Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 47


__ADS_3

"kami pulang dulu ya nak,


kamu jaga diri baik-baik. minggu ini kamu harus pulang, mama ngga mau tahu pokoknya!" ucap mama maya saat berpamitan pada nabila


yang tak bisa menginap karena esok harinya nobi harus bekerja dan papa nabila masih harus cek ke dokter


"iya ma, hati-hati di jalan. nabila pulang minggu ini!


lagian mama kenapa ngga tunggu aja sih, kan dua hari lagi hari week end biar pulang sama nabila aja" rayu nabila pada mamanya dengan manja


"kan ada mas gala, nanti pulangnya bareng mas gala aja katanya ada kerjaan disini sampai hari minggu kan ya mas gala?" tanya mama maya sambil mengedipkan matanya pada gala


"ahhh iya tante saya ada kerjaan disini kurang lebih sampai tiga hari"  ucap gala mengiyakan kode dari calon mertuanya


yang sudah sangat mendukung percintaan antara anaknya dan gala


"cie....cie!!!" ucap siska menggoda nabila


"apaan sih, kan dia mau kerja bukan nemenin aku" ucap nabila kesal dan malu rasanya digoda dihadapan gala


"maunya ditemenin tuh pak gala" ucap siska membuat nabila memukul lengan siska karena terus saja membuatnya malu


"aauuuuuu sakit kak, adikmu tuh nakal" siska mengadu pada suaminya


"sudah, sudah ayo pulang keburu malam


kasihan siska nanti" ajak pak dirga menengahi perdebatan antara anak dan menantunya


"iya sana pulang, sampai ketemu di rumah" ucap nabila yang sebenarnya juga sedih


hanya beberapa jam keluarganya datang dari luar kota dan kini sudah harus pulang.


nabila mengantarkan sampai ke parkiran dan kini tinggalah dirinya dan juga gala yang saling memandang tanpa kata


"hei!!! kenapa melamun?" tegur gala

__ADS_1


"siapa yang melamun, lagi sedih ditinggal mama" jawab nabila


"mau jalan-jalan denganku?" ajak gala masih ingin bersantai dengan bersama dengan nabila


"hemmmm, ya udah kalau dipaksa. aku ganti baju dulu ya?" ucap nabila


gala menarik tangannya dan mengatakan " ngga usah, itu saja jangan terlalu cantik diluar nanti banyak yang suka" ucap gala mencegah nabila untuk agar tak menunggu lebih lama


"bilang aja biar aku ngga laku terus mas punya temen jomblo kan?" sahut nabila yang patuh dan mengikuti langkah gala masuk ke dalam mobilnya


"iya bener, biar saya punya temen!" jawab gala dan membenarkan ucapan nabila tanpa perdebatan


gala mulai melajukan mobilnya menuju sebuah tempat dengan tangan satu memegang setir mobil dan satu tangan lagi tetap menggengam tangan nabila


"mas, aneh ngga sih? kita ini temenan tapi pegangan tangan begini?" tanya nabila


"kamu risih?" tanya gala


gala tetap fokus pada mengemudinya dan tak memalingkan wajahnya ke arah nabila. karena itu berbahaya


"engga juga sih. cuma kayak orang pacaran aja kalau begini hehehe!!" ucap nabila


"mau apa mas? ngomong yang jelas gitu jangan nanggung-nangung kan jadi ngga enak!" ucap nabila


"emang iya yang nanggung itu ngga enak!


kalau kamu mau ya tinggal lepas aja, tuh tangan masih santai aja disitu" sindir gala


nabila langsung melepaskan tangannya, namun gala mencegahnya


"diam, nanti bisa nabrak orang kalau kamu banyak gerak" gala menarik tangan nabila dan menciumnya


"aaaaaaaaaaaa" dalam hati nabila sedang berteriak wajahnya memaling ke jendela mobil agar tak nampak merahnya pipi


"kenapa?" tanya gala tanpa merasa berdosa

__ADS_1


"apanya?" nabila sudah menetralkan hatinya dan menatap gala


saat ini mobil berhenti pada sebuah mall besar dan megah


"kita mau makan? kenapa ngga di restoran aku aja!!" ucap nabila sambil memanyunkan mulutnya


"jangan lakukan itu jika tak mau tuh bibir di curi" ancam gala


"ini nempel, dikira buatan manusia bisa dicopot" nabila terus membantah  ucapan gala


keduanya melangkah masuk ke dalam mall dan gala mengajak nabila kesebuah toko perhiasan


"wahh ada yang mau shopping nih" ucap nabila


mengharap dong masak engga


"bantu aku pilihin ya" ucap gala pada nabila


"mba mau lihat beberapa cincin pernikahan" gala meminta pada pegawai toko perhiasan


"silahkan pak, ini yang paling terbaru" ucap pegawai toko


"pinjem tangannya dek, ukuran tangannya kurang lebih sama denganmu" ucap gala memasangkan satu cincin pria untuknya dan cincin wanita untuk nabila


deg


tiba-tiba perasaan nabila tak enak. "ini buat siapa mas?" tanya nabila memberanikan diri


"buat pengantin, seleramu bagus


pasti orangnya suka. menurutmu mana yag paling cocok dan bagus?" tanya gala pada nabila


"bagus semua!!" ucap nabila malas memberi komentar lebih


" satu lagi mba yang itu" tunjuk gala pada sebuah cincin cantik

__ADS_1


"kalau yang ini saya pilih ini aja ya, tolong dibungkus


"cobain ini sekali lagi" gala menarik tangan nabila yang sudah terlihat badmood


__ADS_2