Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 5


__ADS_3

"nak, duduk lah ibu mau bicara!" ucap bu ira pada nabila


"iya bu!" nabila meninggalkan pekerjaan dapurnya dan menghampiri bu ira


"apa kamu benar-benar mencintai anak saya sampai saat ini?" bu ira memberi pertanyaan yang membuat nabila heran dan sulit menjawabnya


"bu, apa itu sangat penting! Bukankah saat ini dan selamanya aku tetap disini bersama ibu. Dan jangan khawatir aku akan meninggalkan rumah ini!" ucap nabila


"alah bu anak orang kaya mana bisa dipercaya, dari dulu sebenarnya kinan kurang suka sama dia tapi anak laki-laki ibu susah dibilangin!" ucap kinan kakak ipar nabila


Nabila hanya menghembuskan nafas kasarnya. Menahan amarah yang setiap hari terua diapancing


"sebenarnya mau kalian apa sama aku? Aku tau semua ini salahku! Tapi apa pengorbananku untuk kak zakir kurang selama ini?" nabila meneteskan air matanya


Tak hanya lelah secara fisik tapi mentalnya juga dihajar habis-habisan


"jangan pura-pura nangis deh, kami ngga butuh tangisanmu.


Karena zakir adalah tulang punggung kami sebelumnya. Maka kamu juga harus menggantikannya untuk memenuhi kebutuhan kami! Paham!!" ucap kinan sambil menatap nabila dengan penuh kebencian


"sudah kinan, ibu tidak mau ada keributan lagi. Nabila sudah melakukan apa yang zakir lakukan selama ini. Ibu merasa cukup senang! Ibu hanya takut nabila meninggalkan kita!" ucap bu ira


"engga bu, nabila akan disini merawat ibu!" ucap nabila


"harusnya bukan cuma merawat tapi memberikan uang juga!" ucap dodi suami kinan


"kalau mau uang kenapa ngga terima saja dari keluargaku saat itu?" jawab nabila memberanikan diri

__ADS_1


Plak


"beraninya kamu melawan. Jadi ini ajaran orang tuamu. Dasar tak tahu berterima kasih


Harusnya kamu dipenjara saja seumur hidup. biar tahu rasa!" ucap kinan meledak-ledak


Amarahnya memuncak


"maafkan aku!" nabila berlari kekamarnya san menutup pintu


"kinan, jangan terlalu keras padanya dia anak yang baik!" ucap bu ira


"ibu jangan terlalu baik padanya, biar tidak ngelunjak!" jawab kinan lalu meninggalkan ibunya dan pergi bersama suaminya


*****


Hari libur membuat gala jenuh di rumah. Tapi bingung mau kemana


"saya mau teh hijau dan buatkan saja omlet!" ucap gala sibuk dengan ponselnya


Gala baru saja ingat tentang pesan yang ia baca sebelumnya dan belum sempat dibalasnya


*maaf bu sekretaris MP ada masalah apa meminta nomer rekening saya?* gala membalas pesan yang dikirimkan oleh nabila beberapa hari lalu


Tak lama berselang bunyi suara pesan masuk


Rupanya dari claudia. Namun gala malah menunggu balasan nabila

__ADS_1


*uang bapak sama saya, maka saya harus kembalikan!* balas nabila pada gala


*uang apa? Apakah ada pembayaran yang kurang atau berlebih dalam kerjasama?* balas gala lagi makin penasaran


*bukan pak! Tapi uang yang bapak lemparkan pada saya saat saya ditabrak bapak!* balas nabila


Gala terkejut dengan balasan nabila, benarkah orang yang ditabraknya saat itu sekretaris nobi


Bisa bahaya bagi perusahaannya. Karena perusahaan MP banyak menyewa jasa sekurity dari perusahaan gala


~selamat pagi bu!~


Gala memberanikan diri menghubungi nabila melalui panggilan telfon


~iya pak, ada apa pak? Saya hanya ingin mengembalikan uang pak gala saja. Tidak lebih~ ucap nabila dibalik telfon


~siapa juga yang mengharapkan lebih! Ya sudah pakai saja uangnya buat berobat kerumah sakit. Maaf saya waktu itu buru-buru~ ucap gala merasa tak enak hati


Tapi lebih takut jika kerjasamanya dibatalkan


~ngga perlu pak, saya masih ada uang. Kalau bapak tidak mau kasih nomer rekening saya akan datang ke kantor bapak dan mengembalikan uangnya langsung~ ancam nabila


~kamu ngeyel banget ya, udah buat kamu aja beli es krim atau coklat biar kalau putus cinta ngga galau!~ jawab gala yang sok tahu


Tut.....tut.....tut...


Sambungan telfon diputus. Nabila kesal dengan sikap gala yang sok galak

__ADS_1


"kenapa sih semua orang galak. Jahat sama aku" gumam nabila lalu keluar dari kamar dan mencari bu ira


__ADS_2