Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 61


__ADS_3

"dokter gimana papa saya dokter!" nabila mengejar dokter yang baru keluar dari ruangan icu


"syukurlah masa kritis sudah lewat. Sekarang bisa dipindahkan ke ruang rawat inap!" ucap dokter menjelaskan pada nabila


"terima kasih dokter!" ucap nabila


Semua merasa lega dan sedikit tenang. "ma, mama makan dulu ya. Sambil kita tunggu papa bisa dijenguk!" ucap nabila juga tak tega melihat mamanya


"bener kata nabila ma. Papa akan sedih melihat mama begini!" gala memanggil mama pada calon mertuanya


Mama maya mengangguk dan menerima suapan dari nabila.


Masih dengan wajah sedihnya.


"mama mau kalian segera menikah!" ucapa mama maya spontan. Entah apa yang dipikirkannya saat ini


"ma. Kita urus papa dan kak siska dulu ya. Setelah itu baru bahas pernikahan nabila!" ucap nabila bukan tak mau mempercepat pernikahannya namun ia tak mau bahagia dalam keadaan yang kurang tepat menurutnya


"mama, ngga tahu papa bertahan sampai kapan dek.


mama baru menemukan bukti bahwa papa telah gagal melakukan pengobatan. Dan papa ngga bilang sama mama sebelumnya" mama maya mengungkapkan kekhawatirannya


Ia juga baru tahu setelah membuka sebuah amplop di meja kerja pak dirga.


Gala yang memang sudah diberi tahu oleh pak dirga sebelumnya bingung harus berkata apa


"papa pasti akan baik-baik saja ma, kalian harus yakin itu!" ucap gala menenangkan


"lalu kita harus bagaimana?" ucap nabila pasrah


"buat papa senang dek, sejak dulu papa ingin melihatmu menikah dan melupakan masalalu.


Mungkin dengan cara ini papa bisa lebih bahagia dan membantu papa sembuh!" ucap mama maya


"atas nama pasian pak dirga!" ucap suster


"iya suster! Apa suami saya sudah bisa dijenguk!" ucap mama maya mengusap air matanya


"silahkan bu, dan tolong isi beberapa administrasi!" ucap suster


"biar saya saja ma, mama dan nabila temui papa saja dulu!" gala mengurus keperluan untuk administrasi dan lain-lain


Malam yanh sudah sangat larut. Sekitar pukul dua dini hari.


Gala duduk diluar kamar pak dirga dirawat. "mas! Kamu sebaiknya pulang dan beristirahat. Besok kan harus kerja!" ucap nabila


Keluar dari.kamar


"tidak apa- apa sayang, di luar dingin. Masuklah dan temani papa!


Nanti kalau mas capek mas pulang!" ucap gala


nabila duduk disamping gala "papa ingin kita besok menikah disini mas!


Tapi aku ngga maksa, kamu tidak harus melakukan apa yang papa ingin!" ucap nabila merasa take enak hati


"kenapa kamu sedih hemm?


Kamu ngga mau nikah sama aku?" tanya gala


"ya mau mas, tapi kan bukan secepat ini dan juga keadaan ini!" jawab nabila


"kita nikah besok! Mas siapkan semuanya. Kamu tunggu saja disini!" ucap gala


"mas... Mas yakin??!!" nabila meyakinkan gala

__ADS_1


"dengan sangat yakin! Kita nikah secara agama dulu dan negara saja dulu.


Kalau papa sudah sembuh. Kita buat resepsi pernikahan sesuai keingannmu!" ucap gala dengan memegang tangan nabila


Dengan sangat yakin ia mengatakannya


"terima kasih mas, terima kasih sudah membantuku!" nabila memeluk gala


"kok berterima kasih, harusnya mas. kapan lagi ada bidadari maksa nikah kan?" canda gala paxa nabila


"jadi terpaksa!" nabila melepaskan pelukannya


"nabila sayang! Kalau kamu yang paksa siapa yang nolak!" gala masih saja menggoda nabila


"sekarang masuk, kasih tahu papa dan mama. Besok mas kesini lagi bersama penghulu dan juga persiapan lainya.


mas pulang dulu ya. Kabari apapun hal yang penting oke!"


Gala berpamitan


Hal yang pertama ia lakukan meminta bantuan arif untuk mengurus surat nikah. Karena gala ingu. Semua keperluan nikah dan juga surat nikah yang menandakan keduanya


Resmi menjadi pasangan.


Arif menyanggupi dan akan meminta bantuan temanya yang punya koneksi dengan urusan pernikahan.


*tante maaf gala ganggu malam-malam. Besok gala akan menikah kerena calon mertua gala sakit.


Kalian datang saat resepsi saja nanti!* gala mengirimkan pesan pada satu-satunya saudara yang ia punya


Gala kembali ke rumah dan menyiapkan semua keperluan.


Lalu beristirahat sebentar. Merebahkan tubuhnya yang baru terasa lelah.


****


"tuan!"


"tuan!"


Gala yang dibangunkan oleh bi inah


"iya bi! Ada apa?" tanya gala dari dalam kamarnya


"ada tamu tuan dibawah!" ucap bi inah


"iya bi!" gala beranjak tanpa mencuci muka terlebih dahulu


Penasaran dengan siapa yang datang


"ya ampun kak, katanya mau nikah kok belum siap! Ini sudah jam delapan!" ucap cinta


Ya. Cinta adalah sepupu gala, yang pernikahannya dihari oleh nabila juga


Tante gala mengirimkan cinta dan suaminya sebagai wakil keluarga gala.


"astaga kakak ketiduran. Kakak siap-siap dulu! Nanti ada yang akan antarkan baju untuk nabila tolong siapkan ya!" gala bergegas kembali ke kamar dan


Bersiap


"ayo berangkat!" ajak gala


Tak pakai lama ia sudah siap dengan stelan jasnya. Terlihat tampan


"oke!" cinta dan suaminya mengikuti gala

__ADS_1


Ketiganya menaiki mobil yang sama menuju rumah sakit.


****


"ma, pa! Nabila kemana?" tanya gala


"ada sedang bersiap dikamar sebelah!" jawab mama maya


"cinta kamu bantu kakakmu bersiap. Di kamar sebelah" gala meminta cinta membantu calon istrinya


"pa, gimana keadaannya?" gala bersemangat dan menyapa pak dirga dengan sebutan papa


Tentu saja pak dirga juga sangat senang.


"terima kasih sudah menuruti permintaan papa!" ucap pak dirga


"engga pa, ini juga keinginan gala dan nabila!" ucap gala mencium tangan pak dirga dengan sopan


"terima kasih sudah melahirkan bidadari secantik dan sebaik nabila untuk gala!" ucap gala


Pada pak dirga dan mama maya


"kamu harus jaga kedua bidadariku. Dan nobi jagalah menantu papa sebagaimana orang tuanya menyayanginya.!"


Nafas pak dirga agak tersengal


"pa!" ucap mama maya


"mama harus bahagia. Anak bungsu kita akan menikah!" ucap pak.dirga



nabila masuk kedalam ruangan kamar rawat pak dirga


Jantungnya berdebar. Dadanya terasa panas dan tangannya gemetar


gala tersenyum menyambut calon istrinya yang begitu mempesonannya.


"penghulu datang! Semua siap?" tanya nobi


Semua mengangguk dan prosesi pernikahan dadakan akan dilakukan. Tentunya atas izin pihak rumah sakit


"saya terima nikah dan kawinnya nabila nazhiha binti dirga sanjaya dengan mas kawin tersebut tunai!" ucap gala lantang dengan menjabat gangan pak dirga erat


"bagaimana saksi?"


Sah


Sah


Sah


Sah


Semua yang berada disana menjadi saksi ikatan cinta gala dan nabila dipersatukan.


Gala dan nabila bernafas lega



gala menyerahkan sebuah kotak berisi cincin untuk nabila


Sebagai tanda bahwa kini nabila telah menjadi miliknya.


"selamata ya sayang!" nabila dipeluk mama dan siska yang juga ikut hadir dalam pernikahan nabila

__ADS_1


Semua memberi selamat tak terkecuali pak dirga yang kini terlihat lebih segar


__ADS_2