Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 44


__ADS_3

*merindukan adik manisku!!!*  gala mengirimkan pesan pada nabila saat dini hari


gala tak bisa tidur meski matanya sangat berat dan juga sudah sangat larut,


ting


gala segera menyahut ponselnya dan membuka siapa yang mengirimkan pesan padanya


*ngapain jam segini masih online aja\, lagi me*sum ya loe* pesan dari arif yang melihat gala masih online pada salah satu akun medsosnya


*brisik banget\, ngapain loe ganggu aja!!* balas gala kesal


ting


ada pesan masuk lagi tapi kali ini gala malas membukanya. mungkin saja pesan arif lagi pikirnya


*mas belum tidur?* nabila membalas pesan gala


betapa senangnya hati gala saat ini,


gala memberanikan diri menelfon nabila


~sayang! eh dek maksudnya!~ gala gugup


~boleh lah sayang, kan sama adik sendiri memang harus begitu~ jawab nabila tanpa merasa tertanggu dengan ucapan gala


~kenapa kamu belum tidur? hemmm!!~ tanya gala

__ADS_1


~mas, mau cerita boleh kan ya!


boleh pasti.


jadi tadi tuh aku ketemu sama orang yang dulu aku sukai pas kuliah, jauh sebelum kak zakir. dan mas tau ngga? yang paling bikin aku seneng dia masih single dong mas!!~ nabila tertawa kegirangan sambil becerita pada gala apa yang dilakukannya  tadi siang bersama dengan farhan


~ sekarang kamu masih suka sama lelaki itu?~ tanya gala malas


~ suka tuh iya, tapi ada rasa yang lain gitu. dia minta kesempatan agar kami bisa dekat lagi seperti dulu, menurut mas apa kami berjodoh ya?~ ucap nabila


gala tak lagi menyahut dengan ucapan tapi dengan suara dengkuran keras yang menandakan orangnya sedang tertidur


~ ngga jelas banget deh mas, kesel ihhhh~ nabila mematikan sambungan telfonnya


dan uring-uringan dengan keputusannya karena gala belum memberikan pendapatanya pada nabila dan masa lalunya


nabila tidur lelap dengan perasaan yang sulit diartikan


sementara gala


"kenapa harus begini,!! apa sebaiknya aku harus relakan nabila. mungkin dia benar mana ada wanita cantik dan muda mau menikah denganku" ucap gala menggalau sendiri


gala memandang cincin cantik yang ada di nakasnya. ia telah siapkan untuk saat yang tepat melamar nabila


hingga pagi menjelang gala tak bisa tidur memikirkan nasib cintanya, bahkan belum ia perjuangkan tapi sudah ada yang merdeka duluan


tookkkk...tokkkk...tokkk

__ADS_1


"tuan ada tamu!" ucap bik inah membangunkan gala


"siapa bik?" tanya gala dari balik pintu dengan wajah lusuh


"seorang lelaki dan wanita cantik tuan" ucap bi inah


"ngapain kalian kesini?" ucap gala dengan pakaian dan wajah bagun tidur


sebelumnya gala melihat dari cctv siapa yang datang, dan membuat nya tak perlu mengganti pakaiannya


"gal terima kasih sudah membantu aku menemukan ayah dari anakku, sekali lagi terima kasih dan aku janji tak akan mengganggumu lagi" ucap claudia yang datang bersama ayah dari anaknya


yang sempat kabur dan tak mau tanggung jawab, karena memang dia seorang pengangguran yang dulunya dipacari claudia hanya untuk mem*askan hasratnya saja


"kami pamit" ucap caludia dengan tulus pada gala


ada sedikit kesedihan di mata gala untuk mantan kekasihnya dan juga masalalunya yang dulu sangat ia cintai dan hargai.


ulahnya sendiri lah yang tak cukup dengan satu pria membuatnya gala meras bersyukur juga ia diberitahu kelicikan claudia sebelum menjadi pasangan resminya


"tunggu! ini atm dan tabungan ada isinya seratus juta! kalian bisa gunakan maksimal dua juta perbulan dan terserah mau buat apa,


jika kalian tahu diri carilah pekerjaan dan tabungan itu untuk biaya anak tak berdosa kalian.


jangan mencari atau datang kehadapanku lagi!" ucap gala memberikan sebuah buku dan kartu atm pada claudia


"tidak usah, kami masih bisa bekerja, untuk tempat tinggal saja dusah cukup bagi kami!"ucap suami claudia

__ADS_1


"ambilah, ini untuk bayi itu bukan kalian" ucap gala menyerahkan atmnya dan menyuruh keduanya pergi secepatnya


__ADS_2