Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 34


__ADS_3

"tuan ada tamu wanita" ucap  bik inah asisten rumah tangga gala


"suruh masuk, saya ganti baju dulu sebentar" ucap gala


ia buru-buru berganti pakaian setelah olah raga di hari libur yang cerah, rutinitasnya


tak perlu menunggu lama gala kembali turun dan melangkahkan kakinya ke ruaang tamu


"ngapain kamu kesini?" gala masih tak mengerti kenapa claudia tak ada hentinya mengejarnya


gala sudah bersemangat karena yang ada dipikrannya adalah nabila yang datang


tapi siapa sangka paginya menjadi buruk karena orang yang sudah tak ingin ditemuinya datang kerumahnya


"gala, aku hamil" ucap caludia


"mas!!!!" disaat bersamaa nabila yang diharapkan gala datang


kini benar ada dihadapannya. entah bagaimana gala harus memulainya situasinya sedang tak baik


"kalian lanjutkan! maaf mengganggu" nabila pergi meninggalkan rumah gala dengan cepat


"nabila,,,,


nabila tunggu, ini tak seperti yang kamu bayangkan" gala mengetuk pintu mobil nabila


nabila tak mau tahu dan terus mengemudikan mobilnya dengan rasa kecewa.


"pergi kamu dari sini, tidak ada urusannya kamu mau hamil ataupun mati" ucap gala makin kesal


"gala aku mohon bantu aku" claudia memohon dan memegangi kaki gala agar tak pergi


"pergi sekarang, saya tidak peduli. kamu selalu membuat hidupku hancur berkali-kali" gala juga tak tega sebenarnya melihat wanita menangis


"apa yang bisa saya bantu, lepaskan kaki saya!!!!!" ucap gala


menyingkir dari claudia


"bantu aku cari ayah anak ini, aku tahu hanya kamu yang bisa lakukan semua itu. jadi tolonglah aku janji akan pergi dan tak menggangumu lagi, jika ayah anak yang ada dalam kandunganku mau bertanggung jawab" ucap claudia dengan tangis yang makin deras

__ADS_1


"oke, oke. jangan pernah kerumah ini lagi, silahkan temoati apartemen yang kamu buat tempat mesummu.


saya akan bantu setelah itu jangan muncul di hadapanku, atau akan ku habisi kamu beserta pria breng*sek itu juga, berikan fotonya" ucap gala


Claudia memebrrikan foto dan mengucapkan terima kasih pada gala yang masih mau membantunya, dan memeberikan sebuah apartemen untuknya tinggal


lalu pergi dari rumah gala


gala tak tega karena dulu saat ia susah dan mulai meneruskan perusahaan orang tuanya, gala terus diberikan dukungan oleh claudia


hanya itu yang membekas diingatan gala, bukan lagi rasa cinta yang sudha lama ia kubur terlebih saat inni ada nabila yang mulai merubah hidupnya


gala mencoba menghubungi nabila dan tak disangka langsung diangkat


~ kamu dimana? kenapa kabur harusnya dengarkan dulu penjelasanku dan wanita tadi~ gala berbicara panjang lebar bahkan nabila belum bicara apapun


~kenapa harus dengerin, kan yang hamil wanita itu terus emangnya mas yang hamilin dia?~ tanya nabila sungguh diluar dugaan


~jadi kamu ngga marah sama saya? kamu dimana sekarang saya susul~ ucap gala panik


~santai aja kali, aku baik-baik aja. kenapa harus marah! kita ketemu di cafe deket rumah mas~ ucap nabila lalu memtuskan panggilan telfonnya


gala segera pergi dengan menggunakan motor sportnya. karena jaraknya sangat dekat


nabila bersama claudia dengan wajah menunduk takut pada gala


Ternyata nabila tak benar-benar pergi.


Ia menunggu diluar dan saat claudia keluar rumah gala


Nabila mengajaknya bicara.


Dan mwbawanya ke kafe dekat rumah gala


"ayo pergi dari sini" ucap gala tak mau lagi berhadapan dengan claudia


"mas,,,!!!" nabila menarik tangan gala dan gala pun patuh duduk disamping nabila


claudia marasa iri, dulu gala tak pernah mau mendengarkan kata-katanya walau itu benar

__ADS_1


dia begitu pemarah


"aku udah tahu semua dari mb claudia,  kita bantu dia kan mas?" tanya nabila dengan lembut


"hemmm, ayo kita pergi dari sini" gala mengajak nabila


"jawab dulu! mas akan bantu sampai ketemu kan" nabila menatap mata gala


"iya, sayang. mas akan bantu" ucap gala terbawa suasana


"oke, mba sudah dengar sendiri kan. saya juga akan bantu tapi tolong berubah mba. kasihan anak yang ada dalam kandungan mba tidak bersalah" ucap nabil memberikan pesan pad caludia tanpa menghakimi


"jangan coba bunuh diri seperti tadi, atau akan saya penjarakan mba karena menacoba menggugukan kandungan!" ancam nabila cukup tegas


"makanlah dulu, kami pergi dulu!


ayo mas" nabila menggengam tangan gala dan mengajaknya beranjak


gala hanya diam saja dan mengikuti kemana nabila pergi


setelah jauh "giman aktingku mas? bagus banget bukan?" ucap nabila


"ccckkkkkk, dasar bocah. kamu buat jantungku mau copot, kenapa kabur!" gala menyentik kening nabila


"awww....sakit tau" nabila mengaduh


"makanya jangan sembarangan lagi, jangan jauh-jauh dari saya paham" ucap gala


"nikahin dong biar ngga jauh" nabila becanda


"besok kalau kamu mau,saya nikahin" ancam gala


"eeeitttt tidak semudah itu bapak gala. anda belum tahu siapa papa dan kakak saya" ucap nabila dengan sombongnya


"kalau mereka setuju, kamu mau apa?" tantang gala


"berandai-andai ya, meski ngga mungkin


tapi boleh lah dicoba, kalau semua keluargaku setuju ya!

__ADS_1


tapi yang paling penting keputusanku kan" ucap nabila entah serius atau hanya candaan


bagi gala tentu saja ingin itu menjadi nyata


__ADS_2