melupakan orang tuanya!" gala tak mengerti ucapan pak dirga
"menurut dokter usia saya sudah tak lama lagi, mama nabila tidak tahu jika oprasi saya sempat gagal.
Dan juga saya hanya mengatakan ini padamu.
Karena nantinya saya percaya kamu akan menjaga anak dan istri saya.
Tolong jangan kecewakan saya!" pak dirga meneteskan air matanya
Saat membayangkan hidup istri dan anaknya tanpanya nanti
"saya berjanji akan melaksanakan amanah om, tapi saya rasa kita masih bisa berusaha om.
Kita ke luar negeri lagi buat berobat dan om harus ada saat kami menikah.
Dan juga saat anak-anak kami lahir nanti!" ucap gala
"saya sudah menyerah dan tak.mau menahan rasa sakit lebih lama lagi.
Saya akan tagih janjimu nanti!
Ayo keluar sebelum istri saya curiga!" ajak pak dirga kembali ke mode awal
"baik om!" gala merasa ikut bersedih bagaimana bisa ia diam saja calon mertuanya pasrah dengan sakitnya
Lalu apa yang harus gala lakukan sekarang?
__ADS_1