Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 4


__ADS_3

*bisa bertemu?*


Pesan masuk dari nomer baru ke ponsel Gala.


*siapa?* balas Gala


*claudia* balas singkat


*dimana?* jawab Gala


*kamu yang tentukan saja* jawab claudia


dan tak ada lagi saling berbalas pesan


Gala sedang termenung menimbang lagi langkahnya.


Saat ini ia hampir saja bisa melupakan masalalunya


Lima tahun sudah berlalu ia terus berharap bahwa claudia masih takdirnya


Apakah ini jawabannya ataukah ini ujian untuknya


gala menyahut kunci mobil dan jasnya lalu keluar dari rumahnya


Sebelumnya ia mengirimkan pesan pada claudia akan menemuinya di restoran favoritnya dulu


Dengan tak sabar gala mengendarai mobilnya dan braakkkkk


Aaaaa.........


Aaaaaawwwwww


Suara wanita berteriak dan terjatuh


"tante.... Tante!!" monik panik


Nabila berusaha menyelamatkan monik yang hampit tertabrak mobil gala


"bu hati-hati kalau jalan!" ucap gala tak sabar


Lalu ia memberikan sejumlah uang dan pergi meninggalkan nabila yang kakinya lecet dan juga monik yang menangisi tantenya


Umpatan warga pada gala karena tak bertanggung jawab dan hanya melemparkan uang pada korbannya

__ADS_1


"sudah pak tidak apa-apa, hanya luka sedikit terima kasih pak, bu!


Maaf uangnya biar saya pulangin saja, saya tahu orang itu!" ucap nabila kesal


"tante kakinya masih sakit?" tanya monik


"engga sayang, tante ngga apa-apa. Ayo berangkat nanti kamu terlambat sekolah!" ucap nabila tak mau disalahkan jika keponakannya ditegur oleh gurunya


"iya tante, maafin monik ya tante nyebarng tidak hati-hati!" monik anak kelas dua sekolah dasar yang lebih sering bersama dengan nabila ketimbang ibunya


"sudah tidak apa-apa, tante kan kuat!" nabila mengantarkan monik kesekolah dan berangkat ke tempat kerja


menggunakan taksi agar lebih cepat sampai


"kamu kenapa?" tanya nobi melihat nabila jalan sedikit pincang


"tadi jatuh pas turun dari mobil!" ucap nabila membawakan secangkir teh untuk atasannya


"obati, dan lain kali hati-hati!" ucap nobi pada nabila


"iya lain kali aku hati-hati!" nabila kembali ke ruangannya


Ia mengambil ponsel dan mengirimkan pesan


*berapa nomer rekening bapak?* tanpa basa,-basi nabila mengirimkan pesan pada gala yang saat ini sedang menikmati sarapan dengan sang mantan


dan nabila makin kesal.


**


Sementara gala sedang asik membahas masalalunya bersama claudia


"kamu terlihat baik-baik saja tanpaku gal, kamu pasti senang saat ini karena melihat pernikahanku hancur bukan?" ucap claudia sembari meminum jus dihadapannya


"aku sangat baik saat ini, jauh lebih baik sesaat setelah kamu menikah dengan selingkuhanmu itu.


Aku senang karena kamu singgle lagi. Bukan mengharapkan kehancuranmu!" ucap gala tegas


"jadi selama ini kamu masih mengharapkanku gal? Kenapa tidak kamu sampaikan sejak awal.


Aku tersiksa menikah dengan bima.


Kalau bukan karena!!" ucapan claudia teehenti

__ADS_1


"kalau bukan karena apa?" tanya gala dengan tatapan tajam


"bukan apa-apa dan tak ada kaitannya dengan hubungan kita!" jawab claudia


"hmmmm oke, aku ada meeting sebentar lagi. Bisa kita lanjut lain kali karena klienku sedang menuju kesini saat ini!" usir gala secara halus


"tentu, kita lanjutkan lain kali!"claudia mencium.pipi gala dan berlalu pergi


sebelum klienya datang gala menyempatkan diri membuka ponselnya yang berbunyi sejak tadi


Ia tercengang dengan sebuah pesan. Baru saja akan membukannya


Klien gala datang, dan gala melupakan sejenak pesan yang hampir saja membuat matanya copot


sekitar satu jam gala membahas pekerjaan dan juga bisnis barunya.


Gala kini harus kembali ke kantor. Menyelesaikan pekerjaannya yang lain


...*****...


"selamat siang pak! Ada pak arif di dalam!" ucap dian saat gala tiba didepan pintu kantornya


"oke!" jawab gala singkat


"hai bro! Apa kabar?" arif memeluk gala


"seperti yang loe lihat, ada informasi apa lagi? Tetangga loe jadi janda atau nenek loe mau kawin lagi!!" tanya gala pada arif


"si*lan loe, gue kasih itu informasi bermanfaat bukannya semua bahan gibah mak gue. Gue kasih tau loe!" sahut Arif


"lalu? Mau apa.sekarang?" tanya gala lagi


"mau ketemu dian, teryata nyokap dia temen nyokap gue.


Ceritanya kita lagi disuruh pdkt gitu sama orang tua kita!" jawab arif jujur


"pantes aja gercep banget kalau kesini. Sejak kapan perjodohan ala siti nurbaya teejadi!" gala penasaran


"baru kemarin malam.kita ketemu bareng keluarga besar.


Kayaknya kita cocok. Ngga nyangka jodoh gue dari loe!" ucap arif bersemangat


"jodoh dari tuhan bukan gue, ya syukur deh biar kita ngga dikira aneh-aneh karena loe ngga mau suruh nikah dari dulu!

__ADS_1


Kalai gue udah jelas kan!" ledek gala


"bodo amat, gue mau ajak dian makan siang dulu. jangan ganggu dian oke!" ucap arif dan pergi meninggalkan gala


__ADS_2