Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 20


__ADS_3

"hai, ngapain disini?" tanya Gala pada nabila yangs sedang termenung



"hemmmm, ngga ngapa-ngapain!" nabila tersenyum pada Gala


tak seperti biasa yang memasang wajah jutek dan juga galak


"bapak ngapain disini?" tanya nabila pada gala


"mau pulangin ini" Gala menyerahkan paper bag pada nabila berisi barang yang waktu itu sempat tertinggal


"emmmm, makasih ya pak, repot-repot. padahal saya bisa ambil sendiri ke kantor bapak" ucap nabila menerima barang yang diserahkan Gala


"kenapa malah disini?" tanya Gala lagi


"ohhhh... itu tadi ada sedikit pekerjaan jadi harus menyingkir sebentar biar fokus" jawab nabila berbohong pada gala


"hemmm, sudah makan?" tanya gala berbasa-basi


"belum!" nabila menggelengkan kepalanya memang sejak pagi ia sibuk dan belum ingin makan


"sama! bagaimana kalau kita cari makan diluar?" ajak gala


"boleh!!" nabila menyetujui ajakan gala


ia merasa butuh makan dan juga udara segar. semakin mengenal gala, nabila merasa gala adalah orang yang baik


"mau makan apa?" tanya gala pada nabila sebelum pergi

__ADS_1


"terserah bapak saja!" ucap nabila


"apa samua wanita begini" gumam gala


"apa pak? bapak bilang sesuatu?" tanya nabila yang tak begitu jelas mendengar ucapan gala


"engga kok, kalau makanan jepang, apa kamu suka?" gala mencoba memeberikan pilihan


"oke aja" nabila tak banyak memilih makanan


"oke"


keduanya berjalan beriringan mencari restoran makanan jepang yang ada dihotel dimana kakak nabila menikah


"pacarmu tak marah jika saya mengajakmu makan berdua begini?" tanya gala memulai obrolan santai pada nabila saat keduanya menunggu makanan yang dipesan datang


"emmm, ngga masalah. saya tidak punya pacar atau pasangan, bapak sendiri bagaimana? apa istri bapak tidak marah mengajak saya makan?" tanya nabila membalas pertanyaan gala


"tentu saja tidak ada yang marah. jika saya punya istri tidak mungkin akan mengajak wanita lain makan berdua" ucap gala dengan serius


"hahahahaha" nabila tertawa dengan jawaban gala


"kenapa tertawa, apa yang lucu?" gala merasa bingung


"saya percaya pak, tidak usah serius gitu ngomongnya. saya yakin bapak masih jomblo makanya saya iyakan ajakan bapak. setidaknya sekali dalam hidup bapak pernah makan dengan wanita secantik saya" ucap nabila dengan percaya dirinya



"benar juga, saya baru sadar kali ini makan ditemani wanita yang sangat cantik"

__ADS_1


blussss......terdiam tanpa suara


gala membuat nabila terdiam dan pipinya memerah


ia pura-pura membuka ponselnya dan membaca beberapa pesan agar hatinya kembali tenang


"terima kasih" ucap gala saat makanan yang dipesan keduanya telah datang ke meja makan


"ayo makan, nanti dingin. saya juga belum berpamitan pada pak nobi" ucap gala yang tak mengatahui bahwa ucapannya sangat berbahaya untuk para kaum wanita.


"emmmmm iya!" nabila tak lagi berani melihat gala ia terus menunduk dan menghabiskan makanannya hingga tak tersisa


"jarang sekali ada wanita yang makan dihabiskan, itu bagus" ucap gala entah itu pujian atau celaan karena nabila makan dengan sangat banyak


namun nabila tak mau ambil pusing dan tak mengiraukan ucapan gala, ia kelaparan sejak tadi


"terima kasih pujiannya atau sebeliknya. tapi saya diajarkan untuk tidak menyia-nyiakan makanan" jawab nabila setelah selesai makan


"saya mau kembali ke pesta, apakah bapak mau kesana juga?" tanya nabila


"iya, saya mau berpamitan pada pak nobi" ucap gala


"biar saya yang traktir, tapi kamu punya hutang buat mentraktirku lain kali" ucap gala saat nabila mengeluarkan sebuah kartu dari tasnya


"oooke" jawab nabila singkat dan menunggu gala membayar makannya kali ni


nabila anggap sebagai permintaan maaf telah menabraknya dulu


lalu keduanya kembali ke acara pesta dan berpisah karena nabila menemui suadaranya yang baru tiba dan gala harus berpamitan karena ada pekerjaan lain

__ADS_1


__ADS_2